MY PSYCHOPATH LOVE

MY PSYCHOPATH LOVE
Ep_50


__ADS_3

"Kau kenapa?" tanya seorang pria yang kini tengah berada di kamar seorang wanita.


"Tidak apa-apa..hanya lelah saja..jangan khawatir" jawab si wanita tak mau membebani si pria.


"Hey apa yang kau katakan..kau lelah tapi kau bahkan tidak melakukan apapun sejak kemarin..katakan apa ada yang mengusik pikiran mu?" tanya si pria lagi dengan nada tegas tak terbantahkan.


Hening....


Si wanita hanya tersenyum namun senyum penuh luka..dia tak tau harus bagaimana..apa dia harus menceritakan kepada pria itu atau kah harus dia pendam sendiri.


"Aku baik-baik saja" jawab nya masih berusaha tegar.


"Ck..kau anggap aku apa sebenarnya?" tanya si pria itu lagi kesal dan menatap lekat wanita di depan nya.


"Aku tak apa-apa Gerald.. percaya lah" jawab nya lirih.


"Katakan atau aku akan mencari tau sendiri dan kau tau bukan apa yang akan aku lakukan jika aku tau penyebab kau murung begini?" ujar Gerald bernada mengancam pada saudari nya.


Huftt....


Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Grace..gadis itu tak tau lagi harus bagaimana menyikapi masalah nya..ingin dia simpan sendiri tapi malah mental nya yang karam.


Ingin dia berbagai tapi tak mungkin bisa dia lakukan karena akan membuat keluarga nya malu dan kecewa.


Jika saja malam itu dia tidak kembali lagi ke tempat itu pasti kejadian naas itu tidak akan pernah terjadi..dia sudah hancur kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat dia lihat.


"Aku..aku..hiks.. sebenarnya........" tangis Grace mulai pecah saat dia mulai menceritakan tentang kejadian malam naas itu.


Grace menceritakan semua yang dia alami sebelum dan sesudah kejadian itu menimpa nya..tampak Gerald menahan geram dan marah mendengar siapa yang telah membuat sang kakak terpuruk hingga mengalami hal menyedihkan itu.


Selesai menceritakan semua nya hati Grace terasa lebih ringan namun belum sepenuh nya..dia belum memberitahu tentang masalah ini pada kedua orangtua nya..dia belum berani.


Mereka pasti kecewa.


"Apa kau tak pernah mengatakan pada nya tentang semua ini ka?" tanya Gerald menatap tajam kakak nya yang terlihat tak memiliki semangat lagi.

__ADS_1


"Aku tak berani Ge..dia hiks..dia sudah memiliki kekasih..aku melihat sendiri dia tengah bercumbu mesra selang beberapa waktu setelah kejadian itu.. Aku juga tak tau kenapa dia tidak bisa mengingatku dan kejadian malam itu" ujar Grace menjelaskan kekecewaan nya pada orang yang telah membuat nya seperti ini.


"Bajingan..katakan siapa dia ka..biar aku beri dia pelajaran" ujar Gerald berapi-api ingin menghajar orang itu.


"No Ge..dia tidak akan mengingat kejadian itu.. Aku sudah bertemu dia tapi tak ada reaksi apapun dari nya..dia lupa dengan kejadian itu" jelas Grace sambil memeluk Gerald yang tengah emosi.


*


*


"Baby apa kau mau sesuatu..hey boy kau sedang apa hm?" tanya Mark mencium baby Grey dengan gemas.


"Aku ingin jus apel by" jawab Nelsy tersenyum melihat Mark yang saat ini tengah memeluk nya.


"Baiklah pesanan mu segera siap nyonya..cups" ujar Mark mencium bibir Nelsy kemudian mulai melangkah menuju dapur.


Mark membuat kan Nelsy jus apel sesuai pesanan Nelsy..dia juga tak lupa membawa sepiring potongan buah dan puding.


Selesai dengan semua nya kini Mark kembali ke kamar nya dengan membawa serta pesanan Nelsy..dia melihat Nelsy sudah selesai menyusui jagoan nya.


"Auchhh baby..sakit sayang" ujar Mark dengan ekspresi tanpa dosa.


"Ck..diam lah dan ajak lah baby Grey bermain seperti nya dia tidak sabar untuk kau gendong lihat lah" kata Nelsy sambil melirik anak nya yang seakan paham dengan kehadiran Mark sang Daddy.


"Oh astaga.. jagoan Daddy mau di gendong hm..baiklah ayo sini Daddy gendong kita main ya nak" Mark mengangkat baby Grey ke dalam pelukan nya dan dia baringkan di pangkuan nya sambil diri nya duduk hingga baby Grey bisa dengan leluasa menjangkau wajah nya dengan tangan mungil nya itu.


Nelsy hanya melihat saja tanpa mau mengganggu waktu mereka..dia tak mau merusak momen indah di depan mata nya.


"Apa sayang..kau mau apa hm?"


"Kenapa..apa kau mau Daddy gelitiki sampai ngompol hm?"


"Sayang nya Daddy tampan sekali sih..mirip Daddy ya nak..iya hm..kita akan jadi kolaborasi terwah di antara para sepupu mu nanti..oh sayang Daddy gemas loh"


Dan masih banyak racauan yang Mark lontarkan seakan dia sedang berbincang dengan anak mereka..biarkan saja Mark mengeksplor kemampuan nya dalam berkomunikasi dengan buah hati nya.

__ADS_1


*


*


"Apa kita sudah sampai?" tanya seorang pria paruh baya yang saat ini telah sampai di hotel tempat nya menginap beberapa hari nanti.


"Sudah tuan..silahkan" jawab si supir membukakan pintu mobil untuk pria itu.


Setelah nya pria itu menuju kamar yang sudah dia booking untuk beberapa hari kedepan selama dia berada di negara ini.


Sampai lah dia di kamar..dia merebahkan tubuh nya karena lelah setelah melakukan perjalanan udara selama 9 jam kurang lebih nya.


"Ah sebentar lagi aku akan menjemput ladang uang ku..hahahaha aku tidak sabar akan hal itu baiklah sekarang aku harus beristirahat karena nanti malam aku akan menemui nya" ujar nya tersenyum senang dengan segudang rencana uang sudah terpatri di otak licik nya.


Benar saja setelah malam menjelang kini pria paruh baya itu hendak menuju kediaman menantu keluarga Bastian..dia akan memenuhi undangan dari Mark untuk datang dan menyelesaikan semua nya.


Tentu hal itu tidak akan dia lewatkan..bila perlu dia akan menjilat kaki Mark agar bisa mendapatkan uang lebih banyak.


Bukan kah dia tidak punya malu..oh astaga tidak bisa di percaya.


Dasar tua bangka mata duitan.


Sesampai nya di kediaman Mark..pria tua itu menekan bel pintu dan tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri nya melihat dari atas sampai bawah siapa kira nya orang di depan nya.


"Selamat malam tuan..maaf cari siapa?" tanya pelayan itu sopan.


"Tuan mu ada?" tanpa menjawab pertanyaan pelayan pria itu malah berbalik bertanya pada si pelayan.


"Ada..maaf anda siapa?" jawab si pelayan masih sopan menanyakan siapa pria itu.


"Panggilkan tuan mu aku sudah ada janji dengan nya" jawab si pria tua itu menyuruh si pelayan kemudian langsung masuk tanpa di suruh.


Cih tidak tau sopan santun dasar pria tua bau tanah.


Pelayan itu hanya menggeleng melihat ketidak sopanan si pria tua bau tanah itu dan masuk untuk memanggil tuan nya.

__ADS_1


__ADS_2