Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
142


__ADS_3

Dan tak lama Arum langsung melihat cahaya putih yang sangat terang di samping nya,seketika langkah kaki nya seperti terayun untuk masuk kedalam cahaya itu,tapi saat diri nya sudah berada di depan cahaya itu Arum sempat menoleh ke arah Sari dan Fajar tetapi ternyata mereka berdua sudah tidak ada,Saat itu juga Arum langsung memutuskan melangkahkan kembali kaki nya masuk kedalam cahaya itu dan tiba-tiba saja dia langsung tersadar.


Jari Arum mulai bergerak sedikit demi sedikit,kelopak mata nya berangsur terbuka.Faris yang saat itu baru saja selesai sholat langsung terkejut melihat pemandangan di depan nya.Laki-laki itu langsung berjalan mendekat keranjang sang Istri.


..."Sayang ....".Ucap Faris saat melihat sang istri membuka kedua mata nya dengan tatapan bingung nya....


Faris langsung menekan tombol merah yang berada di samping ranjang Arum yang dimana tombol itu akan tersambung secara otomatis ke ruang perawat.


Tak lama Perawat bernama Anna dan Dokter Irman langsung masuk kedalam ruang perawatan Arum,dan kebetulan sekali malam ini mereka sedang tugas malam.Faris yang saat itu masih menggenggam tangan Arum pun langsung melepaskan genggaman tangan nya dan memberikan ruang utuk Dokter Irman dan Perawat Anna untuk memeriksa sang Istri.


..."Nyonya Arum anda dengar saya?".Tanya Dokter Irman...


..."I...iya do..kter".Ucap Arum dengan suara Nada yang terdengar lemah....


..."Apa ada yang anda rasa kan saat ini Nyonya?.."Tanya dokter Irman lagi....

__ADS_1


..."Ke..pa..la saya sakit dokter".Ucap Arum sambil tangan nya terulur untuk memegang kepala nya....


..."Apa anda kenal dengan orang yang berada di samping saya Nyonya?.."...


Arum menganggukkan kepala nya bahwa dia mengenali siapa yang berada di samping dokter Irman.


..."Ma...mas Fa...ri...s sua..mi sa..ya"....


Dokter Irman langsung mengucap Syukur.


Faris yang masih di buat bingung dan penasaran dengan keadaan sang istri dan dia langsung tak Sabar untuk bertanya kepada Dokter Irman.


..."Dok,bagaimana keadaan istri saya?"....


Dokter Irman tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Faris.

__ADS_1


..."Syukur alhamdulillah,kesehatan Nyonya Arum sudah lebih baik Tuan,dan sesuai hasil pemeriksaan yang kita lakukan seminggu yang lalu memang terjadi benturan di bagian kepala Nyonya Arum tetapi tidak terlalu berbahaya untuk kondisi Nyonya Arum Tuan"....


..."Alhamdulillah ya allah,tapi kenapa istri saya seperti orang bingung dan juga barusan dia mengatakan kalau kepalanya sakit dokter"....


..."Tidak apa-apa Tuan,itu biasa terjadi kepada orang yang baru saja sadar dari koma nya,dan untuk selanjutnya kondisi Nyonya Arum masih akan terus kami pantau dan selama kondisi pemulihan ini Nyonya Arum akan kami pindahkan keruangan perawatan di lantai 5 dan bukan lagi di ruangan ini".Ucap Dokter Irman....


Faris menganggukkan kepala nya dan mengucap rasa syukur nya setelah hampir 2 minggu terbaring koma,Arum akhir nya kembali sadar dan sekarang diri nya tinggal fokus untuk kondisi pemulihan dan terapi pasca operasi agar Arum bisa berjalan lagi seperti dulu.


Tak lama kemudian Dokter Irman pamit kepada Faris untuk keluar dari ruangan itu sementara Perawat Anna dan 2 perawat lain yang baru saja datang akan membantu untuk proses pemindahan Arum kelantai 5.


Jam baru saja menunjukkan 04.30 dan saat ini Arum sudah di pindahkan di lantai 5 ruangan Tulip VVIP.


..."Mas,bantu aku untuk bertayamum dan Sholat Mas....


Faris dengan sigap membantu Arum bertayamum dan juga memakai mukena nya,lalu setelah itu Faris langsung memimpin sholat berjamaah.Setelah selesai sholat Faris membantu kembali sang Istri untuk melepaskan mukena nya.

__ADS_1


"Kamu harus sehat ya sayang...Cup".Ucap Faris sambil mengecup sekilas bibir sang istri.


__ADS_2