
Setelah mobil Mark tak terlihat lagi kini waktu nya bagi Nichole dan Max untuk menghabisi orang-orang sialan itu.
Nichole dengan amarah membuncah terus menembaki orang-orang itu tanpa jeda dengan menggunakan senjata laras panjang andalan nya.
Sementara Max dia bersiap keluar dengan membawa dua buah pedang yang bentuk nya seperti gergaji karena banyak gerigi nya di sisi-sisi mata tajam nya.
Max arak pedang itu pada jalan aspal hingga terdengar bunyi seperti melodi yang membuat jiwa psychopath nya bangkit.
Max tersenyum menatap para calon korban nya..hati nya seketika bahagia saat bisa merasakan hal ini lagi setelah vakum sekian lama.
"Mari bersenang-senang Nichole uuhh aku tak sabar menghirup aroma darah" ujar Max semakin mendekati para calon korban nya.
Nichole tak menjawab dia juga membawa sebuah pedang tapi ukurannya lebih kecil dari pedang Max.
Mereka mulai berperang di bantu anak buah Gian yang selalu sigap kapan pun.
Trangggg....
Trangggg....
Sretttttt.....
Cringgg......
Suara-suara itu membuat buku kuduk meremang seketika..di sana Max menggila membabat habis siapapun yang membuat Mark kesulitan.
Memotong,memenggal,menyayat,mengiris,pria itu tak segan-segan menghabisi siapapun di depan nya yang sudah mengusik ketenangan Mark.
Mengusik Mark berarti juga mengusik nya..bagi Max Mark adalah saudara nya karena sejak remaja dia dan Mark sudah bersama melawan keras nya dunia.
"Hahahaha..lawan aku sialan...lawan aku hahahaha" tawa Max pecah namun terdengar sangat menyeramkan di telinga mereka yang mendengar nya.
Bahkan Nichole begidik melihat kegilaan Max..dia belum tau saja adik ipar nya bahkan bisa lebih parah dari Max.
"Ini lah balasan untuk kalian yang dengan berani mengusik nya hahahaha"
Jlebbb.......
"Ini akibat dari ulah kalian yang ingin merasakan kenikmatan pedang ku hahaha"
Sretttttt......
"Hmmm bau darah memang membuat mood ku naik"
Dughhhhh.....
__ADS_1
..
..
Di sisi lain Mark telah sampai di rumah sakit dengan segera Mark mengangkat tubuh Nelsy yang sudah tak bergerak dan meletakkan nya pada brankar pasien.
Pihak medis sudah bersiap karena sebelum sampai di rumah sakit Mark sudah menelfon untuk bersiap-siap di depan..tampak dua mobil menyusul dari belakang mobil Mark ketika Mark sudah mendorong brankar Nelsy menuju ruang operasi.
Mobil itu berisi Arny, Grace, Willy dan Bastian lalu satu nya Rey dan Erick juga Deril..mereka di beritahu oleh Mark saat Mark dalam perjalanan.
Mark sudah berdiri di depan ruang operasi dimana Nelsy akan melakukan operasi untuk mengeluarkan anak mereka.
Baju nya sudah penuh darah karena selama dalam perjalanan Nelsy mengalami pendarahan yang membuat nya bagaikan kehilangan akal sehat nya.
Tampak dari samping terdengar suara langkah kaki menyerbu mendekati nya..Mark melihat sekilas kemudian menunduk lagi sambil berkomat kamit dan mengumpat pada keadaan.
"Mark" panggil Nelsy memeluk Mark yang tampak kacau..amat sangat kacau.
"Mom..Nelsy mom" ujar Mark menangis di pelukan Arny.
"Tenang lah mereka akan baik-baik saja..kau harus percaya itu" Arny memberikan semangat agar Mark optimis bahwa Nelsy dan anak nya akan baik-baik saja.
Tak ada jawaban dari Mark..dia hanya diam sambil terisak-isak.
Beberapa saat kemudian......
"Keluarga pasien?" tanya suster itu.
"Ya kami keluarga nya suster.. bagaimana keadaan putriku?" jawab Bastian mewakili semua nya.
"Begini tuan..pasien kehilangan banyak darah karena pendarahan yang di alami nya..rumah sakit kami kehabisan stok darah yang sama apa di antara kalian ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien..kami butuh secepat nya" ujar si suster menjelaskan.
"Saya ayah nya suster..ambil darah saya sebanyak yang kalian butuhkan" Bastian tak pikir panjang langsung menawarkan diri untuk mendonorkan darah nya.
"Baiklah ikut saya tuan" ajak suster untuk memeriksa kecocokan darah mereka.
Bastian mengikuti suster itu ke satu ruangan..sementara yang lain hanya mampu menunggu hasil nya.
#
#
"Sebaik nya kita ke rumah sakit segera" ajak Max menyarankan.
"Baik lah tapi ganti dulu baju mu..lihat lah kau seperti mandi darah" ujar Nichole menyarankan agar Max mengganti baju nya dulu.
__ADS_1
"Oke"
Mereka menuju suatu tempat dulu untuk membersihkan diri dari darah yang menempel di tubuh kedua nya..untuk para mayat yang tak utuh itu sudah di bereskan oleh anak buah Gian dan yang masih hidup akan di interogasi nanti.
Setelah selesai dengan urusan pakaian kini mereka langsung melesak menuju rumah sakit tempat dimana Mark membawa Nelsy.
Nichole mencoba menelepon Grace untuk menanyakan kabar tentang Nelsy..tampak Max mendengarkan baik-baik apa yang Grace dan Nichole bicarakan karena panggilan itu di loud speaker oleh Nichole.
"Grace bagaimana keadaan Nelsy?" tanya Nichole sedikit panik.
"Nelsy masih di ruang operasi Nich..tenang saja dia akan baik-baik saja" jawab Grace menenangkan Nichole yang tampak khawatir dengan Nelsy.
"Baiklah..kabari aku jika ada sesuatu" pinta Nichole.
"Tenang saja..cepat lah kemari uncle dan aunty tampak sangat khawatir apalagi suami nya itu ck dia sudah seperti orang gila" ujar Grace membuat sudut bibir Max terangkat ke atas.
"Baik lah..aku tutup dulu bye" ujar Nichole memutus sambungan telepon nya.
Nichole tampak menyandar di kursi samping kemudi..dia sangat khawatir dengan adik tengil nya itu.
Max tampak hanya menoleh sebentar lalu melajukan mobil nya semakin cepat agar mereka semakin cepat sampai di rumah sakit.
Mereka telah sampai di rumah sakit.. Nichole bergegas turun dari mobil dan melangkah menuju meja resepsionis untuk menanyakan letak ruang operasi berada.
Saat sudah tau kedua nya menuju ke arah yang sudah di tunjukan resepsionis tadi.
Nichole melihat ternyata keluarga nya sudah berkumpul di sana..dia bergegas menuju Mark yang tengah menyandar di dinding sambil memperhatikan ke arah ruang operasi.
"Mark" panggil Nichole membuat semua orang menoleh pada nya.
Bastian tampak tak terlihat karena dia sedang mendonorkan darah nya untuk kelangsungan operasi Nelsy.
Arny hanya mampu menatap putra nya dengan canggung..entah sejak kejadian itu dan sejak Arny tau bahwa Nichole tidak lah bersalah dia dan suami nya merasa bersalah karena sudah menuduh Nichole yang tidak-tidak.
Nichole hanya melirik ibu nya sebentar lalu duduk di samping Grace..dia tak menyapa ibu nya juga mereka tak pernah lagi bertegur sapa sejak kesalah pahaman itu.
"Apa belum ada kabar dari dokter?" tanya Nichole pada Grace.
"Belum" jawab Grace singkat sambil mengalihkan pandangan ke arah lain karena di samping Nichole ada Max yang tengah menatap nya.
Ingin dia congkel itu mata.
Oekk...
Oekk....
__ADS_1
Semua orang tertegun mendengar suara nyaring tangis bayi dari dalam ruang operasi.
Tak berapa lama kemudian pintu ruang operasi terbuka dan terlihat lah dokter yang menangani Nelsy keluar dari dalam dan tengah melepas masker dan sarung tangan yang dia gunakan untuk operasi tadi.