
Mark saat ini tengah berada di hadapan si jallang Basya yang sudah membuat nya berselisih paham dengan Nelsy.
Wajah Mark begitu kelam dan penuh amarah..tak ada lagi Mark yang santai dan sabar kini hanya ada Mark yang sangat ingin mencabik-cabik korban nya.
Di tangan Mark saat ini ada sebuah tongkat besi yang tak terlalu besar yang dimana di ujung tongkat itu penuh dengan pecahan kaca yang sudah di satukan menjadi gumpalan runcing nan tajam.
Mark sudah tak sabar ingin menyiksa korban nya.
"Apa tujuan mu melakukan hal ini terhadap rumah tangga ku?" tanya Mark dingin tanpa menatap Basya dan hanya fokus mengasah belati nya yang akan dia gunakan untuk memberi pelajaran pada Basya.
"M..maaf..maafkan aku Mark..a..aku hanya di suruh dia" jawab Basya ketakutan sambil melirik si wanita tua yang menyuruh nya karena Mark saat ini tengah memegang tongkat besi yang di ujung nya banyak pecahan kaca yang siap untuk di pukulkan pada anggota tubuh nya jika dia berani berbohong.
"Dia..wanita tua yang mengaku sebagai ibuku?" tanya Mark menunjuk wanita tua yang tengah di siksa Nichole untuk memastikan.
"I..iya Mark..dia yang menyuruhku untuk menggoda mu..jika aku tidak bisa maka aku harus pergi dari kehidupan kalian dia tidak mau kau di kuasai oleh istri mu yang miskin itu" Basya benar-benar menceritakan semua nya tanpa tersisa karena dia takut dengan hukuman yang akan dia terima.
"Karena kau sudah jujur maka hukuman mu akan di kurangi tapi tetap kau akan aku habisi tanpa ampun..hahahaha" ujar Mark tanpa belas kasih.
Mark menyabetkan tongkat besi itu hingga terayun dan menghantam pundak Basya dan membuat si pemilik pundak mengaduh kesakitan..Mark tak menghiraukan teriakan dari Basya dia hanya fokus menyabet berkali-kali hingga pundak itu bercucuran darah segar.
"Akhhhh.. sakittttt.. arghhhhhh"
Mark tersenyum puas melihat hasil mahakarya nya yang indah..dia bangga pada diri nya sendiri yang bisa membuat darah dari korban nya menciprat kemana-mana..ada kepuasan tersendiri bagi nya.
"Nikmati lah setiap goresan yang ku berikan bitchh..kau yang membuat ku dan istri ku menjadi salah paham dan kau juga yang harus merasakan hal yang sama seperti yang istriku rasakan saat ini hahahaha.. hahahaha" ujar Mark masih berlanjut menyiksa Basya.
"Arkhhhhhhh ampunnnnn"
Teriakan Basya bagaikan sebuah lagu yang merdu di telinga Mark.. Mark semakin bersemangat untuk menyiksa Basya lebih dari yang dia lakukan saat ini.
Mark menghentikan kegiatan nya dan mengambil pisau yang tadi dia asah..Mark mengambil pisau itu dan tersenyum..dia cium bau pisau yang masih segar karena baru dia asah..mengkilap dan tajam..dia suka.
"Apa kau siap untuk ronde berikut nya bitchh.. hahaha" tanya Mark dengan tawa nya yang menyeramkan layak nya psychopath.
"A..am.. pun..ma.. Mark" Basya merintih kesakitan namun tak Mark hiraukan.
__ADS_1
Mark hanya menatap datar Basya yang sudah merintih kesakitan..dia tak terhasut ataupun terpengaruh oleh suara menjijikkan Basya.
Sretttttt.....
"Arghhhhh"
Sretttttt....
"Arkhhhhh"
Sretttttt....
"Arkhhhhhhh..sakittt Mark.. ampun"
Bukan Mark nama nya kalau terpengaruh oleh teriakan Basya..dia tidak perduli..apa yang Nelsy alami lebih menyakitkan dari ini.. percaya lah bahwa luka hati akan sangat sulit untuk di sembuhkan meski sembuh pasti akan ada bekas nya.
#
Next.....
#
"Ah..t.. tidak.. tidak apa-apa..te..teri..ma.. kasih" balas pria itu mengangguk lalu meninggalkan wanita tadi.
Wanita tadi habis dari toilet lalu setelah keluar dia menemukan seorang pria yang penampilan nya biasa-biasa saja tengah berjalan lalu terjatuh mungkin terselip kaki nya sendiri.
Wanita itu menuju tempat dimana teman nya tengah menunggu nya..dia hanya ijin ke toilet sebentar tadi jadi dia tak mau membuat si wanita menunggu terlalu lama.
"Alice..apa aku lama?" tanah si wanita memanggil teman nya.
"Lumayan..apa kau sakit perut?" tanah Alice berbalik.
"No..tadi ada seseorang yang jatuh lalu aku bantu..kasihan" jelas wanita itu pada Alice teman nya.
"Baiklah..ayo pulang hari semakin siang..aku tak mau membuat calon suami ku mengomel 7 hari 7 malam jika aku pulang telat.. Sashya apa kau tak butuh sesuatu kita bisa cari sebentar kebetulan aku sedang ingin berbelanja sebenar sebelum pulang" ujar Alice bertanya pada Sashya.
__ADS_1
"Hmm..tidak ku rasa..apa kau mau beli sesuatu?" tanya balik Sashya.
"Hehehe..kau pengertian sekali..ayo" Alice menarik tangan Sashya menuju sebuah outlet baju bermerek yang harga nya fantastis.
Sashya hanya memilah dan memilih..dia melihat-lihat pakaian mahal di depan nya ini..dia tidak mau membuat Alice merogoh kocek lebih jika dia ikut mengambil meski sehelai pakaian di sini..satu pakaian di sini bisa untuk membayar kos selama 5 bulan.
Sayang sekali bukan jika uang segitu dia hambur-hambur kan.
Di saat Sashya tengah melihat-lihat koleksi pakaian yang ada di sana tanpa di duga tubuh nya di tabrak oleh seseorang dan membuat kedua nya terjatuh.
"Arkhhh"
Brukhhh....
"Kau..kau punya mata tidak hah" bentak si penabrak karena baju nya jadi kotor.
"Maaf bukan nya anda yang menabrak saya?" tanya Sashya berani.
"Kau berani menjawab ku hah..kau tak tau siapa aku ya..dasar miskin ganti baju ku karena kau sudah membuat baju ku kotor..ini mahal asal kau tau" ujar si penabrak masih kekeh tak mengakui kesalahan nya.
"Aku tak mengenal mu..apa kau orang penting..kau artis..atau kau dewan di salah satu kursi pemerintahan?" tanya Sashya polos tak tau apapun.
Wanita itupun semakin kesal dengan sikap tenang nya Sashya..dia tidak suka jika orang yang berhadapan dengan nya tidak takut pada nya..dia akan memberikan pelajaran kepada gadis di depan nya.
"Kau..kurang ajar kau" teriak si penabrak membuat semua yang ada di toko itu menoleh melihat ke arah mereka.
"Ssstt nona jangan teriak-teriak..ini bukan tempat sirkus" jawab Sashya sekena nya.
"Arkhhhhhhh..aku akan menghajar mu dasar miskin arghhhhhh" teriak nya lagi sudah sangat emosi.
Wanita yang menabrak Sashya hendak menyerang Sashya namun tanpa di duga Sashya menghindar dan tak bisa di jangkau hingga membuat si penabrak terjatuh dan tersungkur.
"Arghhhhhh..awas kaaauuuu" teriak nya lagi benar-benar emosi.
Sashya tak mau membuat masalah memilih pergi meninggalkan si penabrak yang masih tersungkur di lantai tanpa mau membantu nya..dia bodoh amat..yang salah kan dia bukan diri nya.
__ADS_1
"Bukan urusan ku kan" ujar nya sambil berlalu meninggalkan wanita penabrak tadi.