
"Arkhhh sialan kau Mark" teriakan seorang pria yang tengah kesakitan karena seorang pria lagi yang tak lain adalah Mark tengah melancarkan aksi nya.
"Kenapa..kau kesakitan Russell hahahaha sudah terlambat bagi mu untuk merintih kesakitan karena aku tak akan membiarkan mulut mu itu berkata-kata lagi" ujar Mark tertawa lantang namun tawa nya terdengar menyeramkan.
Max masih bergelut dengan para anak buah Russell..bagi Max itu tidak ada apa-apa nya karena bagi nya itu sangat mudah dia kalahkan.
Bughhhh....
"Arkhhhhhhh"
Sranggg.....
"Arkhhhhhhh"
Crakkkkk.....
"Arkhhhhhhh"
Teriakan Russell bagaikan lagu yang mengiringi kematian Russell.
Mark tak berhenti di situ saja..dia masih melakukan kegiatan favorit nya yaitu menguliti Russell hingga benar-benar polos.
Max menatap datar Mark yang masih asik dengan mainan nya..ini lah jika ada yang berani bermain-main dengan sahabat nya itu.
"Hahahaha Russell.. Russell.. dimana keberanian mu saat menyerang keluarga ku hah..dimana keberanian mu hingga membuat istriku pergi demi menyelamatkan nyawa nya juga nyawa anak ku hah..dimana bajingan dimana arghhhhhh..aku akan membunuhmu jika sampai istriku kenapa-kenapa brengsek...kau harus merasakan ketakutan yang sama kala kau menakuti istri ku yang saat itu sendirian entah kemana..kau tak ku ijinkan mati sebelum istriku di ketemukan dan itu arti nya siksaan untuk mu akan sangat amat pedih hahahahaha" teriak Mark meluapkan emosi nya pada Russell.
"Aku akan membuatmu memohon kematian mu setiap hari agar kau benar-benar tau seberapa kejam dan gila nya aku seorang psychopath yang tak kenal ampun..kau sudah pernah merasakan kekejian ku dulu tapi ternyata kau tak bosan dan ketagihan rupa nya..baik lah siksaan mu akan dimulai hari ini hahahaha.. hahahaha" sambung Mark dengan tawa nya yang begitu terdengar mengerikan.
Mark kembali menghajar Russell hingga Russell tak sadarkan diri.
Mark menyuruh anak buah nya untuk membawa Russel ke rumah penyiksaan milik Mark di negara M.
Sedangkan untuk Reisvan dia akan menjadi tawanan Gian karena Rey dan para tetua akan bergantian untuk menyiksa nya.
"Kau tau kau telah mengusik siapa tuan Reisvan?" tanya Gian dingin pada Reisvan yang menatap nya terbengong.
"Kau telah salah mencari lawan tuan..kau telah mengusik ketenangan keluarga Wilson dan kau tentu tau bukan siapa saja yang berani mengusik Keluarga Wilson maka akan berkahir seperti apa" tambah Gian memutar-mutar pistol yang tengah dia pegang.
__ADS_1
"Ma.. maafkan saya tuan..ta..tapi saya tidak mengusik keluarga anda..maafkan saya uhukkk" ujar Reisvan masih belum menyadari keadaan nya.
"Hahaha Martin coba kau jelaskan pada bedebah ini agar dia tau kesalahan yang telah dia perbuat" titah Gian pada Martin yang menyeringai melihat wajah babak belur tak terbentuk milik Reisvan.
"Baik tuan.. jadi begini tuan Reisvan Braghtin yang terhormat..anda telah mengusik istri dari tuan Mark Andrevis Ranvin yang tak lain adalah menantu dari keluarga Wilson sendiri..jika anda mencari tau lebih dulu siapa istri atau wanita yang dekat dengan tuan Mark maka anda tidak akan berkahir seperti ini..dan kesalahan yang paling besar yang sudah anda buat adalah anda telah menyelundup kan pelayan bayaran untuk meracuni keluarga tuan Bastian Richard yang tak lain adalah ayah dari nona Nelsy dan sekaligus mertua dari tuan Mark..juga sepupu dari nyonya besar Laura Richard Wilson yang tak lain adalah Istri dari tuan besar Reyhan Jade Wilson sendiri" jelas Martin menjabarkan status Mark dan Nelsy di keluarga Wilson.
Deg.......
Reisvan benar-benar tidak tau mengenai silsilah keluarga Wilson..dia sudah salah mencari lawan..harus nya dia mencari tau lebih dulu mengenai masalah yang dia yakini adalah adik nya sendiri yang memulai nya.
Kini menyesal pun tiada guna..di hadapan nya kini telah berdiri the next hungry lion yang memiliki kekejaman lebih dari hungry lion yang pertama..habislah sudah riwayat nya.
Di saat Reisvan tengah menyesali. semua perbuatannya satu tendangan mendarat mulus di perut nya.
Bughhhh.....
"Arkhhhhhhh..am.. pun arkhhhhhhh"
Reisvan merintih kesakitan saat Gian menendang perut nya hingga dia terbatuk darah.
#
#
"Stevani makan dulu yuk.. Aku udah masak tadi" ajak Prisilla yang tengah menyusun piring dan sendok di meja ruang makan di kontrakan Nelsy.
"Iyaa" jawab Nelsy atau Stevani dari kamar karena baru selesai mengeramas rambut nya.
Nelsy berjalan menuju meja makan..dia duduk dan mulai mengambil makanan yang sudah terhidang di meja makan.
Dia beruntung memiliki teman seperti Prisilla meski penakut tapi tetap setia kawan.
Selesai makan kini mereka bergotong royong untuk membersihkan meja makan..tugas Prisilla mencuci piring kotor sedangkan Nelsy dia melap meja makan.
Di ruang tamu mereka mengobrol sebentar sebelum tidur.. selesai mengobrol mereka menuju kamar masing-masing setelah mengunci pintu rumah pasti nya.
Nelsy membaringkan tubuh nya di ranjang yang muat untuk dua orang..ranjang itu terbilang sangat kecil namun nyaman.
__ADS_1
Nelsy membeli kasur untuk nya karena dia tidak mungkin membiarkan anak nya kedinginan dengan tidur di kasur yang tipis dan sudah usang itu.
Keesokan pagi nya Nelsy dan Prisilla sudah bersiap untuk berangkat kerja..Prisilla memasak untuk bekal mereka berdua..Nelsy tidak masalah asalkan dia juga dapat jatah makan nya.
Mereka sampai di tempat kerja..Nelsy mulai menuju kasir untuk mengecek pembukuan keuangan yang masuk setiap hari nya.
Sementara Prisilla dia juga tengah mengecek apa saja barang yang habis dan kosong di gudang.
Saat mereka tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing tanpa mereka sadari seseorang masuk kedalam swalayan itu dengan memakai penutup wajah juga sebuah tas ransel dan pistol di tangan nya.
Nelsy yang di todong pisau awal nya terkejut tapi setelah nya dia mengubah raut wajah nya menjadi datar.
"Cepat berikan semua uang yang ada di dalam laci.. cepat" ujar si perampok amatir membentak Nelsy.
"Aku tidak bisa" jawab Nelsy membuat orang itu geram dan melepas satu peluru pada langit-langit toko itu.
Dorrrr.......
Suara tembakan itu membuat Prisilla terkejut dan langsung berlari menuju depan untuk melihat ada apa..ketika dia sampai di depan dia di buat hampir jantungan karena Nelsy atau Stevani tengah di todong pistol oleh seseorang.
"Ya tuhan Stevani" pekik Prisilla tertahan takut membuat fokus perampok itu berantakan.
Dia tak mau Stevani menjadi korban atas keteledoran nya..dia diam-diam menelfon polisi untuk menggerebek perampok itu.
.
.
"Cepat serahkan atau kau akan menyesal" ujar si perampok itu.
"Benarkah..menyesal kenapa?" tanya Nelsy tanpa takut menatap tajam perampok itu.
"Kau benar-benar mengujiku bitchh" teriak perampok itu mulai menodongkan pistol itu di kening Nelsy namun secepat kilat Nelsy memutar pistol itu dan kini pistol itu sudah berada di tangan Nelsy.
Nelsy hanya terkekeh geli melihat ekspresi wajah perampok itu yang tampak ketakutan dan terkejut pasti nya.
"Aku atau kau yang akan menyesal hm?" tanya Nelsy menyeringai melihat wajah ketakutan perampok amatiran itu.
__ADS_1