
"Belum" jawab Grace singkat sambil mengalihkan pandangan ke arah lain karena di samping Nichole ada Max yang tengah menatap nya.
Oekk....
Oekk....
Semua orang tertegun mendengar suara nyaring tangis bayi dari dalam ruangan operasi.
Tak berapa lama kemudian pintu ruang operasi terbuka dan terlihat lah dokter yang menangani Nelsy keluar dari dalam dan tengah melepas masker dan sarung tangan yang dia gunakan untuk operasi tadi.
Mark segera menghampiri si dokter dan menanyakan kondisi sang istri.
"Bagaimana keadaan nya dok?" tanya Mark dengan kepanikan dan kekhawatiran yang tampak jelas di wajah nya.
"Huhhh..syukur lah baik bayi anda maupun istri anda semua nya baik-baik saja..tadi memang sempat mengalami kendala karena pasien mengalami pendarahan sewaktu dalam perjalanan hingga menyebabkan pasien kekurangan darah dan syukur lah ada pendonor sehingga kami bisa melakukan penanganan dengan segera..sebentar lagi anak anda akan di bawa ke ruangan bayi dan untuk ibu nya kondisi nya masih lemah juga masih dalam pengaruh obat bius mungkin beberapa jam lagi akan sadar..baik lah tuan dan nyonya sekalian saya pamit kembali ke ruangan saya..mari" ujar si dokter menjelaskan tentang kondisi bayi Mark dan Nelsy serta.
"Baik dok terimakasih" balas Mark menghela nafas lega dan berterima kasih.
Semua orang tampak bersyukur tak terjadi sesuatu yang buruk pada kedua nya..Mark luruh di lantai saat dokter telah pergi dari depan ruang operasi.
Dia teramat lega dan bersyukur karena Nelsy dan anak nya dalam keadaan baik-baik saja..dia akan mati jika kedua nya kenapa-kenapa.
"Bangun lah Mark..jangan begini..kau harus kuat dan berbahagia lah" ujar Arny menyuruh Mark bangun.
Mark tak menjawab dia hanya bisa bersyukur karena Tuhan masih menyayangi keluarga nya dan masih mau mendengar juga mengijabah doa nya.
Sesaat kemudian tampak dari dalam ruang operasi brankar Nelsy di dorong menuju ruangan VVIP agar Nelsy nyaman dan juga ruangan nya luas.
Seorang suster menggendong anak Mark dan Nelsy yang masih terbungkus kain bedong.
Si mungil sudah lahir.
"Tuan ini anak anda..tampan dan sangat menggemaskan" ujar si suster menyerahkan baby pada Mark.
Mark tampak kaku menggendong baby nya..dia gemetar hingga di bantu Arny agar baby tidak jatuh.
__ADS_1
"Terima kasih suster" jawab Arny karena Mark tak bisa berkata-kata.
"Mom.. anakku..dia jagoan ku mom" ujar Mark menatap tak percaya pada hasil mahakarya nya.
"Dia sangat tampan..seperti mu Mark..selamat untuk mu" ujar Arny sambil memegangi tubuh baby mungil itu.
Mark masih berusaha merilekskan tangan nya agar tak menyakiti anak nya..dia benar-benar kaku karena ini adalah pertama kali nya dia menggendong baby.
Mark mengikuti brankar Nelsy menuju ruangan VVIP..dia menyerahkan baby nya pada Arny karena dia mau mendorong brankar Nelsy.
"Baby.. terima kasih..aku mencintaimu baby" ujar Mark sambil mendorong brankar itu dan memasuki ruangan VVIP.
Setelah nya Mark duduk di samping Nelsy setelah memastikan suster melakukan tugas nya dengan benar.
Mark memegang tangan Nelsy dengan lembut..dia kecupi tangan itu berkali-kali tak perduli dengan para manusia di sana yang dia perdulikan hanya Nelsy.
"Terima kasih baby.. terima kasih untuk kado nya..aku mencintaimu baby sangat mencintaimu..cups" ujar Mark benar-benar tulus mengungkapkan perasaan nya tak peduli dengan orang di ruangan itu.
#
#
"Baby kau sudah sadar..apa yang kau rasakan baby?" ujar Mark melihat Nelsy membuka mata nya.
"By..haus" ujar Nelsy lirih meminta minum.
Mark dengan sigap mengambilkan minuman untuk Nelsy..dia membantu Nelsy meminum air hingga tersisa setengah nya.
Selesai dengan minum nya kini Nelsy masih berbaring namun posisi nya seperti duduk karena ranjang nya Mark naikan sedikit agar memudahkan Nelsy.
"Sayang selamat ya nak..kau sudah menjadi mommy..mommy punya cucu dia sangat tampan" ujar Arny menyerahkan baby ke pelukan Nelsy karena seperti nya baby haus.
Mark yang tau gelagat anak mau itu akhirnya meminta orang-orang untuk keluar dari ruangan itu..dia tak mau mainan nya di lihat orang lain sekalipun itu mertua nya sendiri.
"Maaf semua nya mohon keluar dulu karena Nelsy mau menyusui anak kami" ujar Mark yang mendapat pelototan dari Bastian dan Nichole.
__ADS_1
"Sudah ayo keluar dulu..biarkan Nelsy dan Mark mengatasi nya" ujar Rey yang tau gelagat Mark karena dulu dia juga seperti itu pada Laura.
Akhirnya mereka keluar dari ruangan Nelsy..Mark membantu menggendong baby nya sembari menunggu Nelsy melepas dua kancing baju pasien nya agar mainan nya menyembul keluar dan memudah kan baby menghisap nya.
Tahan Mark..jangan cari masalah itu bagian anak mu kau bisa nanti-nanti..huftt.
"Apa kau sudah menamai anak kita by?" tanya Nelsy di sela-sela memberikan ASI pada si mungil nan gembul itu.
"Sudah ada nama baby..apa kau tidak apa-apa jika aku tak memakai marga Wilson ataupun Richard di belakang nama anak kita?" tanya Mark bermaksud tak menyinggung.
"Tidak apa-apa by..kau ayah nya akan lebih pantas jika anak kita menyandang marga mu dari pada keluarga ku..jangan merasa tidak enak hati" ujar Nelsy tersenyum menjelaskan.
"Terima kasih baby kau sudah mengerti diriku" ujar Mark mengecup kening Nelsy.
"Jadi?" tanya Nelsy tak sabar.
"Greyson Veer Ranvin.. bagaimana kau suka?" Mark menyebutkan nama anak mereka dan bertanya pendapat istri nya.
Nelsy tersenyum dan mengangguk..dia suka nama yang Mark berikan pada anak mereka.. benar-benar ayah terbaik.
"Aku suka by..nama nya bagus" uajr Nelsy suka dengan nama pemberian Mark.
"Aku mencintaimu baby..aku mencintai kalian" ujar Mark memeluk Nelsy dan mengelus pipi gembul anak nya.
Anak Mark termasuk besar entah apa yang Nelsy makan selama hamil, mungkin Mark sangat memanjakan Nelsy selama dalam pengawasan nya itu.
Bayi laki-laki yang sehat serta gembul itu mampu membuat siapapun gemas dan ingin menggigit pipi mochi nya.
"Dia sangat tampan by..kenapa dia sangat mirip dengan mu sih..ck aku tidak kebagian" ujar Nelsy mencebik kesal karena tak mendapat jatah apapun pada diri anak nya.
"Hahaha sudah baby..dia tetap anak kita..mau mirip siapapun asalkan tidak mirip orang lain saja aku tidak masalah..benar kan jagoan" ujar Mark tak mau membuat Nelsy kesal.
Jujur dalam hati nya dia tak menyesal sudah merenggut kehormatan Nelsy meski dengan cara licik yaitu memperkiosa saat Nelsy tak sadarkan diri.
__ADS_1
Rupa nya buah dari perbuatan nya itu sangat sempurna..lihat lah dia sangat mirip seperti diri nya.
"Benihku sangat unggul" batin Mark bangga dengan mahakarya nya.