MY PSYCHOPATH LOVE

MY PSYCHOPATH LOVE
Ep_62


__ADS_3

"Nikmati lah sisa hidup mu brengsek..kau akan menyesal karena telah berurusan dengan ku..selamat temu kangen dengan kakak mu yang pengecut itu" ujar Mark meninggalkan tempat itu dan meminta para anak buah nya menjaga tempat itu dengan ketat.


Setelah Mark keluar Nichole menghampiri nya untuk meminta saran mengenai Herki yang juga termasuk rekan dari Resvian.


Mark tentu saja tidak akan melepaskan Herki karena Herki adalah dalang di balik penculikan terhadap anak nya baby Grey..dia akan membuat laki-laki bau tanah itu menangis memohon ampun pada nya.


"Mark.. bagaimana dengan Max apa sudah ada perkembangan?" tanya Nichole yang penasaran karena mereka cukup dekat sejak peristiwa Nelsy menghilang sewaktu dulu.


"Aku tak tau..biarkan dia berjuang sendiri..untuk Herki bawa saja ke markas kematian karena aku akan menghabisi nya dan membuat nya menjadi makanan penutup nanti" jelas Mark sambil berlalu dan diikuti Nichole.


"Baiklah" Nichole hanya ikut-ikutan saja karena dia tau Mark akan menyelesaikan pekerjaan nya tanpa menunggu dua kali perintah.


Mark menuju mobil dimana Nelsy tengah menunggu nya bersama baby Grey..dia masuk dan menutup kembali pintu mobil itu..Mark memeluk Nelsy yang masih menangis meluapkan kerinduan nya terhadap baby Grey dengan memeluk baby Grey.


"Baby..ssstt sudah ya jangan menangis lihat lah baby Grey sudah tidur kasihan jika dia bangun" ujar Mark membuat Nelsy semakin tenang.


"Hiks..hiks..lihat lah kaki baby Grey by hiks hiks huhuhuhu" ujar Nelsy sambil memperlihatkan kaki baby Grey yang memiliki lebam kebiruan.


Mark mengambil alih baby Grey dan melihat dengan seksama apa yang Nelsy tunjukkan pada nya..benar lebam kebiruan tampak di kulit putih nan mulus milik baby Grey.


Mark memancarkan api kemarahan yang meluap-luap saat ini..bisa di pastikan bahwa tersangka tidak akan mati dengan mudah..lihat saja jiwa psychopath Mark kembali meronta-ronta ingin segera tersalurkan.


"Tenang ya serahkan ini padaku..aku janji akan memberikan nya pelajaran yang tak terlupakan.. everything Will be ok" ujar Mark menahan luapan emosi nya karena tak ingin membuat suasana menjadi semakin kacau.


Mereka kembali ke rumah..Nelsy berjanji mulai hari ini dia tak akan mau pergi ke pusat perbelanjaan atau kemanapun jika tidak ramai-ramai..dia tak mau kejadian hari ini terjadi lagi.

__ADS_1


Selama di perjalanan Nelsy dan baby Grey terlelap karena kedua nya sama-sama lelah sedangkan Mark dia masih terjaga.. Mark masih mengusap lebam kebiruan pada kaki baby Grey di bawah lutut.


Hati nya bak teriris pisau yang sangat tajam..sakit namun ini tidak berdarah..dia benar-benar tidak akan memaafkan pelaku yang telah membuat anak nya seperti ini.


Sesekali baby Grey merengek merintih kecil mungkin karena nyeri pada kaki nya dan rasa tidak nyaman sehingga baby Grey seperti itu.


"Ssstt..tidur yang nyenyak ya sayang..Daddy di sini..Daddy akan melindungi mu..maafkan Daddy ya Daddy sudah lalai dalam menjaga mu..sorry baby" Mark berbisik pelan di telinga baby Grey serta meniup kaki baby Grey agar dapat membantu mengurangi sakit nya.


Jika mengingat kembali bagaimana anak nya menangis saat di gendongan Resvian tadi rasa nya Mark ingin menghajar nya lagi sampai benar-benar puas tapi sayang dia sudah tewas saat ini.


#


#


"Sayang makan dulu ya nak..kau belum makan sejak pagi tadi" ujar seorang wanita yang sudah tak lagi muda membujuk sang anak agar mau makan barang sesuap.


Wanita tua itu tak tau lagi harus bagaimana membujuk sang anak..dia kasihan tapi apa boleh buat anak nya saat ini benar-benar tidak bisa di ajak komunikasi.


Saat wanita itu tengah memikirkan cara bagaimana membujuk sang anak tiba-tiba sang anak seperti tidak tenang..tangan nya menutupi telinga nya seakan dia mendengar sesuatu..tubuh nya beringsut ke belakang bersembunyi di pojokan seakan sedang bersembunyi dari seseorang.


Mata nya menatap kesana kemari seakan tengah waspada akan sesuatu yang datang..mulut nya berucap 'maaf' seakan dia telah membuat kesalahan pada seseorang.


"Arghhhhhh... pergi..pergiiiiii" teriak Grace histeris.


"Sayang kau kenapa.. Grace hey sayang lihat mommy nak..Willyyyyy.. Willyyyyy" ujar Vallery memanggil suami nya sambil memeluk Grace yang tengah histeris.

__ADS_1


Grace semakin memberontak menatap jendela kamar nya seakan ada seseorang di sana dan dia ingin menggapai nya hingga Vallery takut Grace akan melompat dari jendela maka dari itu dia mendekap erat tubuh Grace.


Tak peduli dia harus di cakar bahkan di pukuli agar di lepaskan tapi dia tidak apa-apa dia akan tetap memeluk Grace supaya Grace tidak melompat dari jendela.


Willy datang dengan nafas tersengal-sengal karena dia berlari dari lantai satu..dia melihat Grace tengah meronta-ronta agar di lepaskan sementara sang istri memeluk nya erat.


"Sayang..what happen?" tanya Willy mengambil alih tugas Vallery.


"Grace ingin melompat dari jendela itu sayang hiks hiks tiba-tiba dia seakan ketakutan lalu sesaat kemudian dia histeris.. aku takut anak kita kenapa-kenapa sayang hiks Grace ya ampun nak" jelas Vallery secara rinci.


"Ya tuhan sayang..kau kenapa nak..sayang ambil obat penenang dan suntikan agar dia bisa lebih tenang dan kita bisa membawa nya ke rumah sakit untuk konsultasi" saran Willy dan di patuhi Vallery.


Vallery ke kamar mereka dan mengambil suntikan beserta obat penenang nya.. Vallery menyuntikkan obat penenang itu pada Grace dan seketika Grace berangsur-angsur tenang..saat kesadaran Grace sepenuh nya hilang Willy menggendong nya ke bawah agar segera bisa mereka bawa ke rumah sakit.


Di bawah kebetulan Gerald baru saja kembali dari luar..dia melihat ayah nya tengah menggotong sang kakak sontak langsung saja dia mengambil alih kakak nya dan membawa nya ke dalam mobil.


Kebetulan mobil nya belum dia parkirkan jadi dia dan keluarga nya bisa langsung tancap gas.


"Mom..dad..ada apa sebenarnya kenapa kakak bisa seperti ini?" tanya Gerald yang memang penasaran.


"Nanti saja Ge sekarang lebih cepat mommy khawatir dengan kakak mu" kata Vallery menyarankan.


Mereka akhirnya diam dan hanya fokus pada Grace agar mereka bisa sampai di rumah sakit dan segera mengetahui keadaan Grace.


Sampailah mereka di rumah sakit Gerald menggendong sang kakak dan dia baringkan di brankar yang telah di siapkan oleh perawat tadi kemudian mereka menuju ke ruang penanganan.

__ADS_1


Grace di bawa ke dalam sedangkan kedua orangtua dan Gerald di luar menunggu kabar dari dokter dan berdoa serta berharap semoga Grace baik-baik saja.


__ADS_2