Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
107


__ADS_3

Zee mulai mencoba menolak keinginan dari bos nya ini lagi pula Zee tidak ingin merepotkan Bos beserta ibu dari bos nya itu.


Dan Zee juga merasa hubungan dia dengan Barack hanya sebatas atasan dan bawahan saja tidak lebih.


..."Maaf Tuan Barack sebaiknya saya dan adik saya pulang bersama bang Putra saja Tuan".Ucap Zee....


Namun Barack yang mendengar penolakan Zee langsung buru-buru menolak juga keinginan Zee lagi pula mana mungkin Barack rela membiarkan Zee pulang bersama dengan laki-laki yang berada di samping nya ini apalagi dari tatapan mata nya Putra terlihat jelas seperti nya Asisten dari Bagas memiliki ketertarikan khusus terhadap gadis pujaan nya itu.


Dan Barack juga sangat di buat kesal ketika Zee masih memanggilnya dengan sebutan Tuan bukan nya Mas.


..."Tidak Zee,Mas Akan tetap mengantar kan kamu pulang lagi pula sebagai Pria,Mas harus tangung jawab karena sudah membuat kamu terluka sehingga susah berjalan seperti ini,dan Mas Akan bertemu dengan kedua orang tua kamu untuk mengucapkan terimakasih karena sudah mempunyai anak seperti mu".Ucap Barack....


Zee semakin tidak habis pikir pada bos nya ini mengapa terdengar sekali bahwa sikap nya itu posesif seolah-olah dia adalah orang spesial untuk bos nya itu.

__ADS_1


Lagian Zee juga tanpa sadar menggelengkan kepala nya mengingat perkataan Barack tentang bertanggung jawab?lagian dia membantu orang tua bos nya itu secara ikhlas dan dia juga tidak tau bahwa wanita yang dia tolong merupakan ibu dari bos nya ini.


Sementara Putra dan Vanya di buat bingung dengan perkataan Barack.


..."Sebenarnya ada apa di antara mereka berdua?.."Gumam Putra dalam hati....


Zee masih berusaha untuk menolak nya dan Putra yang melihat sikap Zee mencoba untuk membantu namun perkataan Putra tertelan kembali ketika mendengar penolakan yang di lakukan oleh Zee.


..."Mas Zee..Mas,bukan nya Tuan lagian kemaren kan kamu sudah menyetujuinya untuk memanggil ku dengan sebutan Mas bukan Tuan".Ucap Barack dengan suara yang tegas....


Dan lagi-lagi Zee hanya bisa membulatkan kedua bola mata nya saja mendengar perkataan nya Barack.


..."Kapan aku menyetujui untuk memanggil nya dengan sebutan Mas lagian kan kemaren bukan nya dia yang memaksa ku untuk memanggil dengan panggilan Mas,lagian apa dia tidak berpikir bagaimana pandangan karyawan nya yang lain yang berkerja di Kafe ini juga mendengar Zee memangil bos nya itu dengan sebutan Mas,seolah-olah mereka berdua seperti memiliki hubungan yang lebih dari bos dan atas nya".Gumam Zee yang tentunya hanya bisa di dalam hati nya saja....

__ADS_1


Putra menjadi penasaran tentang hubungan Barack yang terkenal dingin dan tegas ini kepada Zee yang merupakan adik dari atasan dan juga sahabat nya.


Dan apalagi kalau memang benar Tuan Barack menyukai Zee berarti saingan nya untuk Mendapatkan hati Zee benar-benar berat apalagi saingan nya seorang pebisnis hebat.


..."Tuan Barack,biar saya telpon Bagas dulu apa boleh Zee dan Vanya pulang bersama anda karena Bagas sangat posesif sekali menjaga kedua adiknya"....


Barack yang mendengar perkataan Putra langsung terkejut,Barack merasa seperti nya Putra sengaja akan membuatnya tidak bisa pulang bersama sang pujaan hati nya padahal ini adalah kesempatan nya untuk bisa mengenal keluarga Zee.


Hanna yang melihat perubahan wajah sang Putra setelah mendengar ucapan laki-laki yang berada di samping Barack pun langsung mencoba membantu berbicara kepada Zee agar Zee menyetujui ajakan pulang bareng putra nya.


Hanna juga tak habis pikir melihat sikap anak nya yang begitu posesif terhadap gadis pujaan nya itu.


..."Secinta itu kah sayang kamu dengan Zee sehingga kamu bisa berbuat hal konyol yang tak pernah kamu lakukan selama ini kepada gadis mana pun selain Zee?Mama janji akan melamar Zee untuk mu nak,karena Mama tau hanya Zee yang bisa membuat kamu bahagia".Ucap nya dalam hati. ...

__ADS_1


__ADS_2