
Faris dengan sigap membantu Arum bertayamum dan juga memakai mukena nya,lalu setelah itu Faris langsung memimpin sholat berjamaah.Setelah selesai sholat Faris membantu kembali sang Istri untuk melepaskan mukena nya.
"Kamu harus sehat ya sayang...Cup".Ucap Faris sambil mengecup sekilas bibir sang istri.
Mereka berdua melaksanakan sholat subuh bersama,Setelah itu di teruskan dengan membaca ayat suci Al-Quran.
Selesai membaca Al-Quran Faris membantu membuka mukena yang di gunakan oleh sang istri.
Senyum itu selalu terbit dari laki-laki tampan yang sudah tak muda lagi yang sejak tadi selalu menggenggam tangan sang istri seolah-olah dia tidak ingin sang istri pergi dari nya.
Faris mengucap syukur kepada sang maha pencipta karena masih di berikan kesempatan melihat wajah dan senyum sang istri,dia berjanji mulai saat ini dia akan selalu berada disamping Arum dan Faris juga berencana untuk menyerahkan tangung jawab perusahaan-perusahaannya ke pada Bagas dan dia yakin Bagas mampu menjalankan perusahaan-perusahaan nya dengan baik,karena mulai detik ini dia ingin selalu berada di dekat sang istri dan Faris tidak ingin kejadian seperti kemaren terjadi lagi kepada istri nya,cukup sekali ini di merasakan seolah jiwa nya tercabut dan hati nya remuk mendapatkan sang istri dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Kepergian sang istri pertama nya membuat Faris tak ingin lagi merasakan seperti itu kembali,cukup sekali Faris ditinggalkan oleh orang-orang yang di sayangi,dan bahkan Faris yakin kalau kejadian Arum kemaren sampai merenggut nyawa sang istri,Faris pasti tidak akan sanggup berdiri lagi di kakinya sendiri.
..."Sayang kamu mau sesuatu?".Tanya Faris dengan lembut....
__ADS_1
Arum tersenyum kearah sang suami.
..."Mas,aku rindu dengan anak-anak".Ucap nya....
Faris menepuk kening nya setelah mendengar perkataan sang istri dia hampir lupa menghubungi anak-anak nya tentang kabar bahagia ini.
..."Maaf sayang,Mas lupa".Ucap nya sambil mengambil ponsel milik nya dan melakukan panggilan video call kepada Zee dia yakin anak-anak nya saat ini sedang berada di meja makan....
Tut....
Tut....
Tut....
Walaupun terlihat jelas dari wajah mereka yang sangat terlihat sendu,Saat Zee sedang mengambilkan Nasi goreng bakso kedalam piring nya tiba-tiba saja ponsel nya berbunyi.
__ADS_1
Tring....
Tring....
Tring....
Zee langsung meletakkan kembali sendok yang saat ini sedang di genggam,kemudian dia mengambil ponsel nya yang berada di saku celana jeans nya.
Sebelum menekan layar hijau di ponsel nya dia terlihat menaikan sedikit alis nya karena melihat nama yang saat ini sedang menghubungi nya jantung nya tiba-tiba saja berdetak lebih kencang,dia sempat berfikir yang tidak-tidak tentang Bunda nya ketika mengetahui yang menghubungi nya adalah sang Papa,Zee ingat memang kemaren setelah seharian dia menemani Bunda nya,Barack datang menjemput nya kerumah sakit dan mengajak pulang bersama.Dan saat itu sang Papa lah yang bergantian menjaga sang Bunda yang masih dalam keadaan koma.
Zee mencoba menarik nafas nya dan menghembuskan nya dengan perlahan sebelum mengangkat panggilan video sang Papa,dengan tangan yang sedikit gemetar akhir nya panggilan video itu tersambung.
..."Assalam mualaikum sayang".Ucap sang Bunda disana....
Tentu nya semua orang yang berada di meja makan langsung terkejut mendengar suara seorang wanita yang sangat mereka rindukan.
__ADS_1
Sementara Zee langsung menangis melihat wajah sang Bunda yang berada di layar ponsel sang Papa.