
Makanan malam mereka pun terlaksana dengan baik dan sesekali di isi dengan obrolan ringan.
Setelah selesai bauk Barack,Hanna,Bayu dan putra pun pamit pulang.
πππππππ
Tak terasa 2 minggu sudah berlalu semenjak kejadian makan malam itu dan semenjak itu juga Barack semakin gencar melakukan pendekatan kepada Zee.
Zee yang awal nya kurang nyaman dengan sikap dan perilaku Barack terhadap nya namun lambat laun akhir nya membuat Zee begitu ketergantungan dengan kehadiran Barack.
Bagaimana tidak hampir setiap pagi Barack selalu mengantar Zee ke kampus bahkan terkadang Barack menyempatkan diri nya untuk mengajak Zee Makan siang.
Tak jauh juga dengan hubungan Naya dan juga Bagas,
sudah 2 minggu ini Naya berkerja menjadi Asisten Bagas,jangan ditanya bagaimana sikap Naya terhadap Bagas semenjak kejadian waktu di taman kota itu Naya seolah menjaga jarak dengan Bagas,karena menurut Naya dia tidak ingin merasakan sakit hati lagi.
Sedangkan Bagas,selama 2 minggu ini dia begitu tersiksa dengan sikap Naya yang cuek kepada diri nya,terkadang Naya hanya mau berbicara dengan nya kalau membahas tentang pekerjaan saja bahkan sikap Naya sekarang lebih dingin dan seperti menghindar dari nya.
..."Bisa gila gue kalau kaya gini terus".Ucap Bagas Frustasi....
Pria tampan itu berdiri dari kursi kebesaran nya,berjalan keluar ruangan dengan gagah nya.Hari ini dia berjanji akan menyelesaikan urusan nya dengan Clowy apa lagi Putra sudah memberikan bukti-bukti kepada nya kalau selama ini Clowy juga berselingkuh dengan beberapa bos Agensi nya.
Bahkan yang membuat Bagas murka adalah selama ini Clowy ternyata hanya memanfaatkan kebaikan Bagas saja.Karena jujur awal mengenal Clowy,Bagas kagum dengan kemandirian nya dan kecerdasan yang dimiliki oleh Clowy apalagi selama ini Bagas mengenal Clowy adalah wanita yang lembut walaupun seringkali Clowy meminta dibelikan barang-barang mewah kepada diri nya.Bahkan pernah beberapa kali Clowy bisa menghabiskan uang ratusan juta yang ada di kartu ATM Bagas hanya untuk membeli tas branded keinginan nya.
Bagas berjalan melewati meja Naya namun ternyata wanita itu sedang tidak berada di meja nya.
__ADS_1
... "Kemana dia,kenapa tidak ada di meja nya?".Gumam Bagas. ...
Bagas berjalan kearah pantry yang berada di lantai tersebut.Langkah kaki nya terus menyusuri lorong menuju pantry terdengar dengan jelas kalau disana ada seorang wanita yang sedang mengobrol dan sesekali tertawa renyah.
Bagas sempat mengepalkan tangan nya ketika mendengar suara tawa itu yang bisa di pasti kan adalah Naya gadis pujaan nya namun yang Bagas bingung dengan siapa wanita itu ngobrol dan tertawa sementara di lantai ini hanya ada ruangan nya,ruangan Putra Asisten sekaligus tangan kanan nya dan juga meja kerja Naya dan Ranti sekertaris nya.
Saat sampai di depan pintu Pantry Bagas langsung membuka pintu itu secara kasar.
Bruk...
Dan otomatis Naya dan seseorang yang berada di dalam terkejut dengan dorongan pintu yang sangat keras dari arah luar.
..."Si...siang Tuan Bagas".Ucap Laki-laki yang bernama Panji yang merupakan salah satu karyawan di bagian office boy kantor ini....
Karena saat masuk ke pantry dia bertemu dengan Naya yang ternyata sedang membuat kopi capuccino untuk diri nya.
Karena Naya termasuk gadis yang mudah bergaul dengan siapapun menjadikan dia gampang akrab dengan karyawan yang ada di kantor ini.
Bagas langsung masuk kedalam Pantry dan berjalan ke arah meja kecil yang berada di sana.Bagas menatap Naya sekilas karena ingin melihat apa yang dibuat gadis itu,namun Bagas di buat kesal karena Naya terlihat cuek kepada nya.
Lalu Bagas menatap Panji yang saat ini sedang terlihat kikuk.
..."Panji kamu sudah selesai meletakkan galon air mineral nya?..".Tanya Bagas....
..."Su...sudah tuan,kalau begitu saya pamit dulu tuan".Jawab Panji dengan nada gugup karena tatapan sang Bos yang seolah sedang mengintimidasi nya....
__ADS_1
Bagas mendengar jawaban Panji hanya bisa menganggukkan kepala nya.Sampai pada Panji keluar dari pantry dan Naya pun tak lama akan ikut keluar juga dari Pantry sambil membawa cangkir kopi di tangan nya.
Namun sebelum Naya membuka Pintu Cangkir kopi milik nya langsung di rebut oleh Bagas dan dengan enteng nya Bagas langsung meminum kopi itu.
Sementara Naya langsung membulatkan kedua mata nya kearah Bagas yang ternyata dengan santai nya menyesap kopi buatan nya.
Naya tidak berbicara apa-apa atas sikap Bagas,dan dia mencoba melangkah kan kaki nya keluar Pantry namun sekali lagi tangan nya langsung di tarik sehingga Naya hilang keseimbangan nya dan terjatuh tepat di atas pangkuan Bagas.
Bagas langsung memeluk pinggang Naya dengan erat agar Naya tidak bisa kemana-mana.
..."Kopi buatan kamu enak".Ucap Bagas....
..."Lepas enggak,aku mau ke meja ku".Ucap Naya yang masih mencoba memberontak....
..."Enggak akan,sebelum kamu..."Ucap Bagas sambil mendekatkan wajah nya ke arah Naya yang memejamkan kedua mata nya saat wajah Bagas hanya berjarak beberapa senti dari wajah nya....
Bagas yang melihat Naya memejamkan mata nya langsung tersenyum dan sambil berbisik.
..."Kamu ngarep aku cium ya,atau kamu kangen ciuman aku".Ucap Bagas....
...Naya yang mendengar perkataan Bagas langsung membuka kedua mata nya dan berusaha menjauh dari wajah Bagas....
..."Jangan kepedean ya kamu Mas".Ucap Naya....
Bagas semakin gemas melihat tingkah Naya apalagi wajah Naya saat ini terlihat seperti tomat.
__ADS_1