
Faris dan Arum saling tatap dan langsung menatap ke arah Zee yang sedang menunduk.
Arum dan Faris mengerti kegelisahan Zee,anak perempuan Arum yang sudah beranjak remaja itu merasa takud kalau kasih sayang dan perhatian yang selalu di berikan oleh Faris akan hilang setelah kehadiran anak kandung Faris bersama Arum.
Faris mulai melangkah kan kaki nya menuju tempat Zee dan membawa anak sambung nya kedalam rangkulan nya tak lupa juga Faris merangkul Bagas.
Dengan senyum yang mengembang dari bibir nya Faris mulai mencoba memberikan pengertian untuk ke dua anak sambung nya bagaimana pun meski mereka bukan darah daging nya namun Faris sangat menyayangi mereka.
"Dengar kan Papa ya,kalian itu anak-anak Papa dan Bunda Arum meskipun didalam tubuh kalian tidak mengalir darah Papa namun kasih sayang Papa sama kalian tidak akan pernah berkurang sedikit pun meski nanti Papa akan memiliki anak kandung karena buat Papa kalian bertiga sudah menjadi belahan jiwa Papa yang harus selalu papa sayangi dan bahagiakan".Ucap Faris sambil menatap ketiga anak sambungnya.
..."Apa kalian paham ehm?.."Tanya nya lagi....
Setelah mendengar penjelasan dari Faris.
Bagas ,Zee dan Vanya dan mereka juga dapat melihat ketulusan dari sorot mata Papa sambung nya pun seketika senyum mereka merekah,Zee langsung berjalan kearah Faris.
..."Kami juga sayang sama Papa Faris".Ucap Zee yang langsung memeluk Faris dan di ikuti oleh Bagas dan Vanya juga ikutan memeluk Faris....
Sementara Arum terlihat meneteskan air mata nya menyaksikan mereka.Jujur Arum sangat bahagia bisa memiliki laki-laki seperti Faris,bukan hanya tampan dan baik namun hati laki-laki yang sudah sah menjadi suami nya itu memiliki hati yang tulus,bisa Arum lihat dari cara Faris menatap anak-anak nya dan memperlakukan diri nya dan anak-anak nya.
__ADS_1
..."Bunda kok,ga di ajak pelukkan juga sih".Goda Arum dengan mimik wajah yang sendu....
Mereka semua menoleh ke arah Arum sambil tersenyum dan tak lama mereka langsung membawa Arum kedalam pelukkan mereka.
Namun di tempat yang tak jauh dari tempat mereka berpelukan ada seorang gadis yang sejak tadi ikut menyaksikan semua kejadian itu tanpa terasa air mata nya ikutan menetes karena melihat kerukunan dan kebahagian mereka.
Kalau boleh jujur Danaya juga ingin sekali memiliki keluarga seperti anak-anak yang lain namun apa daya allah tidak mengizinkan gadis itu merasakan kehangatan keluarga karena sejak kecil Danaya sudah berada di panti asuhan dan sejak kecil hingga sekarang Danaya tak pernah mengetahui siapa orang tua kandung nya.
Namun biar bagaimana pun Danaya tetap merasa bersyukur karena bisa mengenal ibu panti yang tulus merawat nya dan bersyukur bisa kenal dengan Zee dan keluarga nya.
Mbok Ratmi yang melihat Danaya sejak tadi memandang keluarga tuan nya berpelukan dan Mbok Ratmi juga melihat tatapan sendu dan air mata yang menetes dari gadis itu.
**************
Tak terasa waktu sudah menjelang siang rencana nya hari ini Faris akan membawa Arum untuk memeriksa kandungan nya.
Saat ini mereka sudah rapi dengan pakaian kasual nya.Tak lupa juga Faris dan Arum menitip anak-anak mereka kepada Mbok Ratmi untuk menjaga anak-anak mereka saat mereka pergi memeriksakan kandungan Arum.
Setelah berpamitan dan meninggalkan hotel tempat nya menginap Arum dan Faris akhir nya sampai di Rumah sakit di kota ini.
__ADS_1
Faris dan Arum masuk kedalam Rs. sakit tersebut.Faris menuntun Arum untuk duduk di ruang tunggu sementara Faris yang akan mendaftarkan nama Arum untuk memeriksa kandungan nya.
..."Sayang kamu duduk di sini dulu ya,biar Mas yang mendaftarkan kamu".Ucap Faris sambil tersenyum dan mulai melangkahkan kaki nya kedepan meja pendaftaran....
..."Permisi Suster...
...,saya sudah membuat janji dengan dokter Kandungan Popy Armenia,kira-kira apa beliau sudah datang Suster?.."Tanya Faris....
..."Maaf kalau boleh tau dengan Bapak siapa ya?.."...
..."Saya dengan Faris Suster"....
^^^"Mohon ditunggu Ya pak Faris saya akan konfirmasi dulu kepada beliau terlebih dulu".^^^
"Baik Sus,terima kasih saya akan menunggu".
Tak berapa lama Suster memanggil nama Faris dan memberitahukan bahwa dokter Popy sudah menunggu di dalam ruangan nya.
Setelah mendapatkan informasi dari suster Faris mengenggam tangan Arum dan menuntun nya menuju ruangan Dokter Popy yang tak lain adalah sepupu nya Faris.
__ADS_1