MY PSYCHOPATH LOVE

MY PSYCHOPATH LOVE
Ep_29


__ADS_3

Sebelum Bertemu Mark.....


"Kau benar-benar mengujiku bitchh" teriak perampok itu mulai menodongkan pistol itu di kening Nelsy namun secepat kilat Nelsy memutar pistol itu dan kini pistol itu sudah berada di tangan Nelsy.


Nelsy hanya terkekeh geli melihat ekspresi wajah perampok itu yang tampak ketakutan dan terkejut pasti nya.


"Aku atau kau yang akan menyesal hm?" tanya Nelsy menteri melihat wajah ketakutan perampok amatiran itu.


Perampok itu gemetaran karena pistol yang awal nya ada di tangan nya kini berpindah ke tangan Nelsy.


"Ma.. maaf.. maafkan aku" ujar si perampok itu sambil gemetaran.


"Maaf..sudah berapa lama kau bekerja seperti ini?" tanya Nelsy masih menodongkan pistol itu.


"Su..sudah sering nona..maafkan aku..aku tak akan berbuat jahat lagi hiks..ampuni aku hiks" tangis perampok itu pecah.


Nelsy hanya terkekeh geli benar dugaan nya sebenar nya perampok itu tidak lah berniat jahat hanya saja kurang nya lapangan pekerjaan di negara itu lah yang menyebabkan angka pengangguran meningkat dan banyak orang yang memutuskan untuk melakukan hal seperti ini.


"Berjanji lah ini yang terakhir kau melakukan hal seperti ini..jika aku menemukan mu lagi tengah berusaha berbuat hal seperti ini lagi maka saat itu juga pistol mu ini akan menembus kepala mu..sekarang pergi lah dan ini ambil lah cari pekerjaan yang layak apapun yang kau bisa selain berbuat seperti ini lagi mengerti" ujar Nelsy memberi sedikit ancaman dan bantuan ala kadar nya.


"N..nona..hiks terimakasih" peramapok itu berterimakasih kepada Nelsy.


"Sama-sama..kerja keras dengan tenaga mu akan membuat hidup mu jauh lebih berarti..masa kau kalah dengan orang hamil seperti ku..pergi lah kau masih muda dan masa depan mu masih panjang" ujar Nelsy memberi nasehat pada pemuda yang usia nya kira-kira masih 17 tahunan.


"Terimakasih nona hiks.. terimakasih" ujar si perampok pergi setelah mendapat pencerahan dari Nelsy.


Nelsy juga sudah meminta Prisilla untuk mencabut laporan pada polisi karena Nelsy merasa kasihan pada pemuda itu.


Prisilla menghampiri Nelsy dan memutar tubuh Nelsy untuk melihat apakah ada luka atau apa lah itu semacam nya.


"Are you ok Stevani?" tanya Prisilla khawatir dengan membolak-balik kan tubuh Nelsy.


"Im ok Prisilla" jawab Nelsy tenang dan hanya terkekeh melihat gurat kekhawatiran di wajah Prisilla.


"Kenapa kau membiarkan nya pergi?" tanya Prisilla heran karena Nelsy membiarkan penjahat itu pergi dan juga malah memberikan sedikit uang untuk perampok itu.

__ADS_1


"Dia tidak bermaksud jahat dia hanya di paksa keadaan..kita semua sama jangan langsung menghujat atau menilai orang hanya dari luar nya saja mengerti kawan?" ujar Nelsy menasehati.


"Kau hebat..dari mana kau belajar memegang pistol itu..aku kagum melihat wanita hamil seperti mu" tanya Prisilla benar-benar kagum dengan aksi Nelsy.


"Rahasia" jawab Nelsy yang langsung membuat Prisilla mencebik kesal.


#


#


Malam nya......


Mark terlelap karena dia lelah setelah seharian melakukan pencarian terhadap Nelsy.


Hari-hari Mark lewati hanya untuk mencari keberadaan Nelsy kemanapun hingga tak terasa bulan telah berganti bulan.


Tak terasa sudah 5 bulan Nelsy menghilang, kandungan Nelsy yang Mark rasa sudah menginjak bulan ke 8 sangat Mark rindukan momen dimana dia mengusap perut Nelsy yang dia tunggu-tunggu membuncit.


Namun takdir telah merenggut semua harapan nya untuk dapat melakukan hal itu dari nya..dia dulu berharap semoga dia bisa menemani Nelsy di masa-masa kehamilan nya sampai Nelsy melahirkan.


Tapi sekarang dia hanya bisa berharap semoga sebelum melahirkan Nelsy segera dia temukan.


Mark tidur dengan posisi memeluk baju Nelsy..dia hanya berharap semoga petunjuk segera dia temukan agar keberadaan Nelsy dapat dia temukan.


Dalam mimpi nya Mark tengah berada di suatu tempat entah dia juga tak tau..dia hanya melihat sebuah swalayan yang tak terlalu besar dan dia melihat sosok mungil di depan swalayan itu tengah melambai pada nya.


"Daddy" panggil sosok mungil itu pada Mark.


Mark tergerak dan mendekat ke arah sosok mungil itu..dia berjongkok dan memeluk sosok mungil itu dengan erat namun tak sampai melukai nya.


"Anakku..kau kah itu?" tanya Mark dengan tangis haru nya.


"Daddy jemput kami..kami merindukanmu" ujar si sosok mungil itu yang juga mengusap punggung Mark.


"Daddy akan menjemput mu nak.. beritahu Daddy kalian ada di mana..Daddy juga merindukan kalian" jawab Mark yang sangat merindukan Nelsy dan anak nya.

__ADS_1


"Daddy ikuti saja kata hati Daddy..hati Daddy akan menuntun Daddy untuk bertemu kami..segera lah jemput kami dad..kami sangat merindukan mu" ujar si sosok mungil itu kemudian menghilang.


Mari yang merasa kosong dalam diri nya baru menyadari bahwa sosok mungil itu sudah tiada di dalam rengkuhan nya.


Dia memanggil-manggil sosok mungil yang dia yakini adalah anak nya hingga terbangun dari tidur nya.


"Nelsy" panggil Mark ketika baru tersadar dari alam mimpi nya.


Mark mengusap wajah nya yang penuh keringat..dia melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.


Mark kemudian bangun dan mencuci wajah nya di kamar mandi..dia mengingat lagi tempat dimana dia bertemu sosok anak nya.


Hanya ada sebuah swalayan di mimpi nya entah lah karena daerah itu termasuk daerah yang jauh dari padat nya lalu lintas kota.


Mark mencari-cari di internet siapa tau ada menemukan swalayan itu di sana.


Pagi nya setelah selesai sarapan Mark menuju garasi rumah nya untuk mengambil mobil nya dan melajukan mobil nya menuju ke suatu daerah yang dia yakini dimana swalayan itu berada.


Perjalanan Mark menuju daerah itu terbilang lama karena daerah itu termasuk daerah pelosok yang belum dia atau tim nya kunjungi.


"Semoga di sana nanti aku menemukan petunjuk mengenai diri mu baby.. please bantu aku agar menemukan mu baby..aku sangat merindukan mu" ujar Mark bergumam dalam hati sambil berharap semoga dia bertemu Nelsy nanti.


Sepanjang perjalanan Mark hanya fokus mengemudi..sesekali dia melirik setiap swalayan yang dia jumpai siapa tau dia menemukan swalayan itu.


Tapi kembali lagi jika dia mengingat lagi lokasi dimana dia bertemu anak nya di dalam mimpi seperti nya bukan di sekitar jalanan yang dia lewati melainkan masih jauh dari lokasi yang dia lewati tadi.


Mark berhenti sebentar untuk merilekskan pikiran nya yang terus terisi oleh bayang-bayang anak nya dan Nelsy.


Dia berhenti dan menyandar di sandaran kursi kemudi..sejenak dia tersenyum saat melihat wajah polos anak nya yang semalam dalam mimpi nya.


"Daddy akan menemukan mu nak..Daddy janji" ujar Mark yakin akan menemani mereka.


Mark telah sampai di lokasi dia melihat swalayan itu dengan mata berbinar.


"Akhir nya aku menemukan nya" uajr Mark bergumam menatap swalayan di depan nya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1




__ADS_2