
Semenjak kejadian tadi siang Arum terus saja mengacuhkan Faris bahkan ketika makan malam pun Arum tetap mengacuhkan nya,dan itu membuat Faris sangat frustasi bahkan dia masih bertanya-tanya dalam hati nya apa kesalahan yang dia perbuat padahal menurut nya Arum lah yang bicara nya dengan kata-kata tidak jelas.
Setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar dan Arum lebih banyak menghabiskan waktu nya di kamar anak-anak nya.
Faris mencoba menahan semua sikap Arum hari ini agar tidak terbawa emosi karena sudah di acuh kan oleh Arum.
Faris berjalan ke arah balkon ternyata di sana sudah ada bagas yang sedang duduk sambil mendengar kan musik dari ponsel nya.
Faris duduk disebelah bagas sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.
Bagas lali menoleh ke arah samping dan melihat Ayah sambung nya itu sedang duduk disana dengan wajah yang sendu.
Bagas yang menyadari bahwa ayah sambung dan bunda nya sedang terlibat perselisihan pun mencoba bertanya.
..."Pah...papa bertengkar dengan bunda?karena yang Bagas lihat dari tadi Bunda terlihat acuh sama papa".Tanya Bagas...
..."Entah lah Gas,papa sendiri saja tidak mengerti kenapa Bunda mu mengacuhkan Papa padahal tadi pagi baik-baik saja".Jawab Faris dengan menghembuskan nafas panjang....
..."Apa mungkin ada perkataan atau sikap Papa yang membuat Bunda tersinggung?.."Tanya Bagas sambil menatap ke arah Faris....
^^^"Papa rasa sih tidak Gas,cuma tadi pagi itu bunda kamu terlihat kurang bersemangat dan semenjak bagun tidur Bunda kamu mual-mual terus dam merasa kepala nya pusing".^^^
"Maksud Papa Bunda Sakit?Apa papa sudah membujuk Bunda untuk kedokter atau jangan -jangan Bunda Saat ini sedang hamil Pah".
Sontak Faris sangat terkejut dengan perkataan Bagas dan langsung menatap ke arah Bagas.
__ADS_1
..."Kamu ngarang Gas, dari mana kamu bisa menyimpulkan kalau Bunda mu sedang hamil saat ini".Tanya Faris...
..."Ya Bagas si hanya menebak secara asal saja pah karena waktu hamil Vanya pun Bunda Mual-mual dan pusing bahkan mood nya sering berubah-ubah terkadang marah,mudah tersinggung dan suka tiba-tiba menangis".Jawab Bagas...
Faris menjadi terpikirkan perkataan Bagas,karena yang Arum alami dulu persis seperti Arum saat ini.
..."Apa mungkin Arum hamil ya?aku harus mencoba memastikan nya,ya..aku akan ke apotik untuk membeli tes kehamilan,semoga saja benar Arum hamil anak ku".Ucap Faris dalam hati....
Tiba-tiba Saja Faris tersenyum,membayangkan kalau ternyata Arum memang benar hamil.
Faris bangkit dari duduk nya dan menepuk bahu sang anak.
..."Bagas,papa tinggal dulu sebentar ya?.."...
..."Papa harus membeli sesuatu ke luar".Ucap Faris....
Setelah pamit Faris langsung pergi meninggal kan Bagas menuju Apotik yang tidak begitu jauh dari hotel tempat nya menginap.
Sementara Arum yang barus saja menidurkan Vanya,mulai bangkit dari ranjang Vanya dan berjalan ke arah kamar hotel yang di tempati oleh diri nya dan Faris.
Namun saat Arum sampai di dalam kamar ternyata dia tidak melihat keberadaan sang suami.
..."Kemana Mas Faris?.."Gumam Arum....
"Apa Mas Faris marah karena aku telah mengacuhkan nya?".Gumam Arum dengan nada sendu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Arum meneteskan air mata nya dan Faris yang baru saja masuk kedalam kamar nya melihat Arum dalam keadaan terisak dan bahu yang bergetar dibuat nya bingung.
Faris langsung berjalan menghampiri Arum yang sedang berada di ranjang mereka dengan posisi membelakangi Faris.
Faris langsung memeluk tubuh Arum dari arah belakang.
..."Sayang..kamu kenapa menangis?.."Tanya Faris dengan nada lembut...
"Mas...hiks..hiks .hiks..kamu dari mana Mas?Hiks..hiks..kamu mau ninggalin Arum ya Mas.hiks..hiks..".Ucap Arum yang langsung berbalik ketika mendengar suara sang suami.
Faris yang mendengar ucapan Arum malah menjadi bingung.
"Kenapa Arum menjadi berpikiran kalau aku mau meninggalkan nya".Ucap nya dalam hati.
Faris mencoba menenangkan Arum denfam cara langsung memeluk Arum dengan erat dan mengelus bahu nya dengan lembut.
..."Aku habis dari Apotik tadi,ada yang aku beli disana?.."Jawab Faris....
Arum yang mendengar ucapan Faris langsung menatap sang suami.
..."Iya sayang,aku kepengen besok pagi bisa memastikan sesuatu sayang"....
..."Memastikan apa Mas?.."Ucap Arum dengan nada bingung....
Faris hanya tersenyum melihat wajah imut dan menggemaskan Arum ketika sedang bingung.
__ADS_1