
Setelah hampir 3 jam mereka sampai di Rumah sakit dimana tempat Arum di rawat.
Setelah memarkirkan mobil milik Barack di parkiran khusu pengunjung mereka semua berjalan beriringan masuk kedalam Rumah sakit itu,Dan mereka langsung berjalan menuju ruang Operasi yang tepat berada di lantai 3 Rumah sakit itu.
Lift yang mengantar mereka akhir nya sampai di lantai 3,saat baru saja keluar dari lift mereka sudah bisa melihat Zee dan Vanya yang saat ini sedang berdiri di depan pintu ruang operasi dan disitu juga ada Papa Faris yang sedang memeluk Zee dan Vanya yang sedang menangis.
Mereka buru-buru melangkahkan kaki nya mendekat ke arah mereka.
..."Pah...."panggil Bagas....
Faris langsung menoleh setelah mendengar panggilan dari sang Putra sambung nya.Pelukan Zee dan Vanya pun terlepas saat melihat sang kaka berada disana.Sementara Naya langsung berjalan kearah Zee dan langsung memeluk Zee dan Vanya untuk menenangkan mereka.
..."Gas,alhamdulillah kamu sudah sampai nak,saat ini bunda lagi di operasi karena bunda mengalami keretakan tulang panggul akibat benturan keras".Ucap nya dengan Nada Lirih....
__ADS_1
Bagas dan yang lain pun yang saat ini berada di sana terlihat syok mendengar kabar Arum yang saat ini sedang di operasi.
..."Memang ada apa sebenarnya Pah sampai bunda bisa mengalami itu semua?.."...
"Bunda jatuh di kamar mandi Gas,memang hari ini sebelum papa kekantor bunda mu mengeluhkan pusing dan tidak enak badan,awalnya Papa sudah mengajak Bunda untuk pergi ke dokter namun Bunda menolak katanya hanya butuh istirahat saja nanti juga sembuh sendiri".Faris menarik nafas sebelum melanjutkan cerita nya itu dia merasakan sesak yang sangat luar biasa melihat istri tercinta nya harus terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
..."Setelah 1 jam Papa sampai di kantor Vanya menelpon Papa dengan keadaan menangis kalau dia dan Adri menemukan Bunda sudah pingsan di dalam kamar mandi nak,maaf kan Papa yang tidak bisa menjaga Bunda mu Nak hiks...hiks..."Ucap Faris sambil terisak....
Bagas langsung memeluk tubuh sang Papa yang sudah mulai bergetar karena menangis.Bagas tau meskipun Faris bukan ayah kandung mereka tetapi Faris sudah sangat berjasa di kehidupan mereka dan Bunda nya.Dan Bagas tau cinta dan sayang Faris kepada Bunda nya benar-benar tulus.
Barack menghampiri Faris dan memberikan semangat untuk ayah sambung kekasih nya itu.
..."Terima kasih Nak Barack".Walaupun usia Barack hampir sama dengan istri nya namun dia tau Barack dan Zee mempunyai hubungan yang spesial jadi tidak mungkin bila di memanggil Tuan kepada Barack yang notaben nya seorang pengusaha sukses....
__ADS_1
Mereka semua duduk di ruang tunggu untuk menunggu Arum yang saat ini sedang berada di ruang operasi karena operasi Arum masih berlangsung.
Sementara Barack mencoba menenangkan Zee dan duduk sambil menggenggam tangan sang kekasih nya itu sedangkan Naya mencoba duduk di samping Bagas untuk menenangkan nya karena baik Zee,Vanya,Bagas dan Faris terlihat sekali sangat terpukul dengan kejadian ini.
Setelah hampir 2 jam pintu operasi pun terbuka para tim dokter dan beberapa perawat yang tadi melakukan tindakan operasi kepada Arum pun keluar satu persatu dari ruang operasi.
Faris,Bagas,Zee dan Vanya bangkit dari duduk mereka dan langsung menghampiri dokter Irman.
..."Bagaimana kondisi istri saya dok?.."...
..."Operasi kami berhasil dan Nyonya Arum akan di pindahkan ke Kamar perawatan setelah dari ruang pemulihan tapi ada beberapa hal yang harus saya bicarakan dengan anda Tuan mengenai kondisi Nyonya Arum,bisa ikut saya ke ruangan saya Tuan Faris".Ucap Dokter irman namun sebelum Faris dan Dokter Irman melangkahkan kaki nya dari sana Perawat yang saat ini sedang berada di ruang pemulihan berlari keluar memanggil dokter Irman....
..."Dokter Nyonya Arum mengalami kejang dok".Ucap Susi sang perawat....
__ADS_1
Dokter irman langsung bergegas masuk kembali ke ruang pemulihan pasca operasi sementara Bagas dan Faris sudah terlihat lemas dan syok mendengar kabar itu.
Sedangkan Vanya dan Zee langsung berlari memeluk sang Kakak sambil menangis saat mengetahui kondisi sang Bunda,mereka masih terus menangis karena sangat khawatir dengan kondisi sang Bunda bahkan tangisan nya mereka terdengar sangat pilu sampai-sampai Barack,Rangga,Putra,Naya dan Andien yang berada di sana menyaksikan ke tiga kakak beradik itu menangis menjadi ikut meneteskan air mata karena mereka dapat merasakan kesedihan yang sedang di alami oleh keluarga Arum.