
Pagi menjelang hari telah berganti..tak terasa usia baby Grey sudah 5 bulan..bayi yang saat ini sedang aktif- aktif nya itu sangat cerewet dan tak bisa diam hingga Nelsy dan Mark sampai kewalahan.
Nelsy belum ada rencana hamil lagi karena dia tak mau baby Grey kekurangan kasih sayang dari kedua orangtua nya..dia mau saat usia baby Grey sudah cukup untuk di beri adik maka dia akan siap.
Tentu dia tidak akan membeda-bedakan antara kakak dan adik nya karena jika dia hamil lagi semua sama saja bagi nya tetap nomor satu.
"Ama..mama..awa..wawa"
Terdengar suara ocehan anak kecil yang seperti nya tengah membangunkan kedua orangtua nya yang masih asik berpelukan dan tak mau terpisah.
Nelsy tak mendengarkan ocehan anak nya dia malah mengeratkan pelukan nya pada Mark.. Mark bangun karena merasa ada pergerakan kecil dari istri nya..dia membuka mata nya dan melihat sang Istri masih terlelap dalam tidur nya sementara satu suara membuat nya mengalihkan perhatian nya yaitu baby Grey.
"Awa..wa..wa..awa..wawa"
"Hey boy good morning..kenapa bangun nya cepat sekali hm..sebentar Daddy cuci muka dulu ya jangan berisik mommy masih tidur" ujar Mark berlalu menuju kamar mandi setelah berhasil melepaskan diri dari istri nya.
Mark keluar dari kamar mandi dengan sudah mencuci wajah dan menggosok gigi nya. dia menghampiri anak nya yang sudah ngoceh terus menerus mengganggu tidur Nelsy..semalam Nelsy di hajar habis-habisan oleh nya hingga baru tidur jam 2 dini hari tadi dan alhasil pagi ini dia belum juga bangun.
"Sini Daddy gendong..ouhh kau menggemaskan sekali sih nak..lihat lah semua tubuh mu kotak-kotak seperti milik Daddy hanya saja salah tempat" kata Mark mengecupi pipi mochi milik baby Grey yang selalu membuat nya gemas.
"Da..da da..da"
"Iya sayang ini Daddy..yuk ke bawah kita berjemur" ajak Mark pada anak nya untuk berjemur.
Mark pun mengajak baby Grey turun ke bawah dengan meninggalkan Nelsy yang masih asik terlelap..Mark juga tak lupa memanaskan asi yang sudah Nelsy pompa dan di simpan di kulkas khusus untuk penyimpanan ASI.
Setelah asi siap kini Mark membawa baby Grey duduk di kursi taman samping rumah..dia memangku baby Grey dengan sesekali bercerita dan berdebat ala-ala.
__ADS_1
Saat Mark dan baby Grey tengah berjemur tampak dari gerbang ada seseorang yang tengah membuat keributan..Mark menatap tajam pada sosok yang berani membuat keributan di rumah nya.
Tak berapa lama kemudian penjaga gerbang menghampiri nya dan mengatakan ada tamu.
"Selamat pagi tuan..maaf mengganggu ada tamu yang mengatakan keluarga anda dan dia memaksa masuk kerumah bagaimana tuan?" sapa penjaga gerbang memberitahu.
"Tamu..siapa?" tanya Mark masih belum membuat keputusan.
"Sepasang suami istri dengan seorang gadis muda mereka..emm mereka mengaku sebagai keluarga anda tuan" jelas si penjaga gerbang.
'Keluarga..siapa aku tidak memiliki keluarga sejak lama' batin Mark bangkit dan berjalan menuju gerbang dengan masih menggendong baby Grey.
Sampai lah Mark dan penjaga gerbang itu di depan..Mark melihat wajah orang-orang yang sudah berani mengganggu nya..sejenak Mark terpaku melihat wajah yang sudah sangat lama tidak dia lihat.
Deg......
"Mark..anakku" balas si wanita berkaca-kaca.
"Mark..anakku..ini kami nak..kami merindukanmu" tambah si pria yang juga berkaca-kaca.
Tanpa sadar Mark melepaskan baby Grey turun..dia berjalan mendekati kedua orang itu dan dia peluk..dia memeluk kedua nya erat dengan linangan air mata yang tak tertahan kan..kerinduan yang begitu besar dan dalam tak mampu dia tahan dan dia lepaskan dalam pelukan nya.
Baby Grey yang lepas dari gendongan Mark mulai bergerak meski terseok-seok mendekati sebuah pot bunga mawar yang tangkai nya banyak duri.
Tak ada yang menyadari bahwa bocah mungil itu dengan lihat nya merangkak menuju pot bunga mawar itu bahkan penjaga gerbang pun tak menyadari nya.
Di saat Mark masih asik temu kangen dengan kedua orangtuanya di saat itu juga Nelsy berlari sekuat tenaga nya untuk mencegah agar baby Grey tidak meraih tangkai mawar itu.
__ADS_1
"BABYYYYY NOOOOOO" teriak Nelsy sembari mengambil baby Grey dan dia dekap erat lalu dia periksa takut ada luka atau apa.
Nafas nya memburu dia benar-benar takut bahkan badan nya gemetar..Mark tersentak dan baru sadar bahwa dia tidak lagi menggendong anak nya..dia melihat ke arah Nelsy yang sudah terisak dengan memeluk baby Grey.
"Baby" panggil Mark mendekat ke arah Nelsy.
"STOPPP" Nelsy menghentikan langkah Mark agar tak mendekati nya.
Dia menatap Mark dan orang-orang di sana dengan tajam..dia benar-benar kecewa dengan sikap Mark yang teledor..baru kali ini dia lalai menjaga anak nya..sangat mengecewakan.
"Jangan pernah menyentuhku atau anak ku" ujar Nelsy meninggalkan Mark dengan sejuta sambaran petir yang menyengat dalam dada nya.
Mark menatap kepergian Nelsy dengan sendu..dia merasa bersalah sudah membahayakan keselamatan anak nya..dia gagal menjaga anak nya..harus mau dia tidak menormor duakan anak nya.
"Mark..siapa dia nak?" tamat si wanita menyentuh lengan Mark.
"Dia..mereka anak dan istri ku mom..ayo masuk" ujar Mark mengajak mereka masuk.
Keenam mata itu langsung berbinar ketika masuk kedalam rumah yang begitu mewah milik Mark..mata mereka menelisik setiap inci ruangan itu dan sangat terlihat aura-aura kemarukan dalam diri mereka.
"Duduk lah aku ke atas dulu..seperti mau istri ku harus di bujuk" pamit Mark namun di tahan oleh si wanita dengan dalih merindukan nya.
"Tidak bisakah kau menemani kami nak..kami sangat merindukan mu..sebentar saja mereka pasti mengerti" bujuk si wanita dengan mata yang sudah berkaca-kaca memohon pada Mark agar menemani nya.
Mark jadi bimbang..dia antara merindukan orangtua nya juga membujuk Nelsy dan melihat keadaan anak nya..tidak apa-apa lah dia menemani orangtuanya dulu Nelsy pasti tau dan mengerti.
"Baiklah mom..kita ke ruang keluarga saja..ada banyak hal yang ingin aku tanyakan pada kalian..ah kau siapa dia mom?" kata Mark dan bertanya mengenai seorang gadis muda yang dibawa orangtua nya.
__ADS_1
"Ah iya kenalkan dia Basya dia lah yang telah merawat kami selama ini nak..setelah kejadian malam itu kami terhanyut di sungai dan di temukan oleh Basya..dia lah yang merawat kami hingga sembuh" jelas wanita itu bersamaan air mata yang mengalir.