Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
144


__ADS_3

Zee mencoba menarik nafas nya dan menghembuskan nya dengan perlahan sebelum mengangkat panggilan video sang Papa,dengan tangan yang sedikit gemetar akhir nya panggilan video itu tersambung.


..."Assalam mualaikum sayang".Ucap sang Bunda disana....


Tentu nya semua orang yang berada di meja makan langsung terkejut mendengar suara seorang wanita yang sangat mereka rindukan.


Sementara Zee langsung menangis melihat wajah sang Bunda yang berada di layar ponsel sang Papa.


Bagas,Vanya dan Adri langsung mendekat ke arah Zee dan mereka juga tak kalah terkejut nya.


..."Bbbbuunndddaaaaa".Ucap Vanya dan Adri....


..."Alhamdulillah akhir nya Bunda sudah sadar".Ucap Bagas....


..."Bun,hiks...hiks...".Ucap Zee sambil terisak karena dia tak mampu mengucapkan kata-kata saking bahagianya....


Arum dan Faris hanya melihat anak-anak mereka dengan senyum yang mengembang, terlihat sekali di mata Arum dan Faris kalau ke empat anak mereka sangat bahagia bisa melihat sang Bunda yang sudah sadar dari koma nya.


..."Sayang...Bunda kangen kalian".Ucap Arum dengan nada yang sendu....

__ADS_1


Mereka berempat pun tersenyum mendengar suara sang Bunda,tanpa terasa mereka berempat meneteskan air mata nya saking bahagia nya.


..."Kami akan langsung Kesana sekarang ya Bun".Ucap Adri dengan riang....


Arum menganggukkan kepala nya sambil tersenyum saat melihat anak-anak nya yang terlihat sangat bahagia.


..."Alhamdulillah ya allah aku,masih di berikan kesempatan untuk berkumpul di tengah-tengah mereka".Ucap Arum dalam hati....


..."Kalian hati-hati ya sayang,Bunda tunggu di sini ya sayang"....


..."Siap Bunda,Assalam mualaikum".Ucap mereka....


Sementara itu Arum setelah sambungan video nya terputus,Arum langsung memberikan ponsel nya kepada Faris.


..."Mas kamu tidak kekantor hari ini?"....


..."Tidak sayang,Mas berencana mulai sekarang Mas akan menyerahkan semua urusan perusahaan kepada Bagas sayang,Mas yakin Bagas mampu mengurus nya karena mulai saat ini Mas mau selalu berada di samping kamu sayang dan Mas tidak mau kejadian kemaren terulang kembali sayang,cukup sekali kamu membuat Mas hancur melihat mu tak sadarkan diri,terima kasih karena kamu sudah mau bertahan sampai sejauh ini sayang,Mas tidak mau kehilangan kamu jadi apapun yang kamu rasakan dan ingin kan kamu harus memberitahukan nya kepada Mas".Ucap Faris sambil memeluk tubuh sang Istri tanpa terasa air mata yang dia tahan sejak tadi akhir nya meluncur di wajah nya....


..."Terima kasih Mas".Ucap Arum sambil membalas pelukkan sang suami....

__ADS_1


Arum sangat bahagia sekali memiliki suami seperti Faris yang bisa menyayangi dan mencintai diri nya dan anak-anak nya secara tulus.


Arum tiba-tiba saja melepaskan pelukan nya dari Faris,namun tautan tangan kedua nya masih saling mengenggam satu sama lain.


Tak lama pintu rawat mereka pun terbuka dan muncullah perawat yang membawa sarapan untuk Arum.


..."Selamat Pagi Tuan dan Nyonya,saya mau mengantarkan sarapan untuk Nyonya Arum"....


Perawat itu langsung masuk sambil mendorong troli makanan dan langsung meletakkan makanan untuk Arum di atas Nakas.


..."Terimakasih ya suster".Ucap Arum....


..."Sama-sama Nyonya,silakan di nikmati sarapan nya Nyonya".Ucap Perawat itu sambil berjalan keluar kamar Arum....


..."Sayang kamu makan dulu ya".Ucap Faris sambil mengambil nampan isi makanan yang di sediakan perawat barusan....


..."Mas,kamu juga belum sarapan Mas,biar nanti saja sekalian bareng sama kamu Mas".Ucap Arum...


..."Tidak sayang,Mas gampang nanti bisa beli di kantin rumah sakit yang terpenting sekarang kamu harus makan agar kamu bisa kembali pulih sayang"....

__ADS_1


Lalu Faris bangkit dari kursi nya dan mulai membantu mengubah ranjang Arum agar posisi nya bisa setengah duduk agar sang istri bisa memakan sarapan yang di bawa oleh perawat tadi,dan setelah itu Faris menyuapi Arum dengan telaten sampai sarapan nya habis.


__ADS_2