
Herki terdiam..dia memilih untuk berdiam dulu di tempat yang tak bisa di temukan oleh keluarga ini..dia harus menunggu beberapa saat sambil merencanakan sesuatu yang akan menguntungkan diri nya.
Dia tak mau kembali tanpa hasil..dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan..hanya satu cara yang bisa mengantar nya untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Baiklah..maaf jika telah membuat kalian tidak nyaman..baiklah aku permisi dulu..maaf dan terimakasih" ujar nya sambil berdiri dan berlalu namun sejenak menatap Rey dan Mark dengan tatapan aneh.
Setelah kepergian Herki baik Mark maupun Rey mereka sama-sama terdiam namun otak mereka sedang merencanakan sesuatu untuk memperketat pengawasan pada keluarga nya.
"Baiklah uncle aku ke kamar dulu" kata Mark berpamitan pada Rey.
"Hm..uncle juga" balas Rey yang juga sama.
Mereka kembali ke kamar masing-masing..di kamar Mark tampak Rachel sedang menemani Nelsy sambil menjaga baby Grey.
Anak-anak Rachel sudah di sekolah mereka masing-masing..hanya Gian yang tinggal di rumah Rey karena Gian tak mau jauh dari orangtua nya juga orangtua Rachel sudah ada Richie sang Kakak ipar yang menemani tuan Jacob ayah mertua nya di negara M sana.
"Baby" panggil Mark pada Nelsy.
Nelsy dan Rachel menoleh pada Mark.. Rachel memilih keluar karena tak mau mengganggu waktu kebersamaan Mark dan Nelsy.
"Sebaik nya aku keluar dulu" ujar Rachel yang tau akan apa yang terjadi setelah ini.
"Terima kasih ka" balas Nelsy berterimakasih.
Sedangkan Mark dia hanya mengangguk kemudian menutup pintu dan mengunci nya.. Mark berjalan menuju Nelsy..dia memeluk Nelsy dan menghirup aroma tubuh Nelsy dalam-dalam.
Menenangkan.
"You ok?" tanya Nelsy mengusap kepala Mark lembut.
"I'm ok baby..aku butuh recharge energi baby" ujar Mark menyentuh titik-titik tertentu yang membuat Nelsy semakin merinding.
Nelsy tak mampu lagi menahan nya dia membalik keadaan hingga Mark yang berada di bawah nya.. Nelsy yang sudah terpancing kini mulai meng gera yangi tubuh Mark hingga puas.
__ADS_1
Mereka berpindah ke kamar mandi agar tak mengganggu anak nya yang masih terlelap..mereka bermain dengan tempo yang tak cepat namun tak lambat karena takut baby Grey bangun.
Kalau sudah ada anak memang susah membagi waktu nya.
Sementara di kamar Rey kini Rey tengah berbincang dengan istri nya Laura..dia tidak mau menyembunyikan apapun pada sang istri karena hidup nya adalah milik Laura.
"Baby tadi ada suami Garty sepupu dari Arny ke sini dan meminta bagian harta keluarga Richard.. bagaimana menurut mu?" ujar Rey memberitahu dan meminta saran pada Laura.
Laura mengernyitkan dahi karena heran..memang ada hubungan apa dengan nya.
"Laura harus apa by..Laura kan nggak tau" jawab Laura polos.
"Huhhh..baby.. istri ku sayang..listen suami Garty mengira bahwa Bastian adalah saudara mu lebih tepat nya dia mengira Bastian memiliki hubungan darah dengan mu dan dia bermaksud untuk mengambil sebagian harta peninggalan Daddy Jo dan kau sebagai pewaris satu-satunya harta itu tentu harus tau mengenai kabar ini..jadi apa kau memang mau membagi harta itu untuk Bastian juga?" tanya Rey setelah menjelaskan.
Laura hening setelah nya dia tersenyum melihat ke arah Rey yang melihat nya dengan bingung.
"Laura sudah membagi nya dengan anak dan cucu Bastian by..biar bagaimana pun juga dia saudara Laura meski tidak ada hubungan darah..dia sudah Laura anggap adik dan kakak Laura sendiri karena Laura nggak punya siapa-siapa selain Bastian dan kalian..tidak apa-apa kan by?" jelas layar pelan memeluk Rey sambil berbaring.
Rey tersenyum bangga dengan keputusan istri nya..dia tau Laura adalah wanita hebat yang penyayang..dia beruntung memiliki wanita seperti Laura istri nya.
Sekarang dia tak akan mau membohongi istri nya lagi..cukup sekali dia merasakan di jauhi istri tercinta nya hingga di tinggal ke rumah Gia sang putri dia tak akan melakukan hal yang sama untuk ke dua kali nya.
Tidak akan pernah.
Rey dan Laura memilih untuk mengobrol santai mengenai masa tua mereka yang bahagia karena semua anak-anak nya telah memiliki pendamping hidup yang tepat.
"Jika nanti Laura yang pergi lebih dulu maka jangan sedih ya by..Laura akan selalu ada di hati Hubby semoga kita bisa bersama di indah nya surga nanti" uajr Laura membuat Rey berdecak tak suka.
Memang pembahasan ini selalu membuat Rey kesal karena takdir manusia memang tidak ada yang tau..waktu yang kita miliki ada batas akhir nya hanya menunggu saat itu tiba dan iklas tidak iklas kita harus menerima nya.
"Jangan bicara yang aneh-aneh baby..aku tak suka" ujar Rey kesal memalingkan wajahnya ke arah lain.
Laura hanya tersenyum melihat tingkah Rey yang merajuk..dia tau setiap kali membahas kematian pasti akan seperti ini.
__ADS_1
Laura mengeratkan pelukan nya pada Rey dan di balas oleh Rey dengan erat juga..Laura tau Rey hanya tak ingin membahas masalah sensitif ini di saat mereka tengah bahagia.
*
*
"Aku butuh bantuan mu" ujar seorang pria yang kini tengah berhadapan dengan pria yang kondisi nya tak lagi baik-baik saja.
"Apa yang kau butuhkan?" tanya pria tak sempurna itu menatap pria tua di depan nya.
"Musuh kita sama aku hanya minta kau membantuku untuk mendapatkan kunci dari kelemahan nya" ujar pria tua itu penuh tekad.
"Apa untung nya buat ku jika membantu mu?" tanya pria tak sempurna itu dengan non ekspresi.
"Kau bisa mendapatkan wanita nya" ujar si pria tua itu tersenyum.
"Hahaha..benarkah..seperti nya menarik" kata pria tak sempurna itu menyeringai.
"So bagaimana keputusan mu?" tanya pria tua itu tak sabaran.
"Baik lah aku akan membantu mu" jawab si pria itu setuju.
Kedua nya tersenyum namun senyum yang menyiratkan sesuatu yang hanya mereka berdua yang tau.
#
#
Grace dan keluarga nya kini tengah berada di rumah Willy yang lama tak dia kunjungi sejak dia tinggal di rumah pemberian Daddy Will.
Rumah dimana dia berjuang sendiri tanpa dukungan dari orangtua kandung nya bahkan hanya sekedar di anggap pun tidak pernah dia rasakan.
"Kita di sini saja agar bajingan itu tak menemukan Grace" ujar Willy mutlak tanpa bantahan.
__ADS_1
"Baiklah kami setuju tinggal di sini" jawab mereka sepakat tanpa menolak dan drama lain nya.