
"Itu urusan nya, kita jangan banyak ikut campur..biar kan dia menyelesaikan masalah nya sendiri..jika nanti dia ingin berbagi dengan kita maka dia akan berbagi" ujar Rey seakan tau sifat si Willy.
"Baiklah..aku hanya merasa aneh saja beberapa hari ini dengan sikap Willy dan Vallery tapi ya sudah lah itu urusan mereka" balas Bastian yang seakan tau ada sesuatu yang aneh pada Willy.
Bukan sehari dua hari mereka bersama tapi sudah berpuluh tahun mereka bersama sejak dari muda hingga memiliki anak dan cucu..jika satu ada masalah pasti yang lain nya akan membantu.
Mungkin Willy hanya tak ingin membebani mereka semua karena keadaan nya tak memungkinkan.
Di belakang mereka tampak Max mendengar semua percakapan antara Bastian dan Rey..dia sedikit terganggu dengan penjelasan Rey.
Sebenar nya ada apa dengan keluarga Grace..dia jadi penasaran..memang sikap Grace sedikit aneh belakangan ini tapi dia pikir wajar karena mereka tak begitu mengenal dekat.
*
*
"Tuan kita mau kemana?" tanya seorang wanita yang saat ini tengah duduk di samping Martin.
"Negara X" jawab nya singkat tanpa menoleh.
"Ck aku tau..tapi kemana nanti aku akan tinggal..kau tau kan hanya ada beberapa orang yang ku kenal di sini.. Aku hanya tak mau menjadi gelandangan tuan" jelas si wanita dengan kesal.
Huftt...
Tampak Martin menghela nafas nya panjang dia harus banyak-banyak bersabar menghadapi wanita di samping nya ini..jika bukan perintah dari nona muda nya mungkin sudah dia kirim ke kandang buaya saja wanita ini.
"Dengarkan aku nona Prisilla..kau tak akan menjadi gelandangan di sana karena kau akan bekerja di bawah kepemimpinan ku..kau menjadi sekertaris ku dan membantuku mengerjakan tugas yang aku miliki..kau juga nanti akan tinggal di apartemen yang sama dengan ku jadi kau tidak perlu khawatir dengan hidup mu mengerti nona Prisilla?" ujar Martin menjelaskan tentang kelanjutan hidup Prisilla nanti di negara X.
"Begitu kah..baiklah setidak nya aku tak akan kekurangan makanan" ujar Prisilla lega.
Martin hanya memutar bola mata nya malas..dia tidak mau berlama-lama ngobrol dengan Prisilla karena bisa-bisa dia terserang darah tinggi dadakan.
__ADS_1
Jika bukan karena Nelsy dan Mark yang waktu itu meminta nya untuk mengurus Prisilla mungkin Martin sudah duduk santai sambil mengatur jadwal Mark di kantor.
Mark jarang ke kantor karena selama ini dia yang mengurus kantor Mark..Mark hanya memantau dari rumah dan menyerahkan semua nya pada Martin.
Bisa di katakan Martin adalah CEO di kantor Mark mengganti kan Mark sendiri..Mark tak ingin melihat wajah para penjilat yang bermuka dua..baik di depan sedangkan di belakang menjelek-jelekkan.
Mark sudah bosan mendengar keluh kesah Martin dalam mengurus perusahaan..dia mah bodo amat yang penting uang mengalir di rekening nya..dia membebaskan Martin berbuat apapun yang Martin inginkan.
#
#
"By apa Prisilla sudah di berikan pekerjaan?" tanya Nelsy membahas mengenai teman nya.
"Aku sudah menyerahkan urusan dia pada Martin baby..tenang lah dia bisa di andalkan" jelas Mark tak mau mengurusi teman Nelsy karena dia memiliki prioritas yang harus dia utamakan.
"Baiklah tapi ingat jangan buat Prisilla susah by..dia yang selalu menemaniku selama pelarian sewaktu dulu..aku berhutang banyak pada nya" jelas Nelsy mengingatkan.
"Iya baby aku paham..tenang saja oke" Mark hanya membalas singkat karena tak mau merusak ketenangan mereka.
Mark memeluk Nelsy..dia harus menahan haserat nya karena ini masih di pesawat dia tak mau membuat onar jika bermain di sana sekarang..dia juga takut jika baby Grey bangun maka terpaksa adik nya harus bersolo karir.. Tidak akan dia biarkan jadi dia tahan saja.
Nelsy tau Mark begitu ingin melepaskan haserat nya tapi dia juga tak ingin jika sewaktu-waktu baby Grey bangun maka permainan harus berhenti di tengah jalan..rasa nya tidak enak loh.
Mereka memilih beristirahat sejenak sambil menunggu pesawat sampai di negara X hanya 2 jam saja harus nya mereka bisa menahan nya bukan.
Berbeda dengan Nelsy dan Mark.. Grace justru saat ini tengah berada di salah satu rumah sakit untuk melakukan beberapa tes agar Willy dan Vallery tak menerka-nerka.
lagi.
Grace hanya bisa pasrah jika nanti kebenaran tentang nya terungkap..setelah ini dia tak akan menutup-nutupi apapun dari orangtua nya.
__ADS_1
Meski begitu dia tetap harus bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan dari yang lain terutama dia..dia yang telah berperan begitu besar dalam hal ini.
"Jadi bagaimana dok..apa benar dugaan kami?" tanya Willy menebak.
"Benar tuan..seperti nya belum lama ini nona menyembunyikan hal ini..kalian masih bisa mengobati nya selagi belum begitu parah" saran si dokter yang menangani Grace.
"Baiklah dok terima kasih" Willy pamit dengan Vallery dan Grace yang hanya diam tak berucap sedikit pun.
Sampai lah mereka di rumah..Grace masuk kedalam kamar nya..dia tak mau di tanyai dulu oleh orangtua nya..nanti saja jika dia siap maka dia akan menceritakan semua nya tanpa dia tutup-tutupi.
#
#
"Bodoh..kenapa bisa mereka kalah hanya melawan beberapa orang..sialan apa guna nya mereka ku bayar mahal jika tak bisa membawa Bastian..sialannnn" umpat seorang pria yang marah akibat orang-orang suruhan nya yang tak becus.
Meski begitu setidak nya dia masih ada kesempatan untuk memeras harta menantu keluarga Bastian..dia akan memeras Mark hingga dia mendapatkan banyak uang.
"Setidak nya aku masih memiliki ladang uang..tidak dapat Bastian setidak nya menantu nya pun aku tidak masalah" ujar nya merasa di atas angin.
Pria paruh baya itu bergegas bersiap untuk menuju ke negara X..dia akan menjemput ladang uang nya..dia akan menjadi orang kaya sekarang tak seperti dulu saat hidup bersama Garty dan Rikasya.
Selamat tinggal hidup miskin.
*
*
Di negara X kini Mark dan yang lain nya sudah sampai..mereka bergegas menuju rumah sendiri-sendiri..Nelsy ikut Mark ke rumah nya..rumah dimana kehormatan nya di curi.
"Mom,dad,ka, uncle,aunty dan semua nya kami permisi dulu.. besok-besok kami akan berkunjung" ujar Nelsy pamit untuk ke rumah Mark.
__ADS_1
"Baik lah hati-hati sayang..Mark titip Nelsy dan cucuku" Arny memeluk Nelsy dan berkata pada Mark.
"Tenang saja mom..akan aku jaga sepenuh hati kedua kesayangan ku..kami permisi dulu" jawab Mark meninggalkan rombongan.