
Setelah mendengar cerita dari Faris,Bagas langsung mengepalkan kedua tangan nya,sungguh Bagas sangat kesal sekali dengan apa yang terjadi apalagi di tau Papa nya selama ini sangat menjaga kualitas produk yang akan di jual dan bahkan kesejahteraan karyawan pun tak pernah lupa di berikan kepada seluruh karyawan di bawah pimpinan sang Papa dari mulai bonus per 3 bulan sekali dan tunjangan kesehatan baik untuk karyawan maupun keluarga nya.
Tapi benar-benar Bagas masih tak habis pikir dengan karyawan yang masih tega berani bermain curang di pabrik sang Papa.
..."Tenang saja pah,Bagas akan segera ke sana setelah dari sini Bagas berjanji akan menemukan siapa dalang yang ingin bermain-main dengan kita"....
..."Papa percayakan sama kamu ya Nak,Papa yakin kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini".Ucap Faris sambil tersenyum ke arah anak sambung nya itu,Faris tau bahwa Bagas pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik....
Akhir nya Bagas dan Naya pamit kepada Faris dan yang lain karena harus segera kekantor dan meninjau pabrik yang sedang bermasalah itu.Sementara Faris siang ini setelah selesai pemeriksaan Arum,dia dan berencana akan pulang terlebih dahulu untuk beristirahat sekalian mengantar Vanya dan Adri.Sedangkan Zee akan menemani sang Bunda di rumah sakit hari ini sampai sore dan setelah itu akan bergantian lagi dengan Bagas dan Faris.Sambil mengisi waktu Zee membuka Al-Quran dan melantunkan nya di samping sang Bunda.Namun setelah 30 menit kemudian tiba-tiba saja ponsel nya berbunyi dan saat dia lihat ternyata yang menghubungi nya adalah Barack sang kekasih,Zee langsung menyudahi melantunkan ayat suci Al-Quran nya dan menutup Al-Quran milik nya lalu di letakan di atas meja sebelah ranjang Arum.
..."Assalam mualaikum Mas"....
..."walaikum salam sayang,kamu lagi di rumah sakit sekarang?.."Tanya Barack di sebrang sana....
__ADS_1
..."Iya Mas,aku saat ini berada di rumah sakit karena Papa tadi aku suruh istirahat dulu di rumah Mas"....
..."Ya sudah ..kalau gitu Mas langsung kesana ya sayang,oiya kamu mau di bawa kan apa biar Mas sekalian bawa kan?"....
Zee tersenyum mendengar perhatian yang di berikan Barack.
..."Enggak usah Mas,lagian memang nya kamu enggak sibuk ehm"....
..."Walaikum salam"....
Zee tersenyum sambil memasukkan kembali ponsel nya setelah sambungan telpon nya terputus.
Sementara di alam bawah sadar Arum saat ini dia merasakan bahwa diri nya sedang berada di sebuah kursi yang berada di taman bunga dengan air terjun disisi kanan nya.
__ADS_1
Taman itu sangat indah karena di tumbuhi dengan berbagai aneka macam bunga-bunga dengan warna-warna yang cantik,Apalagi dengan air terjun yang berada di sisi kanan nya yang langsung jatuh ke sungai kecil yang berada di bawah nya.
Arum merasakan suasana yang begitu tenang dan sejuk,dia mencoba berdiri dan berjalan ke arah Bunga mawar yang begitu merekah dan mencium kelopak Bunga Mawar itu yang sangat harum di indra penciuman nya.
Namun tiba-tiba saja Arum mendengar suaran tangis seorang wanita yang begitu pilu dan suara itu seperti Arum tidak asing di telinga Arum.
Arum mencoba menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sumber suara tangisan itu namun Arum tidak dapat menemukan nya.Tapi karena Arum penasaran dengan suara tangisan itu Arum mencoba berjalan mengikuti sumber suara tangisan itu karena suara itu berasal dari pintu yang berada tak jauh dari hadapan nya.Kaki nya terus melangkah Sampai dia berhenti di depan pintu yang sudah berada di hadapan nya karena Suara tangisan itu terdengar jelas berasal dari balik pintu.
Arum sempat ragu saat ingin membuka pintu itu namun seketika dia menguatkan hati nya untuk tetep membuka pintu nya dan mencari tau siapa wanita yang sedang menangis didalam sana.
Ceklek....
Pintu itu dibuka secara perlahan dan Arum melangkahkan kaki nya masuk kedalam ruangan yang berbentuk seperti kamar dan disana terdapat seorang wanita berbaju putih yang sedang menangis di atas ranjang dengan tatapan yang membelakangi Arum.
__ADS_1