
Di saat Sashya hendak meninggalkan si penabrak itu tiba-tiba si penabrak bangun dan menarik rambut Sashya hingga Sashya terhuyung ke belakang karena tarikan si penabrak benar-benar kencang.
"Arkhhhhhhh sakitttttt" teriak Sashya sambil memegangi rambut nya yang semakin di tarik.
"Kau pikir bisa pergi setelah membuatku merasa terhina akan ucapan mu hah..kau harus ku beri pelajaran dasar miskin" teriak si penabrak benar-benar marah kali ini.
Plakkkk....
"Arkhhhhhhh..kau..apa yang kau lakukan?" teriak si penabrak yang merasakan pipi nya panas akibat pemersatu lima jari milik seseorang yang mendarat di wajah nya.
"Kenapa.. kau mau lagi?" tanya si penampar dengan santai nya.
"Siapa kau hah.. berani sekali kau menamparku" tanya si penabrak marah pada si penampar karena sudah berani lancang.
"Aku..hahaha aku saudara nya..why?" jawab si penampar santai.
"Arkhhhhhhh aku akan membunuhmu SIALANNNN" teriak si penabrak kesal.
Tanpa menghiraukan si penabrak si penampar yang tak lain adalah Alice menggandeng tangan Sashya meninggalkan tempat itu.
"Mau kemana kau hah.. urusan kita belum selesai yaaaakkk" teriak nya lagi karena tak di hiraukan.
"Diam lah atau tenggorokan mu mau di tampar juga..berisik sekali sih..mau ku cincang kau atau kau mau bermain dengan para kucing menggemaskan milik saudara ku?" kesal karena si penabrak teriak-teriak akhirnya si penampar menggertak si penabrak yang masih berteriak.
Si penabrak hanya diam tak berani menyahut namun mata nya memancar kemarahan yang meluap-luap Ingin segera dia muntah kan pada si penampar dan si korban tabrak nya.
"Awas kalian" ancam nya lalu pergi meninggalkan kerumunan itu.
Sementara Alice dan Sashya mereka hanya menatap datar kepergian si penabrak dengan malas..sudah takut tapi masih sok-sokan berani, mengancam konon memang dia pikir mereka takut apa.
"Ayo pulang saja..apa kepala mu sakit..kita ke dokter saja bagaimana?" ajak Alice dan bertanya mengenai kepala Sashya yang tadi di cengkram rambut nya.
__ADS_1
"Sedikit pusing tapi sudah lah tidak apa-apa..aku hanya butuh istirahat" jawab nya tak mau membuat Alice khawatir.
"Baiklah..ayo kita pulang saja"
Mereka meninggalkan toko pakaian itu dan menuju tempat parkir..kedua nya memasuki mobil dan melesat meninggalkan gedung itu.
Saat mereka keluar tampak sepasang mata yang menatap mereka dengan penuh kebencian..mata itulah memancarkan api kemarahan yang meluap-luap..dalam otak nya sudah tersusun rencana untuk membalas dendam karena dia sudah di permalukan habis-habisan oleh kedua nya.
Pemilik mata itu mengikuti kepergian kedua target nya..tampak si target berhenti di sebuah toko kue..senyum seringai muncul dengan apik di bibir iblis nya.
"Pucuk di cinta.. akhir nya aku memiliki kesempatan untuk menghabisi kalian hahaha" gumam nya sambil masih terus melihat target operasi nya.
#
#
"Alice..kenapa kau di sini nak..kau sakit kenapa baju mu banyak darah nya..hey ada apa sayang?" tanya Arny yang melihat keponakan atau anak Deril tengah duduk menatap ruangan di depan nya dengan pandangan kosong.
"Siapa dia.. menyelamatkan mu bagaimana nak..ceritakan pada Aunty..tenang dulu jangan seperti ini" ujar Arny menenangkan Alice yang masih tampak syok.
Tak berapa lama kemudian dari arah berlawanan tampak seorang pria tampan berlari tergesa-gesa mendekati mereka dengan raut kekhawatiran yang jelas tergambar di wajah nya.
"Sayang" panggil si pria itu pada Alice.
Alice menoleh dan melihat pria pengisi hari nya tengah berjalan dengan khawatir ke arah nya..Alice melepas diri dari Arny dan menerjang pria nya sambil terisak-isak.
"What happen..are you ok..kau tak kenapa-kenapa kan..ada yang luka..apa perlu kita cek ke dokter?" tanya si pria memberondong pertanyaan pada sang pujaan hati karena rasa khawatir nya.
"Hiks..hiks..aku baik-baik saja Al.. Sashya..hiks dia menyelamatkan ku dana mengorbankan diri nya sendiri hiks..huhuhu" kata Alice menceritakan garis besar nya.
"Ssstt it's ok..semua akan baik-baik saja.. percaya lah" ujar nya menenangkan calon istri nya yang masih tampak syok.
__ADS_1
Skip......
"Baby..apa aku boleh memeluk mu?" tanya Mark yang sudah kembali dari markas kematian dan sudah rapih plush wangi.
"........" hening tak ada suara dari Nelsy karena dia masih mendiamkan Mark.
"Sorry baby" Mark meminta maaf berkali-kali dan tak memaksa Nelsy untuk memaafkan nya.
Mark hanya diam di samping ranjang Nelsy dengan menggenggam tangan Nelsy menyalurkan kekuatan pada istri nya..dia tau kenyataan pahit ini membuat Nelsy benar-benar hampir frustasi.
Ya setelah sadar lagi Nelsy lagi-lagi frustasi hampir patah semangat jika tidak di ingatkan mengenai baby Grey..dia kini sudah menerima keadaan nya.. tidak permanen dan masih ada kesempatan untuk sembuh.
Nelsy benar-benar terpuruk dan sakit hati karena mengingat lagi kejadian sebelum nya..huh benar yang Mark kira sakit hati tidak akan semudah itu untuk sembuh biarpun sembuh pasti ada bekas nya dan itu butuh waktu lama agar benar-benar hilang.
Mark masih setia menunggu Nelsy meski kehadiran nya di tolak oleh Nelsy tidak apa..dia tidak masalah yang penting dia bersama Nelsy dan bisa minat wajah cantik nan sayu milik istri nya itu.
Mark menuju sofa untuk merehatkan tubuh nya yang lelah setelah melakukan per mut til asian pada para bajingan itu..Mark merebahkan tubuh nya di sofa karena Nelsy sudah tertidur.
Besok lah dia akan meminta baby Grey kemari sebentar agar Nelsy memiliki semangat dan bisa tersenyum lagi meski bukan dia yang membuat nya tersenyum setidak nya dia masih bisa melihat wajah cantik istri nya.
Mereka terlelap hingga sore menjelang..Mark terbangun karena mendengar suara dari Nelsy yang tengah berusaha meraih tiang infus nya..dia segera bangun dan membantu Nelsy dengan cara menggendong nya ke kamar mandi karena dia tau pasti Nelsy ingin ke kamar mandi.
Nelsy menolak Mark berkali-kali namun Mark menulikan telinga nya dan tetap membantu Nelsy..dia tidak apa-apa jika di aniaya oleh Nelsy asalkan Nelsy tidak mendiami nya saja itu sudah cukup bagi Mark.
"Jika sudah selesai panggil aku..aku ada di depan pintu.. hati-hati cups" pesan Mark agar Nelsy memanggil nya saat selesai dengan urusan nya.
Mark tak lupa mencuri kecupan di bibir Nelsy dan membuat Nelsy benar-benar kesal hingga berteriak.
"MARK SIALANNNN"
Begitu lah teriakan yang Nelsy suarakan dia benar-benar kesal dengan perbuatan Mark.
__ADS_1