
Setelah dari dokter kandungan kini kedua nya memilih untuk jalan-jalan sebentar sambil merilekskan pikiran yang sempat bekerja over.
Mark begitu menikmati masa-masa dimana dia bisa menyentuh istri nya lagi.. masa-masa dimana dia bisa mengusap perut besar istri nya yang di dalam nya ada anak nya..penerus nya.
"Baby mau makan apa?" tanya Mark pada Nelsy yang tampak sedang melihat-lihat area food court.
"Emmm.. Aku nggak tau by..kelihatan enak semua" jawab Nelsy karena dia benar-benar bingung.
"Apa mau beli semua baby?" saran Mark membuat Nelsy mendelik.
"Jangan gila ya..siapa yang mau memakan nya" ketus Nelsy menjawab pertanyaan Mark yang nyeleneh.
"Bercanda baby..baik lah kita pulang saja ya..mommy dan yang lain nya sangat merindukan mu baby.. bagaimana?" saran Mark karena semalam dia sempat di beritahu mertua nya bahwa mereka begitu merindukan Nelsy.
Nelsy tampak diam dan memikirkan kembali kata-kata Mark..memang Mark tidak memaksa tapi dia juga memiliki sisi rindu pada keluarga nya.
"Baik lah" akhir nya dengan banyak nya pertimbangan Nelsy mau kembali ke rumah.
"Ayo"
Mark melajukan mobil nya menuju kediaman Rey..sepanjang perjalanan mereka hanya diam karena Nelsy juga lelah dan mood-mood'an.
Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kediaman Rey..mereka di sambut oleh Arny,Bastian, Nichole dan yang lain nya.
"Mom,dad,kakak" sapa Nelsy melangkah masuk kedalam rumah.
"Sayang..hiks" Arny langsung mendekap Nelsy erat tanpa melukai kandungan nya..dia sangat merindukan putri nya.
"I'm ok mom..don't cry" ujar Nelsy agar ibu nya tak sedih.
"I miss you so much sayang..maafkan mommy..maafkan mommy sayang" ucap Arny meluapkan kerinduan nya.
Bastian pun memeluk Nelsy dan istri nya begitu juga dengan Nichole yang ikut larut dalam pelukan kerinduan.
*
*
__ADS_1
"Bagaimana keadaan cucu mommy nak?" tanya Arny mengusap perut Nelsy yang sudah membesar.
"Dia baik-baik saja mom" jawab Nelsy jujur.
"Sehat-sehat ya cucu Oma..kita sebentar lagi bertemu" ujar Arny mengusap gemas perut Nelsy dan mendapatkan respon berupa tendangan dari cucu nya itu.
"Dia sangat aktif" ujar Arny takjub dengan kelincahan cucu nya itu bahkan belum lahir pun sudah sangat aktif.
Sedangkan Mark dia sudah di kamar karena harus melakukan meeting secara virtual dengan para klien nya.
Saat Mark sudah selesai dia hendak keluar namun langkah nya terhenti saat melihat seorang gadis muda yang usia nya tak jauh dari Nelsy tengah menatap nya intens.
Mark tak ambil pusing dia acuh dan melewati saja gadis itu karena dia tak suka di tatap seperti itu..hanya Nelsy yang boleh menatap diri nya.
"Maaf" ujar gadis itu menghentikan langkah Mark.
Mark tak menjawab dia menatap kesal pada gadis itu.
"Aku Rikasya keponakan bibi Arny..kau siapa boleh kita kenalan" ujar Rikasya memperkenalkan diri dengan pede nya.
"Tampan dan macho..aku akan mendapatkan mu" gumam nya masih menatap intens Mark yang kian menjauh dari nya.
Rikasya turun ke bawah dan melihat pria tadi tengah duduk di samping seorang wanita hamil yang dia yakini adalah sepupu nya anak dari bibi nya Arny.
"Bibi" panggil Rikasya pada Arny.
Sontak tatapan semua orang mengarah pada nya termasuk Mark dan Nelsy.
"Oh Rika..kenalkan dia Nelsy sepupu mu..Nelsy sayang kenalkan dia Rika anak dari sepupu mommy Garty" ujar Arny memperkenalkan Rikasya pada Nelsy.
"Oh hy salam kenal" karena Nelsy sedikit tak suka dengan gaya pakaian Rika yang terbilang mirip wanita penggoda.
"Hay kau Nelsy anak bibi kan..salam kenal juga" balas Rikasya mendekati Nelsy dan duduk di sebelah Mark.
Mark tentu risih kemudian berpindah ke sisi sebelah Nelsy..Nelsy pun tak suka dengan kelancangan Rika pada Mark.
"Kenalkan dia Suamiku Mark" ujar Nelsy memperkenalkan Mark dengan menekankan kata suamiku agar Rika sadar bahwa pria di samping Nelsy sudah ada pawang nya.
__ADS_1
"Oh..hy aku Rika salam kenal" Rika menjulurkan tangan nya bermaksud untuk di jabat balik namun Mark hanya acuh memainkan rambut Nelsy.
"Baby kita ke kamar yuk..mom,dad semua nya kami ke kamar dulu" pamit Mark yang sudah merasa sinyal menjengkelkan.
Rika yang tak mendapat balasan menarik kembali tangan nya seraya mengumpat kesal karena Mark bukan lah tipe pria yang mudah di rayu.
'Semakin menarik..aku suka pria seperti mu' ujar nya dalam hati merencanakan sesuatu.
Selepas kepergian Nelsy dan Mark kini ruang tamu seakan sepi..Rika duduk di sebelah Arny sambil mengobrol sedangkan Nichole dengan Bastian kembali ke ruang kerja.
"Bibi apa tadi benar suami Nelsy?" tanya Rikasya masih belum percaya sepenuh nya.
Arny mengernyitkan dahi nya aneh..apa belum cukup jelas perlakuan dan pengenalan yang Nelsy ucapkan tadi.
"Iya dia suami Nelsy..ada apa?" jawab Arny sedikit tidak suka topik pembahasan ini.
Menyadari sikap Arny mulai tidak nyaman Rikasya mulai memainkan akting nya..dia mengalihkan perhatian Arny.
"Maaf bibi..bukan Rika bermaksud aneh-aneh atau lancang..Rika hanya bersyukur bahwa sepupu Rika memiliki seseorang yang bisa menjadikan nya ratu..sedangkan Rika hiks..Rika tidak memiliki siapapun lagi selain bibi dan keluarga bibi..maaf jika Rika lancang bertanya mengenai suami Nelsy" ujar Rikasya menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud lain dengan deraian air mata yang meyakinkan.
Arny memeluk Rika dan mengusap punggung Rika penuh sayang..dia tadi nya memang tidak suka pembahasan Rika mengenai Mark tapi setelah menyadari niat Rika dia jadi tidak enak sendiri.
"Maaf sayang maafkan bibi..bibi hanya tidak suka membahas mengenai suami Nelsy karena itu bukan suatu pembahasan yang baik..maaf ya pasti suatu saat kau akan menemukan laki-laki seperti suami Nelsy yang sayang padamu juga" ujar Arny mengusap rambut Rika lembut.
'Aku pasti akan mendapatkan nya bibi hahahaha tenang saja' batin Rika menyeringai dalam pelukan Arny.
#
#
"Aku tidak suka dengan sepupu mu baby" ujar Mark terus terang saya mereka sudah sampai di kamar.
"Aku juga hubby..tapi aku tidak tau kenapa bisa dia tinggal di rumah ini..nanti aku tanyakan pada mommy saja" balas Nelsy yang juga sama tidak menyukai Rika.
"Sudah lah lebih baik kita ke rumah kita saja baby..aku tidak suka tatapan nya yang sangat mendamba" saran Mark yang di angguki Nelsy.
"Baik lah nanti malam kita pulang ke rumah kita saja..aku tak mau suamiku di dekati bibit-bibit pelakor" ujar Nelsy setuju dengan saran Mark.
__ADS_1