Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
64


__ADS_3

Lantas saja Pak Rt dan beberapa warga masuk kedalam rumah Leha.


Namun ketika sampai di depan kamar Sari mereka semua di buat terkejut.


Pasal nya dari arah sela paha Sari sudah terdapat banyak darah bahkan tak lama terdengar suara tangisan Bayi yang menggema di ruangan tersebut.Dan tak pama Sari langsung tidak sadar kan diri.


Hoek..hoek..hoek...hoek...


..."Astagfirullah al aziim,cepat bantu angkat Sari dan Bayi nya".perintah Pak RT....


Bapak-Bapak dan Pak RT membantu mengangkat Sari dan anak nya ke atas ranjang dan sebagian warga lagi langsung bergegas memanggil bidan desa.


Sementara Leha terlihat syok di depan pintu melihat apa yang baru saja terjadi,Sari berhasil melahirkan anak nya sendiri.


Leha langsung berjalan ke depan ranjang dan mencoba membantu memeluk tubuh sang putri nya.

__ADS_1


Namun pada saat telinga Leha di letakkan di atas dada Sari,Jantung Sari tidak terdengar berdetak,sontak membuat Leha menatap sang anak dengan tatapan bingung.


Leha langsung meletakkan salah satu jari nya di bawah hidung Sari namun tak ada hembusan nafas yang keluar.Lantas Leha langsung menjerit sambil menangis memanggil Sari.


..."Innalillahi....SSSSAAAARRRRIIII HIKS..HIKS..HIKS..."....


Beberapa warga yang berada di ruangan itu pun langsung terkejut dan Pak RT langsung memeriksa nadi Sari dan nafas Sari namun hasil nya nihil Sari sudah meninggal dunia.


..."Inalillahi wainnailahi Rojiun....yang sabar Bu Leha Sari sudah tenang di sana".Ucap Pak RT....


Tidak beberapa lama Bidan desa pun datang langsung mengurus sang bayi,seperti memandikan dan memakaikan baju untuk sang Bayi dan tidak lupa Bidan tersebut memberikan susu formula untuk sang Bayi karena Bayi tersebut belum sempat meminum ASI dari sang Ibu.


Sedangkan Pak RT dan beberapa warga membantu mengurusi jenazah Sari.


*****

__ADS_1


Tak terasa sore pun menjelang,sebagian warga sudah kembali kerumah masing-masing dan Lega pun dibantu oleh saudara dan kakaknya masuk kedalam rumah Leha untuk persiapan takziah.


Leha menghampiri Bayi mungil dan cantik yang sedang tertidur di atas ranjang nya.Leha memberikan kecupan di kedua pipi bayi mungil tersebut.Tanpaa terasa air mata nya mengalir dengan deres di pipi keriput nya.


Dia merasa sedih yang teramat sangat karena kedua buah hati nya sudah pergi meninggalkan nya untuk selama-lama nya.


Namun saat dia memandang seorang bayi mungil yang yang saat ini berada di ranjang nya,apalagi terlihat bayi itu menampilkan senyum nya walaupun mata nya terpejam.


Leha harus bangkit demi cucu nya,dia berjanji akan menjaga dan merawat bayi dan dia Sari dengan sepenuh hati.


Leha baru ingat bahwa dia belum memberikan nama kepada cucu nya ini.


Leha mengelus kepala sang bayi cantik ini.


..."Sayang,nenek akan memberikan kamu nama Annira putri yang arti nya putri Cahaya,karena kau akan menjadi sebuah cahaya kehidupan untuk nenek sayang setelah kepergian bunda dan om kamu".Ucap Leha....

__ADS_1


Tak terasa lagi-lagi air mata Leha menetes,namun Leha berjanji dalam hati nya bahwa ini adalah air mata yang terakhir yang Leha keluarkan,dan Leha akan berusaha kuat dan tegar untuk mengurus dan membesarkan Annira sang cucu yang akan selama berada di sisi nya.


__ADS_2