
"Dia sudah pergi" jawab Mark kemudian pergi meninggalkan Max dengan sejuta kebingungan yang menerpa nya.
"Apa maksud nya dia sudah pergi?" gumam Max masih belum mengerti ucapan Mark.
Max masih memikirkan ucapan Mark yang mengatakan bahwa Grace sudah pergi dia masih belum mengerti dengan ucapan Mark..maksud nya pergi bagaimana kemana astaga.
"Pergi..kemana..ya tuhan atau jangan-jangan.......tidak..tidak mungkin" setelah lama berpikir akhirnya Max mulai memahami maksud Mark mengatakan pergi.
Max mencabut selang infus nya kemudian berjalan dengan sempoyongan dan berpegang pada dinding sepanjang lorong agar tubuh nya tak jatuh ke bawah.
Kepala nya masih pusing badan nya juga masih lemah..dia berusaha untuk berjalan hingga sampai lah dia di ruangan dimana Grace berada tadi namun sudah sepi.
"Kemana semua orang?" batin nya mendadak pucat saat menyadari sesuatu.
"Tidak mungkin bukan..ya tuhan jangan sampai dugaan ku benar" gumam Max sambil berusaha berjalan memasuki ruangan itu namun kosong tak ada sesiapapun di sana.
Deg.....
Tiba-tiba perasaan nya menjadi tak menentu..antara sedih,marah dan kehilangan..apa dia sudah memiliki perasaan pada Grace bahkan dia baru putus dengan kekasih nya beberapa waktu ini.
Grace bahkan tak memiliki hubungan apapun dengan nya tapi kenapa rasa nya ada satu ikatan yang membuat nya merasa memiliki sesuatu yang ada pada diri Grace.
Max mencari kesana kemari namun tak ada sesiapa pun yang bisa dia temui..dia menuju parkiran dan melihat mobil Mark yang baru saja meninggalkan tempat parkir tanpa bisa dia cegah.
Semakin bingung lah Max di buat nya..dia tak mengerti dengan keadaan ini tapi satu yang pasti dia rasakan yaitu cemas.
"GRACEEEE" Max berteriak memanggil nama Grace dan terduduk di lantai.
#
#
"By apa kau yakin dengan rencana mu ini?" tanya Nelsy ingin memastikan.
"Yakin baby..aku tau dia seperti apa..nanti jika dia datang ke rumah kau jangan keluar kamar ya biar aku yang mengurus dan menyadarkan kesalahan nya" jawab Mark tersenyum mengusap lembut kepala Nelsy.
__ADS_1
"Baik lah tapi jangan sampai terluka..aku tak mau Daddy anakku kenapa-kenapa" pesan Nelsy agar Mark tak sampai terluka.
Setelah sampai di rumah mereka memasuki kamar mereka..Nelsy mengambil baby Grey dulu di kamar baby Grey..dia belum bisa tidur terpisah dari baby Grey.
"Biar baby Grey sama saya saja sus..kau boleh istirahat" ujar Nelsy mengambil baby Grey dan meminta suster beristirahat.
"Baik nona terima kasih" bala si suster permisi setelah membereskan box baby Grey tadi.
Nelsy menuju kamar nya dan masuk kedalam..dia melihat Mark baru selesai dari kamar mandi untuk mengganti pakaian nya dengan pakaian santai.
"Baby apa jagoan sudah tidur?" tanya Mark mendekati Nelsy dan mengambil alih baby Grey kemudian dia ciumi pipi tembem nya itu.
"Sudah by..aku ganti pakaian dulu ya" jawab Nelsy sambil berlalu menuju kamar mandi.
Nelsy mengganti pakaian nya dengan hanya menggunakan kaos crop dan celana hot pants saja karena ini sudah malam dan waktu nya bagi mereka untuk istirahat toh tidak ada yang akan datang bukan.
Nelsy keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan pakaian santai nya dan itu sukses membuat Mark menatap lapar pada istri kecil nan sekseh nya itu.
"Menurut mu?" jawab Nelsy mengerlingkan mata nya genit menggoda Mark.
Mark meletakkan baby Grey ke dalam box nya karena sudah sangat lelap dan itu membuat nya semakin bebas untuk menghajar istri nya yang sudah berani menggoda nya itu.
Mark mendekati Nelsy dan merengkuh pinggang nya kemudian dia dekat kan pada tubuh nya hingga menempel sempurna.
Mark mencium ceruk leher Nelsy dan men jil Lat nya pelan hingga membuat Nelsy mendessyah merasakan sengatan gairrah yang mulai mengaliri seluruh sel-sel dalam tubuh nya.
"Aahh.. Mark" desyah Nelsy memanggil Mark dengan mata menuntut sesuatu.
"Yes baby katakan" jawab Mark namun tangan nya masih menyusuri lembah terlarang istri nya.
__ADS_1
"I want you by" ujar Nelsy yang sudah berkabut.
"As you wish baby"
Mark langsung melepas semua yang melekat pada kedua insan itu dan memulai pergulatan panas di atas ranjang mereka hingga peluh mulai membasahi kedua tubuh itu.
Mark selesai mencapai pe lepas san dan membaringkan tubuh nya di samping Nelsy..mereka sama-sama mengatur nafas yang kian memburu..setelah puas mereka terlelap karena hari sudah semakin malam jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam hingga tak terasa berapa jam mereka lewati hanya untuk penyatuan itu.
Keesokan pagi nya tampak sebuah mobil telah terparkir didepan halaman rumah Mark.. mobil itu berhenti di depan gerbang dan tak lama kemudian terbuka lah pintu mobil itu dari sisi kemudi.
Seorang pria tampan yang saat ini telah keluar dari mobil menunjukkan wajah tak terbaca nya melihat rumah di depan nya.
Pria itu masuk dan mencari keberadaan Mark melalui pelayan di rumah itu sementara dia duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu dengan perasaan tak menentu.
Pria itu sesekali melirik ke arah lantai atas untuk menantikan kehadiran Mark yang dia tunggu.
Mark datang dengan sudah rapih namun tak kemana-mana karena dia adalah pengangguran kaya yang tak akan jatuh miskin.
Ck..lebay lu Thor.
"Ada apa kau kemari pagi-pagi sekali?" tanya Mark tanpa ekspresi menatap wajah sahabat rasa saudara nya.
"Mark.. beritahu aku apa maksud mu mengenai Grace yang sudah pergi" tanya Max yang masih penasaran dengan ucapan Mark malam kemarin.
Mark hanya tersenyum sinis melihat wajah kacau sahabat nya..masuk kau brengsek..batin Mark.
"Apa peduli mu?" tanya Mark masih santai menghadapi Max.
"Mark.. pleaseee katakan saja jangan banyak bicara" tekan Max yang menahan geram nya sedari tadi.
"Untuk apa aku mengatakan nya padamu..memang kau siapa nya suami..bukan kan..pacar..juga bukan kan..lalu untuk apa aku mengatakan nya pada mu bukan kah kau sudah melupakan nya jadi lebih baik seperti ini saja seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak saling mengenal" jelas Mark membuat Max menatap tajam Mark yang berbicara kenyataan nya.
Max mendekati Mark dia mencengkram baju Mark dengan tatapan mata yang seakan mampu mengikutinya namun hanya Mark tanggapi dengan santai.
"Kau jangan mengujiku brengsek" ujar Max geram dengan sikap Mark yang sangat santai.
__ADS_1
"Kau mau apa.. memukul ku..silahkan" tanya Mark hanya terkekeh melihat sikap sahabat nya yang semakin marah karena sikap nya.
"Katakan dimana dia Mark" tanya Max sekali lagi dengan nada menahan emosi.