
Nichole telah sampai di rumah Mark dan Nelsy..dia butuh teman untuk membagi keluh kesah nya..ya Nelsy.. hanya adik nya yang paham akan diri nya.
Nichole tak habis pikir dengan orangtua nya yang dengan mudah nya percaya dengan apa yang mereka lihat.
Sungguh jika bukan orangtua nya mungkin Nichole sudah mengumpat dan berkata kasar pada mereka..sabar bang nanti kebuka semua.
Ting....
Tong....
Tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan tampak seorang pelayan di hadapan Nichole menyapa dengan ramah.
"Maaf anda cari siapa ya?" tanya si pelayan dengan sopan.
"Apa Nelsy dan Mark ada bi?" tanya Nichole sopan.
"Oh ada tuan..sebentar mari masuk dulu" pelayan itu mengajak Nichole masuk dan mempersilahkan Nichole untuk duduk sementara dia memanggil sang tuan rumah.
#
#
Tok....
Tok....
Tok....
"Sebentar" sahut suara dari dalam.
Pintu di buka dan tampak lah Nelsy yang terlihat sudah mandi dan rapih.
"Ada apa bi?" tanya Nelsy.
"Maaf mengganggu non..di luar ada pemuda yang mencari anda dan tuan" ujar si pelayan memberitahu.
"Oh baik lah.. terimakasih" jawab Nelsy singkat dan menyuruh pelayan untuk membuat kan minuman.
Sementara Nelsy masuk lagi ke dalam kamar dan menghampiri Mark yang baru selesai mandi.
"Ada apa baby?" tanya Mark.
"Kata nya ada seseorang yang mencari kita..ayo turun" ujar Nelsy memberitahu.
__ADS_1
"Baiklah..ayo"
Mark dan Nelsy turun ke lantai satu untuk menemui siapa tamu yang di maksud..setelah sampai di tangga terakhir Nelsy melihat sang kakak yang tampak sedang ada masalah.
"Ka Nichole" panggil Nelsy membuyarkan lamunan Nichole.
Nichole menoleh dan melihat adik nya menghampiri diri nya..dia bangun dan memeluk Nelsy erat..Mark hanya bisa menatap kesal pada kakak ipar nya itu.
Masih aja cemburuan si Abang.
"Bagaimana kabar mu tengil..Kaka merindukan mu dan calon keponakan ku ini" ujar Nichole menanyakan kabar Nelsy dan anak nya.
"Aku baik-baik saja ka..dia juga baik..ada apa kok tumben sekali" tanya Nelsy yang merasa ada sesuatu.
"Huhhh..duduk dulu" jawab Nichole menuntun Nelsy untuk duduk.
Mark juga ikut duduk di samping Nelsy..dia tak mau Nelsy di monopoli oleh kakak ipar nya.
Nichole tampak terdiam sejenak lalu mulai menceritakan kejadian tadi sebelum dia meluncur ke rumah adik nya.
Nelsy tampak mengepal kan tangan nya erat sambil masih mendengar kan cerita Nichole..dia marah..sangat marah.
Kecewa..ya dia sangat kecewa akan sikap kedua orangtua nya..meski tampak Nichole salah tapi mereka tak bisa seenak nya menilai buruk dengan apa yang mereka lihat tanpa tau kebenaran nya.
Nelsy tampak memeluk kakak nya dan memberikan kekuatan agar kakak nya tetap tegar dan tenang.
"Jangan takut dan jangan kabur..buktikan bahwa kakak tidak sebejat yang mommy dan Daddy kira..buktikan bahwa memang si Rika yang menggoda kakak.. Aku tau kakak bukan lah tipe pria yang suka memulai.. I trust you brother" ujar Nelsy percaya pada sang kakak.
"Thank's sister..kakak lega setidak nya kakak masih memiliki mu yang tau kakak lebih dari mommy dan daddy" balas Nichole memeluk Nelsy dan bersyukur karena Nelsy masih mempercayai nya.
Mark hanya mendengar kan saja..tapi jangan salah dia juga ikut menyimak dan membantu memikirkan jalan yang akan mereka lalui untuk memuat nama Nichole kembali bersih.
Mereka masih berunding untuk mencari jalan keluar nya.. satu-satu nya cara yang bisa mereka lakukan adalah meminta bantuan uncle nya Rey.
Mark yakin bahwa di rumah itu pasti ada kamera pengawas baik yang terlihat maupun tidak..Mark menyarankan untuk menghubungi Rey dan menanyakan langsung pada Rey.
Skip.......
"Bagus..bagus..hahahaha kau hebat telah membuat keluarga itu terpecah..ingat jangan sampai kau ketahuan" ujar seorang wanita paruh baya yang kini tengah mendapat kabar dari seseorang.
"........"
"Baiklah..tetap waspada..hancurkan perlahan agar semakin menarik" ujar nya lagi sambil menikmati segelas wine di tangan nya.
__ADS_1
"........."
"Mommy tunggu kabar selanjut nya"
Sambungan telefon terputus kini wanita paruh baya itu duduk di balkon kamar hotel tempat nya bersembunyi.
Ya dia bersembunyi dari segala masalah yang mungkin akan muncul kedepan nya..dia tak mau putri nya gagal maka dari itu dia harus lebih pintar mengatur segala nya.
"Arny sebentar lagi kau akan menyesal karena telah melakukan hal itu padaku..lihat saja perlahan kau akan aku hancurkan sampai tak bersisa..hahaha" ujar nya sambil tersenyum menatap pemandangan di depan mata nya.
Wanita itu sedang bahagia berbeda dengan Arny yang kini tengah di rundung pilu karena telah gagal mendidik anak-anak nya.
"Sudah sayang jangan menyalahkan diri sendiri..ini bukan salah mu" ujar Bastian menenangkan istri nya yang tengah terpuruk.
"Ini salah ku yang meninggalkan anak-anak di luaran sana sendirian..aku tidak becus menjadi ibu yang baik untuk mereka hiks..aku gagal" ucap Arny merasa gagal menjadi orang tua.
"Tidak sayang ini salah ku..aku yang egois karena memilih tinggal terpisah dari mereka..ini salah ku" Bastian membantah karena dia yakin ini salah nya yang egois hanya memikirkan diri sendiri tanpa perduli dengan pertumbuhan anak-anak nya.
Di saat mereka tengah sedih memikirkan kesalahan masing-masing di balik pintu tampak tersenyum jahat Rikasya..dia puas telah membuat keluarga ini terpecah.
Rika sudah sejak tadi menguping pembicaraan kedua orang itu..dia puas sangat puas dengan drama nya itu.
"Aku akan membuat kalian lebih menderita lagi lebih dari ini..tunggu saja tanggal mainnya" ujar nya menyeringai dan meninggalkan kamar Bastian dan Arny.
Tanpa Rika sadari ternyata sedari tadi sudah ada yang memperhatikan gerak gerik nya..orang itu tampak tersenyum penuh arti menatap Rika yang sejak tadi menguping pembicaraan Arny dan Bastian.
Setelah kepergian Rika orang itu pun meninggalkan tempat nya menuju ke suatu tempat.
.
.
"Bagaimana apa kau sudah menemukan bukti?" tanya Rey pada Deril.
"Aman..kita lihat saja seberapa jauh dia akan menggunakan topeng nya' jelas Deril menjawab dengan enteng pertanyaan Rey.
"Bagus..haha kau memang sangat bisa ku andalkan" ujar Rey memuji kemampuan Deril yang masih saja pro meski usia semakin bertambah.
"Apapun untuk kalian" jawab Deril santai.
Kedua nya berbincang dengan tenang sambil meminum kopi di sore yang sempat gempar itu.
Rey sengaja tak ikut andil dulu dana berakting seolah-olah dia tidak tau apapun mengenai kejadian hari ini.
__ADS_1
Di balik itu semua tampak sudah tersusun rapih sebuah rencana yang dia siapkan untuk pertunjukan selanjutnya.