MY PSYCHOPATH LOVE

MY PSYCHOPATH LOVE
Ep_45


__ADS_3

"Baby sejak kapan itu?" tanya Mark serius.


"Sejak 30 menit yang lalu dan ini ke dua kali nya..sudah lah tidurkan baby Grey di ranjang kita saja seperti nya dia ingin tidur dengan kita" ujar Nelsy menyarankan.


"Baiklah" Mark akhir nya menidurkan baby Grey di ranjang mereka.


Mark meletakkan baby Grey perlahan takut terbangun lagi..dia harus memeriksa keadaan bekas jahitan Nelsy astaga dia merasa tidak berguna sebagai seorang suami.


Bagaimana tidak lihat lah Nelsy bahkan repot sendirian untuk menenangkan anak nya sedangkan dia malah sibuk mengurus eksekusi si Rikasya.


"Baby maaf" ujar Mark sambil mengambil kotak p3k dan dia letakkan di meja sisi samping sofa di kamar nya.


Mark duduk dan menyuruh Nelsy untuk membuka baju nya karena dia akan mengobati luka bekas jahitan Nelsy yang terbuka lagi.


"Buka baju nya baby.. Aku akan mengobati luka nya..aku benar-benar minta maaf baby" kata Mark dengan wajah penuh sesal.


"Baiklah.. tidak usah menyalahkan diri sendiri by..ini bukan salah siapa-siapa ini salah keadaan" ujar Nelsy membantah karena ini memang bukan salah Mark.


Nelsy membuka baju nya dan kini hanya tersisa kacamata pembungkus nutrisi bagi baby Grey.


Mark tak menghiraukan pemandangan indah itu saat ini dia hanya fokus pada luka Nelsy yang memang mengeluarkan darah..Mark ambil tisu dan dia lap darah yang keluar dari bekas jahitan Nelsy.


Perlahan takut menyakiti Nelsy..jujur dia tidak tega melihat ekspresi Nelsy yang kesakitan menahan setiap usapan di bekas jahitan nya.


"Sorry baby..tahan sebentar ya..aku akan pelan-pelan" ujar Mark mau tidak mau memberanikan diri untuk tega melakukan perawatan pada luka Nelsy karena jika di biarkan akan berbahaya bagi Nelsy.


Mark mengambil antiseptik dan dia balurkan pada luka Nelsy menggunakan Cutton bud perlahan takut membuat Nelsy menjerit meski sebenarnya Nelsy ingin sekali menjerit karena perih yang dia rasa di bekas jahitan nya begitu menggigit.


Selesai dengan urusan perawatan luka nya kini Nelsy hanya menggunakan baju crop top yang memperlihatkan perut nya.



Mark juga berganti pakaian dengan menggunakan kaos putih polos dan celana pendek..dia tak akan kemana-mana lagi karena dia sudah menyerahkan semua pada anak buah Gian.



"Baby kau sudah makan?" tanya Mark ketika sudah keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju santai ala-ala rumahan.


"Sudah by tadi..tadi bibi mengantarkan makanan ke kamar..mommy dan daddy sedang ada urusan di luar begitu juga dengan para uncle..jadi mana mungkin aku menghalangi mereka" jawab Nelsy menjelaskan.

__ADS_1


"Baiklah sekarang istirahat lah..sorry baby aku telah membuat mu susah..I'm so sorry" ujar Mark memeluk Nelsy dengan segudang perasaan sesal nya.


"Hey it's ok" Nelsy mengelus punggung Mark dan menenangkan nya agar Mark tak selalu merasa bersalah.


Mark menenggelamkan wajah nya pada dada Nelsy..dia memeluk Nelsy erat namun tak sampai menyakiti nya.


#


#


"Apa kau mau ikut denganku?" tanya Alice pada wanita yang Nichole tolong.


"Tidak terima kasih" jawab nya sopan.


"Baiklah nanti tidak apa-apa kan aku tinggal sebentar.. tidak lama hanya 2 jam saja" jelas Alice pada wanita itu.


"Iya tidak apa-apa" jawab nya mengerti.


Alice bersiap berangkat menuju suatu tempat yang sudah dia janjikan dengan tunangan nya..Alice akan berkencan dengan tunangan nya..dia tak bisa membatalkan janji nya karena bagaimanapun juga wanita itu sudah bisa di tinggal-tinggal dan keadaan nya sudah jauh membaik.


Setelah beberapa bulan di rawat oleh Alice dan hidup bersama akhirnya wanita itu sembuh dari penyakit mental nya.


Mungkin nanti jika sudah sedikit lengang dia akan muncul di hadapan wanita itu..dia juga sedang memantau pria yang waktu itu mencari keberadaan wanita itu.. Nichole hanya tak mau wanita itu mengalami nasib yang naas..adik nya juga seorang perempuan mana tega dia melihat sesama perempuan baik menderita.


Wanita yang di ketahui bernama Sashya Arguelo itu hanya hidup dengan kakak kandung nya saja namun sang kakak salah masuk pergaulan hingga membuat nya terjerumus ke dalam dunia penuh dosa hingga mengorbankan adik nya Sashya.


Sashya bukan lah wanita lemah dia hanya terlalu banyak tekanan dan siksaan hingga mental nya bermasalah bahkan sempat melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang berusaha mendekati nya.


"Semoga kakak sudah masuk penjara" ujar nya dingin menatap kosong luar jendela.


Belum sepenuh nya sembuh namun dia bisa mengendalikan diri nya..jika situasi nya salah maka sisi bar-bar nya akan menguasai diri nya tapi jika situasi nya aman diri nya yang lemah lembut dan penuh keceriaan akan mewarnai sekitar.


Next......


"Grace temani aku makan siang.. Aku tak ada teman makan" ujar Max meminta Grace menemani nya makan siang.


"Kenapa harus aku?" tanya Grace menatap heran pada Max.


"Karena hanya kau yang ada di sini" jawab Max santai dan menarik tangan Grace keluar menuju mobil nya.

__ADS_1


"Hey.. apa-apaan ini?" kesal Grace yang seenak nya main di tarik tangan nya.


"Sudah diam atau ku cium kau" ancam Max membuat Grace langsung bungkam.


Max tersenyum kecil melihat Grace terdiam tak berdaya karena ancaman nya dia senang setidak nya dengan begini dia bisa dekat dengan Grace.


Di restoran Max dan Grace duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana..mereka memesan makanan karena tiba-tiba perut Grace juga lapar lagi.


"Kau sudah memiliki kekasih?" tanya Max pada intinya.


"Apa penting?" jawab Grace balik bertanya.


"Jawab saja kenapa sih" kesal karena pertanyaan nya selalu di balik dengan pertanyaan lain oleh Grace.


"Ck..dasar pemaksa" Grace menggerutu kesal.


"Hey jadi bagaimana yes or no?" tanya Max sekali lagi.


"No" jawab Grace singkat sambil meminum jus nya.


Max bersorak dalam hati karena dia merasa tidak memiliki saingan..bagus lah kalau begitu jadi jalan nya semakin mudah seperti nya.


Max dan Grace makan makanan yang sudah mereka pesan..setelah nya Max mengajak Grace berkeliling ke tempat-tempat yang mungkin bisa membuat pikiran menjadi rileks.


Mereka ke taman yang tak jauh dari pusat kota..jika yang tak tau status mereka mungkin sudah menganggap nya sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta.


"Apa kau tak ingin menyusul saudara mu itu Grace?" tanya Max saat mereka sudah duduk di bangku taman.


Grace terdiam sejenak..dia tak tau harus memberikan jawaban apa dari pertanyaan Max.


"Ntah lah Max..aku tidak tau" jawab Grace memang tidak tau harus apa kedepan nya.


Grace.



Max


__ADS_1


__ADS_2