Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
157


__ADS_3

Tanpa terasa pagi pun menjelang Para kerabat,tetangga,cucu bahkan mantan menantu Leha sudah mulai bergegas untuk membantu proses pemandian Jenazah Leha dan setelah itu Jenazah Leha akan dikafani lalu langsung segera di kuburkan.


Setelah selesai di sholat kan di masjid yang tidak jauh dari kediaman Leha,akhir nya iring-iringan mobil Ambulance yang membawa Jenazah Leha sampai di tempat pemakaman umum yang tepat berada depan jalan.


Baik Barack,Faris,Bagas,Putra dan kerabat Leha lain nya membantu mengangkat keranda milik Leha untuk di bawa ke liang lahat yang sudah di siap kan oleh petugas kubur.


Sementara Vanya dan Naya membantu mendorong kursi roda Arum,Mama Barack,Zee dan Annira berjalan beriringan menuju tempat peristirahatan terakhir Leha.Karena baru tadi pagi mama Barack datang lagi ke rumah duka untuk mengikuti prosesi pemakaman dan dia juga kesana di antar oleh supir pribadi nya.


Keranda yang di bawa mereka di letakkan secara berlahan di dekat liang lahat yang sudah disiapkan,Baik Barack,Bagas,dan 2 orang penggali kubur mulai masuk kedalam liang lahat Leha.Prosesi Pemakaman pun akhir nya berlangsung,Jasad Leha langsung di letakkan kedalam liang lahat dan saat itu juga Bagas langsung mengumandangkan Adzan di jasad Leha untuk terakhir kali nya,setelah selesai Barack dan Bagas langsung naik ke atas sementara untuk selanjut prosesi nya akan di lanjutkan oleh penggali kubur.


Prosesi pemakaman Leha pun akhir nya selesai,para pengiring jenazah sudah berjalan kembali kerumah mereka masing-masing sementara di atas tempat pusaran terakhir Leha hanya tinggal keluarga Arum,Barack dan Mama nya serta Annira yang masih menangis di pusaran sang nenek.


Annira seakan tidak mau beranjak dari pusaran sang nenek,tak lama Arum,Faris,Bagas,Vanya dan Adri sudah mulai meninggalkan pusaran Leha,sementara Annira Barack,Zee dan Mama Barack yang masih berada di sana.


Zee masih terus mengelus punggung adik sepupu nya itu yang masih bergetar hebat akibat menangis,memang diantara kita semua yang paling terpuruk atas meninggalnya Leha adalah Annira,bagaimana tidak semenjak lahir ke dunia ini bocah cantik itu sudah di urus oleh sang nenek.Banyak peristiwa yang mereka lakukan sama-sama dan sekarang yang tertinggal hanya sebuah kenangan yang tak akan pernah dia lupakan sampai kapan pun.


Zee yang melihat mama Barack mendekat kearah mereka langsung berdiri dan memberikan tempat nya untuk di isi oleh calon mertua nya itu yang tepat di samping Annira.

__ADS_1


..."Annira sabar ya sayang,ikhlaskan semua nya Nak,agar nenek Leha tenang disana".Ucap Mama Barack sambil mengelus punggung Annira....


Annira yang mendengar perkataan Mama abang tiri nya itu langsung menoleh kesamping sambil menampilkan senyumnya.


..."Terima kasih bu"....


Mama Barack tersenyum,mendengar perkataan Annira.


..."Jangan panggil ibu ya sayang,panggil saya Mama seperti Barack dan Zee karena mulai sekarang kami anak Mama seperti Barack"....


Annira sempat terkejut mendengar keinginan wanita parubaya yang berada di samping nya ini namun dengan ragu-ragu dia menganggukkan kepala nya menjawab perkataan Mama nya Barack.


Barack menggenggam tangan Zee sebelum menatap wajah sang gadis pujaan nya,Jujur Barack sangat bersyukur beban berat yang dipikul nya selama ini sudah benar-benar terlepas.


Waktu sudah semakin siang akhir nya mereka berempat pergi meninggalkan pusaran terakhir Leha dan Mereka mulai kembali ke rumah Leha dengan menggunakan mobil milik Barack.


Setalah sampai di kediaman Almarhumah Leha,mereka langsung bergabung dengan yang lain yang ternyata disana sudah berkumpul semua kerabat dari Leha,pak Rt dan Bu RT dan juga Keluarga Arum yang baru yang akan melaksanakan makan siang bersama.Duduk di alaskan karpet mereka melakukan makan bersama dan setelah makan rencana nya mereka semua akan sekalian membahas tentang Annira dan kehidupan nya selanjutnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan,kakak dari Almarhumah Leha langsung memulai musyawarah nya.


..."Assalam mualaikum semua perkenalkan saya Yanto selaku Kakak dari Almarhumah Leha,disini saya bermaksud ingin bermusyawarah tentang kehidupan Annira selanjutnya karena tidak mungkin kan kalau Annira hidup seorang diri disini,dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada ponakan saya Arum,suami Arum dan anak-anak dari Arum,ya walaupun sekarang Arum sudah menjadi mantan keponakan namun saya tetap menyayangi mereka semua karena mereka semua selama ini sudah selalu membantu adik saya Leha dan Annira,saya juga mau meminta maaf kepada semua terutama kepada Arum dan Anak-anak nya atas perlakuan Leha selama hidup nya yang pernah memperlakukan kalian dengan tidak baik,saya mohon bisa di bukakan maaf sebesar-besar nya agar adik saya tenang di alam sana. ...


Setelah Yanto berbicara akhir nya Arum juga ikut berbicara.


..."Iya Ayah Yanto kami sekeluarga sudah memaafkan nenek Leha sejak lama karena bagaimana pun nenek Leha adalah nenek anak-anak Arum dari Almarhum Mas Fajar,untuk mengenai masalah kehidupan Annira selanjutnya Arum dan Mas Faris sudah sepakat untuk mengajak Annira tinggal di rumah kami itupun kalau Annira bersedia".Ucap Arum....


Namun sebelum Yanto menjawab Mama Barack langsung menginterupsi kepada Yanto dan Arum untuk berbicara dan itu mendapatkan persetujuan dari Arum dan Yanto.


..."Assalam mualaikum semua perkenalkan sama Mama Barack istri sah dari Almarhum Basir Ayah Annira(Sontak semua yang tidak mengenal Barack dan Mama nya langsung terkejut mendengar perkataan Mama Barack)karena mereka pikir Barack dan Mama nya adalah tamu Arum tapi ternyata mereka salah. ...


Mama Barack melanjutkan ucapan nya.


..."Sebelum nya saya ingin meminta maaf atas perbuatan Almarhum suami saya dan maksud saya berbicara disini saya mau mengatakan bahwa kalau kalian semua berkenan dan Annira setuju saya mau mengajak Annira untuk tinggal dengan kami karena jujur kenapa kami baru berkeinginan mengajak Annira karena kami baru tau kalau ternyata Almarhum Basir suami saya dengan Sari memiliki anak. ...


Yanto yang mendengar perkataan Mama Barack langsung menoleh ke arah Annira dan setelah itu kembali menatap Mama Barack.

__ADS_1


..."Kalau saya terserah dengan Annira saja bu,di mana nyaman nya Annira dan saya terima kasih sudah mau menghadiri prosesi pemakaman adik saya".Ucap Yanto....


..."Bagaimana Annira keputusan semua ada di tangan kamu sayang".Tanya Yanto ...


__ADS_2