
..Flashback sebelum kecelakaan..
Saat Alice dan Sashya selesai dari toko pakaian mereka memilih pulang..Alice dan Sashya menuju basemen untuk mengambil mobil nya.
Sashya merasa ada yang mengikuti mereka namun segera dia tepis karena tak mau membuat Alice khawatir..mereka masuk kedalam mobil dan melesat meninggalkan gedung itu menuju ke suatu tempat.
"Sya makan dulu yuk..aku laper" ajak Alice karena dia sudah lapar.
"Baiklah" Sashya hanya bisa pasrah mengikuti Alice.
Dan mereka menuju ke sebuah restoran yang jarak nya tak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan tadi..mereka sampai di restoran yang sudah Alice pesan tadi.
Mereka turun dari mobil dan memasuki restoran itu..tanpa mereka sadari ternyata sedari keluar dari pusat perbelanjaan tadi mereka di ikuti oleh seseorang..orang itu sangat murka terhadap dua gadis itu dan memutuskan untuk membalas semua perlakuan mereka yang sudah mempermalukan nya di pusat perbelanjaan tadi.
Dia tak perduli resiko apapun itu yang pasti dia harus membalaskan dendam nya pada mereka berdua terutama Alice yang sudah menampar nya di depan pengunjung toko pakaian itu.
Harga diri nya jatuh setelah mendapat perlakuan seperti itu dari Alice..seumur hidup nya dia tidak pernah di kerasi bahkan di bentak pun tidak pernah oleh orangtua nya..dia benar-benar merasa terhina karena sejak kecil dia sudah seperti putri yang selalu benar tanpa cela.
Wanita itu adalah si penabrak Sashya di toko pakaian yang mendapat stempel pemersatuan lima jari dari Alice.
Alice dan Sashya makan dengan tenang tanpa menyadari ada sepasang mata yang sangat ingin menerkam nya hidup-hidup.
"Oh ya Sya..apa kau baik-baik saja..ck mengingat dia aku jadi ingin menyeret nya ke kandang kucing keluarga ku" kata Alice membuka obrolan di sela-sela makan nya.
"Aku baik-baik saja..sudah lah jangan di pikirkan lagi..nanti kau kurus karena memikirkan orang tidak penting itu" pesan Sashya memberitahu.
__ADS_1
"Kau benar tapi tetap saja aku kesal sekali dengan dia..andai di tempat sepi pasti sudah aku buat babak belur dia" Alice masih belum bisa menerima nya hingga dia terus-menerus mengomel tak jelas.
Sepasang mata itu tampak mengepalkan tangan nya di meja..dia tidak terima dengan hinaan dan umpatan kasar dari Alice..awas saja akan dia beri pelajaran si Alice itu.
Selesai makan kini mereka kembali melajukan mobil nya menuju suatu tempat lagi karena tiba-tiba Alice ingin makan kue di toko langganan keluarga nya.
Sashya berkali-kali mengingatkan untuk pesan lewat online saja karena perasaan nya tidak enak tapi Alice hanya mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.
Mau tidak mau Sashya menurut saja apa kata Alice..Alice tampak keluar dari mobil dengan di susul oleh Sashya..mereka berjalan beriringan masuk kedalam toko kue itu.
Beberapa menit kemudian baru lah mereka keluar dari toko itu dan menuju mobil..tepat di saat Alice hendak mencapai mobil tampak sebuah mobil tengah melaju kencang hendak menabrak nya.
Sashya keluar dari toko itu setelah dari toilet..dia melihat Alice dengan senyum indah nya,Alice yang begitu berbinar melihat kue di tangan nya namun senyum itu seketika pudar saat Sashya menyadari ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang menuju Alice yang tak memperhatikan jalan nya.
Tanpa pikir panjang lagi Sashya berlari sekuat tenaga dan seketika dia mendorong Alice sebelum mobil itu mengenai Alice dan di gantikan oleh tubuh nya.
Brakkkkk......
Alice terkejut melihat Sashya tengah tergeletak di jalan aspal dan terseret hingga beberapa meter dari lokasi awal hingga membuat tubuh nya berguling menjauh kemudian tak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari beberapa bagian tubuh nya.
"SASHYAAAAAA" teriak Alice saat menyadari bahwa Sashya mengorbankan diri untuk melindungi nya.
Alice berlari menuju Sashya dengan tangis yang tak bisa lagi terbendung..dia mendekati Sashya dan memeluk tubuh Sashya yang tak lagi mampu bergerak..dia menangis dan berteriak-teriak memanggil Sashya agar gadis itu bangun.
"Sya..no Sya..buka mata mu Sya hiks..maafkan aku hiks.. hiks.. Tolooooongggggg" Alice berteriak memanggil pertolongan agar Sashya segera mendapatkan penanganan.
__ADS_1
Orang-orang berbondong-bondong datang dan membantu membawa Sashya menuju rumah sakit terdekat..denyut nadi Sashya tampak semakin melemah dan nafas nya pun semakin tersendat.
Sungguh Alice sangat panik dan khawatir dengan kondisi Sashya..dia akan sangat merasa bersalah jika gadis itu kenapa-kenapa..Sashya sudah menyelamatkan nyawa nya.
Mereka sampai di rumah sakit dan dengan segera tubuh Sashya di baringkan di brankar yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit yang di telfon Alice saat mereka di perjalanan.
......Flashback end.....
"Jadi begitu cerita nya Nich..maaf aku gagal dan lalai hingga membuat nya seperti ini" kata Alice setelah menceritakan kejadian sebelum nya.
"Siapa wanita itu..apa kau mengenal nya?" tanya Nichole dengan wajah kelam yang sukar di tebak.
"Aku tidak tau Nich..kau bisa mendapatkan informasi tentang dia jika kau melihat wajah nya dari rekaman pengawas di toko pakaian yang kami kunjungi tadi siang" jelas Alice.
"Baiklah aku akan mencari tau siapa wanita itu dan penyebab kecelakaan ini..tenang saja dia baik-baik saja hanya tangan dan kaki kanan nya yang belum bisa di gunakan dan lecet di beberapa bagian tubuh nya saja" Nichole menenangkan Alice yang tampak begitu merasa bersalah atas kejadian ini.
"Benarkah..pasti itu akan sulit" kata Alice lirih.
"No ada aku..kau tidak perlu khawatir..sebaik nya kau temui dia..dia sangat khawatir dengan mu..ck kalian seperti nya sehati" ledek Nichole membuat Alice kesal namun tersenyum karena mendengar bahwa Sashya juga menghawatirkan nya.
Alice di temani Aldebar menuju ruangan dimana Sashya di rawat..dia masuk dan melihat Sashya tengah duduk dengan di temani seorang perawat yang tengah mengganti perban di kepala nya karena sudah kotor.
"Sya..hiks are you ok?" tanya Alice tiba-tiba menangis karena melihat kondisi Sashya yang seperti ini.
"Hay jangan menangis ah jelek..not too good..how about you..kau tak apa-apa kan?" Sashya bertanya balik karena dia mendorong Alice lumayan kencang hingga terjerembab.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja bodoh..justru kau yang tak baik-baik saja hiks..aku senang kau sudah sadar..jangan pernah lakukan hal gila itu lagi kalau tidak aku akan menghajar mu dan mengurung mu di gudang agar para tikus memakan mu hiks" Alice mengancam Sashya namun hanya di tanggapi kekehan kecil dari mulut Sashya.