
Grace di bawa ke rumah sakit karena mengingat darah yang keluar sangat banyak..Willy menghubungi Rey untuk memberitahukan keadaan Grace.
Rey tampak khawatir namun dia berusaha tenang..dia belum tau ada apa dengan keluarga Willy saat ini..nanti saja jika sudah mereda baru dia akan menanyakan kebenaran dari kejadian ini.
Willy dan yang lain nya menunggu Grace di depan ruang penanganan..tak berapa lama kemudian seorang suster keluar dengan raut wajah cemas menghampiri keluarga Grace.
"Keluarga pasien?" tanah si suster.
"Saya ayah nya suster.. bagaimana keadaan nya?" tanya Willy menghadap suster itu.
"Begini tuan..golongan darah pasien sangat langka di rumah sakit ini..apa di antara kalian ada yang sama golongan darah nya dengan pasien?" tanya si suster menjelaskan juga tampak tergesa di kejar waktu.
"Memang apa suster?" Willy penasaran dan berharap semoga punya dia cocok.
"B+ tuan..apa ada di antara kalian yang sama kami butuh secepat nya" jelas si suster nya menyebut kan golongan darah Grace.
Tampak mereka menghela nafas nya panjang..tak ada yang cocok..Nelsy mengikuti darah ayah Willy tuan Wiliam namun dia sudah meninggal jadi dia harus mencari kemana..ya tuhan.
Sedangkan Willy, Gerald dan istri nya berbeda..memang darah Grace mengikuti ayah Willy dan kini mereka begitu bingung harus mencari kemana.
Di saat mereka tengah bingung mencari dan berusaha tampak dari arah samping Rey, Nelsy, Mark dan Max berjalan dengan sedikit tergesa menghampiri keluarga Grace.
"Will" panggil Rey saat sudah dekat dengan Willy.
Willy dan yang lain nya menoleh dan mendapati anggota keluarga nya dan pria yang sangat tidak ingin mereka lihat tengah berada di sana juga.
"Rey..bantu aku Rey" ujar Willy memeluk Rey.
"Ada apa..apa yang bisa ku bantu?" tanya Rey menepuk-nepuk punggung Willy.
"Grace.. Grace kehilangan banyak darah Rey..kami tidak ada yang cocok karena darah nya mengikuti ayahku B+..aku tak tau harus mencari kemana darah itu Rey" jelas Willy dengan lirih.
__ADS_1
"Uncle ambil darah ku kebetulan darahku sama dengan nya" sela Max yang memang kebetulan darah nya sama dengan Grace dan dia juga khawatir dengan keadaan Grace.
Willy hanya memandang dengan tatapan aneh dan itu di sadari oleh Rey..Rey seakan menyadari bahwa mungkin ada sesuatu yang terjadi antara Willy dan Max tapi hilangkan dulu ego demi nyawa Grace.
"Terima lah demi Grace..hilangkan dulu ego kalian pikirkan anak kalian yang tengah berjuang di dalam sana" ujar Rey menyarankan yang terbaik.
"Huhhh..baiklah suster periksa dia seperti nya darah nya sama dengan anak ku" ujar Willy meminta suster untuk memeriksa darah Max.
"Baik tuan.. mari tuan ikut saya" jawab si suster meminta Max mengikuti nya.
#
#
"Darah anda cocok tuan..kami hanya butuh 2 kantong darah saja.. bagaimana?" jelas si suster pada Max.
"Ambil sebanyak yang kalian butuhkan sus..selamat kan dia" balas Max.
Jarum Sudja menembus nadi Max..darah mulai mengalir tanpa bisa di cegah.
"Sus..boleh saya tanya sesuatu?" tanya si Max penasaran akan sesuatu.
"Boleh tuan..memang apa?" jawab si suster ramah sambil membenarkan selang dan kantong penampung darah nya.
"Bagaimana kondisi nya..apa parah?" tanya Max khawatir dengan kondisi Grace.
"Nona Grace maksud nya tuan?" tanya si suster menebak.
"Iya sus"
"Kondisi nona Grace memprihatinkan tuan..sayatan di pergelangan tangan nya cukup dalam namun tak sampai memutus nadi nya..beruntung nona segera Adi bawa ke rumah akut hingga kami bisa menangani nya lebih cepat..juga beberapa waktu lalu nona sempat mengalami keguguran dan berimbas pada mental nya hingga kini kondisi mental nona masih harus kami pantau karena bisa sewaktu-waktu terjadi hal seperti ini..mungkin itu yang membuat nona menyakiti diri nya sendiri hingga menyayat pergelangan tangan nya sendiri" jelas si suster mengenai kondisi Grace.
__ADS_1
"Keguguran..membagi dia sudah menikah sus..setau saya dia belum menikah dan baik-baik saja karena kami sempat menghabiskan waktu bersama saat di sana bersama dengan keluarga nya" kaget dan terkejut Max tak menyangka bahwa Grace ternyata pernah keguguran.
"Maaf tuan..apa hubungan anda dengan nona karena kami tidak bisa sembarangan memberikan informasi penting tentang nona pada orang lain" ujar si suster kemudian berlalu.
Max hanya diam seperti nya dia semakin mengerti kenapa Grace belum juga memikirkan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis..apa yang sudah gadis itu alami selama ini..kenapa dia begitu pintar menyembunyikan luka hati nya di depan mereka semua.
Max hanya tak mengerti dengan satu hal..keguguran..apa sudah begitu jauh Grace bergaul hingga kebablasan seperti ini..ya tuhan kenapa otak nya berpikir bahwa Grace adalah wanita nakal.
"Ya tuhan pikiran macam apa ini..ck" Max berdecak karena memikirkan hal yang belum pasti.
Sementara itu di depan ruangan Grace tampak Rey dan Mark tengah menahan geram setelah mendengar cerita sesungguh nya dari Willy..benarkah yang mereka dengar ini.
"Bagaimana bisa dia melakukan hal sebejat ini bahkan sampai melupakan nya..bajingan itu harus aku beri pelajaran" ujar Mark geram dengan pria itu yang sangat dia kenal.
"Tenang by..ini di rumah sakit tahan emosi mu" Nelsy berusaha menenangkan Mark karena dia tau jika Mark marah bisa lepas kendali.
Mark berusaha menekan emosi nya agar tak membuat kekacauan di rumah sakit..tahan dia akan menghajar nya jika Grace dan keluarga nya sudah dia amankan agar si brengsek itu tau rasa bersalah.
"Uncle setelah Grace sembuh sebaiknya kalian berlibur dulu.. Aku akan memberi nya pelajaran agar dia sadar.. tenang saja aku akan membuat nya benar-benar menyesal" ujar Mark tanpa keraguan sedikit pun.
"Baiklah uncle serahkan semua pada mu karena kau yang lebih tau mengenai dia" Willy pasrah karena Mark benar mereka harus memberi pelajaran berharga pada bajingan itu agar tak semaunya sendiri melupakan kesalahan besar nya.
Beberapa waktu berlalu tak terasa Grace sudah di selesai mendapatkan penanganan juga Max sudah beristirahat sejenak karena efek dari pendonoran darah nya membuat tubuh nya lemas juga kepala nya pusing.
"Kau sudah bangun?" tanya Mark yang menyempatkan diri untuk melihat keadaan Max.
"Hm..apa Grace baik-baik saja?" tanya Max yang masih merasa pusing dan lemas namun penasaran dengan keadaan Grace.
"Dia sudah pergi" jawab Mark kemudian pergi meninggalkan Max dengan sejuta kebingungan yang menerpa nya.
"Apa maksud nya dia sudah pergi?" gumam Max masih belum mengerti ucapan Mark.
__ADS_1