
"Apa dia tidak mati?" tanya seorang pria yang sangat menginginkan kehancuran seseorang.
"Tidak bos..hanya lumpuh semi permanen saja" balas orang suruhan nya.
"Ck..baiklah tidak apa-apa setidak nya dia sudah menderita..kau boleh pergi" bala si pria mengusir orang suruhan nya.
Setelah kepergian orang suruhan nya kini pria itu tersenyum menatap sebuah foto yang dia ambil dari jauh dan dia pajang untuk dia jadikan pajangan dan pelampiasan emosi nya.
Nelsy..ya orang itu membenci Nelsy karena masa lalu mereka..entah Nelsy masih ingat atau tidak tapi dia sangat mengingat hari dimana dia di permalukan oleh Nelsy hingga sangat membekas di hati nya.
Dia bertekad untuk menghancurkan semua yang Nelsy miliki..dia tidak akan puas sebelum Nelsy hancur..rencana yang sudah dia susun bertahun-tahun lamanya kini tengah dia lancarkan dan satu persatu dia akan merenggut semua yang berharga bagi Nelsy.
#
#
"Alice kita mau kemana?" tanya Sashya pada Alice anak Deril yang saat ini mereka tengah berada di bandara.
"Kita akan berlibur..have fun bestie" jawab Alice sekena nya.
Sashya hanya menggelengkan kepala nya dan mengikuti Alice kemana pun gadis itu pergi..dia tak memiliki siapapun yang bisa dia percayai selain Alice yang sudah seperti saudara bagi nya.
Alice tak malu berjalan dengan nya di saat kondisi nya tak sebaik sekarang..beberapa bulan lalu dia memiliki luka di sekujur tubuh nya hingga Alice dengan sabar merawat nya dan kini luka-luka itu sembuh namun masih menimbulkan beberapa bekas yang hampir tersamar.
Dia baru menyadari bahwa masih ada yang perduli pada nya di saat-saat terpuruk nya..dia kini hanya sebatang kara dan tak memiliki siapapun selain Alice dan pria yang pernah dia mintai tolong dengan cara bersembunyi di mobil nya.
__ADS_1
Sampai sekarang dia tak pernah bertemu lagi dengan pria itu,bahkan dia sudah lupa dengan wajah nya karena pertemuan mereka begitu singkat hingga Sashya tak sempat menatap wajah pria itu dengan lama.
Saat itu dia hanya takut di temukan oleh orang yang mengejar nya..jika saja tidak ada pria itu mungkin sekarang Sashya sudah menjadi jallang yang hina di club malam yang melayani para pria hidung belang.
Sashya hanya perempuan lemah yang membutuhkan perlindungan dan rasa aman karena sejak kecil dia tak pernah mendapat perhatian atau kasih sayang dari orang lain selain hinaan dan cacian.
Mental nya bermasalah karena sempat mendapat siksaan dari seseorang..kini Sashya sudah benar-benar pulih dari sakit nya..mental nya sudah lebih baik dari bulan-bulan lalu berkat Alice yang dengan sabar merawat nya dan memberikan rasa aman untuk nya.
Alice adalah seorang psikolog yang sudah memiliki ijin praktek sendiri dan dia sudah memiliki klinik nya sendiri..Deril hampir mendirikan rumah sakit untuk Alice namun Alice melarang dan menolak mentah-mentah usulan Daddy nya itu dengan alasan ingin mandiri dan dimulai dari klinik atau tempat praktek kecil-kecilan.
"Akhirnya kita sampai..hoahhh aku merindukan bau negara X wohooooooo" teriak Alice saat bisa menginjakkan kaki nya di negara X lagi.
Sudah beberapa tahun tidak menginjakkan kaki nya di negara X membuat Alice seperti orang katrok..sedangkan Sashya dia hanya diam sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alice.
"Ayo kita ke apartemen ku" ajak Alice menyeret koper nya menuju apartemen milik nya hadiah dari Rey karena sudah menjadi seorang psikolog.
Alice sudah memberitahu Nichole bahwa dia sudah sampai di apartemen nya di negara X.. Nichole hanya berpesan agar hati-hati dan menjaga Sahsya dengan baik karena gadis itu seperti nya belum pernah kemana-mana selain sekitaran tempat tinggal nya.
Alice hanya mengiyakan saja permintaan Nichole..dia tau ada sesuatu yang Nichole rahasia kan dari nya.. Alice bisa merasakan bahwa Nichole mempunyai rasa terhadap Sashya namun hanya bisa dia pendam tanpa berani dia ungkap kan.
Sashya sendiri tak pernah melihat wajah Nichole setau nya dia di selamatkan oleh Alice setelah masuk dalam mobil Nichole karena stelah nua dia tak sadarkan diri dan tak tau lagi apa yang terjadi setelah nya.
Selesai dengan makan kini kedua gadis itu menuju kamar masing-masing untuk istirahat..badan mereka lelah dan benar-benar membutuhkan kasur sebagai pelampiasan.
#
__ADS_1
#
"Apa yang bocah itu lakukan ck..kenapa ponsel mau tidak aktif sih..awas saja mengajak nya ke tempat yang tidak benar..lihat saja kau bocah" seorang pria kini tengah gusar karena panggilan nya tak terhubung dengan adik sepupu nya.
Pria itu tampak kesal ingin mengunjungi apartemen nya namun tidak berani karena mungkin gadis yang dia perhatikan tidak mengenali nya karena dia tidak pernah terlibat langsung dalam proses penyembuhan nya.
Pria itu adalah Nichole..pria yang telah menolong Sashya saat Sashya di kejar oleh seseorang yang ingin menjual nya pada germoo di salah satu rumah maksiat yang ada di sekitaran rumah sakit itu.
Nichole.. sebenar nya dia selalu mengamati dan mengawasi Sashya dari jauh..dia mengikuti perkembangan apapun yang Sashya berikan..dia senang setidak nya Sashya tidak lagi ketakutan saat melihat orang baru..kaki dan tubuh nya juga sudah lebih membaik tak seperti di awal yang banyak luka baru dan lama.
Nichole memutuskan untuk tidur saja karena badan nya juga lelah setelah melakukan pencarian bukti keterlibatan seseorang yang membuat Nelsy kecelakaan.
Nichole tidak akan berhenti sampai pelaku di temukan dan mendapat balasan yang setimpal bahkan lebih menyakitkan dari yang Nelsy alami.
Dia bersumpah akan kembalikan kesakitan adik nya bahkan lebih menyakitkan dan mengerikan.
#
#
Nelsy menggerakkan kelopak mata nya dan perlahan-lahan terbuka menyesuaikan pencahayaan di ruangan dimana dia berada.
Dia melihat ruangan yang tak asing bagi nya..rumah sakit..ya dia sedang di rumah sakit..seingat nya dia mendapat telefon dari rumah Mark yang mengatakan bahwa Mark sakit dan membutuhkan nya namun setelah sampai di rumah Mark dia malah mendapati Mark tengah bercinta dengan wanita yang orang tua palsu Mark bawa.
mengingat itu kembali membuat dada nya sesak bahkan air mata nya langsung mengalir tanpa permisi..Mark merasakan pergerakan kecil dari Nelsy.
__ADS_1
Mark terlelap karena lelah..dia terlelap sambil duduk di bangku yang berada di samping ranjang Nelsy.
"Baby..kau sudah sadar sayang..oh God thank you so much baby" ujar Mark yang melihat Nelsy sudah siuman.