
Arum dan Faris memang sejak awal berhubungan dan menikah mereka berkomitmen untuk saling terbuka satu sama lain dan tidak ada yang di tutup-tutupi satu sama lain tentan apa pun itu karena Faris dan Arum tidak ingin terjadi salah paham diantara mereka berdua yang dapat membuat hubungan mereka berdua menjadi tidak harmonis dan Mereka berdua pun berharap pernikahan kedua mereka menjadi pernikahan yang terakhir untuk kedua nya.
Setalah mendengarkan cerita yang keluar dari bibir sang istri pun hanya menganggukkan kepala nya dan ber oh ria saja.
..."Sayang bagaimana kalau kita minggu depan liburan bareng anak-anak ke lombok?..dan sekalian kita bulan madu dan sekalian nanti kita ke sana membawa si Mbok ratmi untuk menjaga dan mengawasi anak-anak kita disana,siapa tau saja pulang dari sana akan ada Faris junior didalam sini".Ucap Faris sambil mengelus perut Arum....
..."Amin semoga saja ya Mas".Ucap Arum sambil tersenyum....
Sementara di lain tempat tepat nya di kediaman mantan mertua Arum yaitu Bu Leha masih terlihat sepi bahwasan ny Sari baru saja di berikan obat penenang oleh Sang Mama karena semenjak Sari di katakan hamil oleh dokter dan baik Juragan Basir atau pun Barack tidak aada yang mau bertanggung jawab dengan kehamilan Sari apalagi setelah Juragan Basir mengetahui bahwa selain dengan nya Sari ternyata juga sering bercinta dengan putra nya.
Saat itu juga Juragan Basir marah besar kepada Sari bahkan Juragan Basir sudah meminta semua barang yang pernah dia berikan kepada Sari.
Bu Leha menyandarkan tubuh nya di sofa ruang tamu,air mata nya terus saja menetes tanpa henti,Leha tidak pernah menyangka bahwa nasib anak-anak nya menjadi seperti ini.
__ADS_1
Wanita Paru baya itu mencoba memejamkan Mata nya pasal nya sejak tadi malam Sari terus-terusan mengamuk bahkan membanting semua barang yang berada di sekitar nya sampai tadi pagi pun beberapa Tetangga dan pak Rt mendatangi kediaman Bu Leha mendengar keributan di rumah itu sejak semalam.
Sejujur nya Leha sudah malu tinggal dirumah ini tapi mau bagaimana lagi Leha juga bingung apabila dia menjual rumah ini dia dan Sari akan tinggal dimana apalagi rumah ini begitu banyak kenangan untuk Leha bersama mendiang suami dan anak pertama nya.
Leha berusaha bangkit,karena siang ini dia harus pergi malam ini dia harus pergi kepasar untuk membeli beberapa bahan-bahan untuk jualan nya karena sudah satu bulan ini Leha berjualan sarapan pagi di depan rumah nya.
Walapun hari ini sungguh enggan dia beranjak untuk pergi kepasar apalagi setelah melihat anak gadis nya ya itu mengamuk dan memukuli perut nya terus,Leha sangat Khawatir takud terjadi apa-apa dengan Sari namun kalau di tidak pergi kepasar malam ini otomatis besok pagi dia tidak bisa berjualan dan itu akan membuat dia dan Sari kelaparan karena tidak memiliki uang.
Menyesal seperti nya pun percuma juga karena Lega menyadari gaya hidup nya yang terlalu boros apalagi harta peninggalan mendiang suami nya serta Anak sulung nya habis dengan sia-sia.
..."Zee,Vanya dan Mas Bagas ..Papa ada kejutan buat kalian"....
Mereka bertiga menoleh kearah Faris dengan wajah penasaran.
__ADS_1
..."Sabtu ini kita akan libur ke lombok sayang,kan kalian sudah mulai libur kenaikan kelas kan?.."...
..."Yes...yes...yes..."Sorak mereka bertiga dengan gembira....
..."Anya seneng banget Papa,Bunda Kita akan jalan-jalan ran berenang di pantai"....
..."Iya dong sayang,rencana nya kita sampai hari selasa disana"....
..."Pah,,boleh ga Zee ajak Danaya untuk liburan bareng kita,soalnya Danaya kasian sekali tidak pernah merasakan pergi liburan".Ucap Zee Lirih....
...Arum dan Faris yang melihat mimik wajah Zee menjadi sendu pun akhir nya tidak tega ,karena baik Faris dan Arum sangat kenal dengan sahabat putri nya itu yang merupakan anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan bahkan Danaya bisa masuk di sekolah Zee pun karena Danaya mendapatkan Beasiswa karena memang otak anak itu sangat encer....
..."Boleh doang sayang,nanti bunda yang izinkan ke Bu Marina di Panti ya"....
__ADS_1
..."Asyik...makasih Bunda,makasih Papa".Ucap Zee dengan bahagia....