Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
119


__ADS_3

HALLO..HALLO PARA READERS MAAF BARU BISA UPDATE..


JANGAN LUPA BANTU LIKE DAN VOTE NYA YA...


Zee dan Annira turun dari taksi mobil itu tak lupa juga Zee membayar ongkos perjalananya kepada supir taksi online itu.


..."Terimakasih Pak"....


Zee mengenggam tangan Annira untuk berjalan memasuki Kafe Pelangi mereka mencari tempat duduk dekat dengan taman air mancur dan tidak terlalu jauh juga dari Panggung.


Zee mengambil menu makanan untuk di berikan kepada Annira.


..."Kamu mau pesen apa sayang?.."...


Annira mulai melihat menu makanan yang ada disana.Dia terlihat bingung apalagi harga yang tertera disana juga lumayan mahal bagi nya,dia tidak tega kalau harus membiarkan Kak Zee membelikan belikan makanan untuk nya.

__ADS_1


..."Kak,Annira minum saja deh Annira mau es teh manis yan Kak"....


Zee sempat terkejut di buat nya pasal nya dia tau dari video yang di kirim kan Adri bahwa bekal makan nya telah jatuh karena ulah Angel Cs.


Zee mengambil buku menu tersebut dan memesan beberapa makanan untuk di nikmati mereka berdua.


Ketika sedang menunggu makanan yang mereka pesan Zee sempat mengajak Annira untuk mengobrol karena memang sudah lama tidak mengobrol dengan Annira karena kesibukan nya kuliah an menyanyi di Kafe ini.


Sekitar 15 menit pelayan menghampiri mereka berdua dan mulai menghidangkan beberapa menu makanan yang mereka pesan.


Awal nya Annira sempat bingung dengan makanan yang tersaji dihadapan mereka.Dia sempat menoleh ke arah Zee dan Zee hanya menganggukkan kepala nya saja sambil tersenyum.


Pandangan Annira menoleh kembali ke arah makanan yang berada di atas meja,semua terlihat sangat lezat apalagi sejak tadi perut gadis kecil itu memang sudah berbunyi meminta untuk di isi.


Annira langsung mengambil piring nya dan mengisi semua lauk yabg terhidang dihadapan nya,namun ketika baru saja di akan memasukkan makanan nya ke dalam mulut nya Annira sempat menoleh ke arah Zee yang sejak tadi terus memandang nya dengan mata yang sudah berembun.

__ADS_1


..."Kak,kakak enggak makan?.."...


Saat mendengar pertanyaan Annira Zee langsung tersenyum dan menoleh kearah samping untuk menghapus air mata nya yang sejak tadi ingin menetes.


"Pasti nya kakak juga makan dong,soalnya kakak juga belum makan siang jadi lapar banget".Ucap Zee sambil mengisi lauk berserta nasi putih ke atas piring nya.


Annira yang mendengar perkataan Zee pun langsung tersenyum dan mulai menikmati makanan nya.


Zee yang melihat itu tak kuasa untuk tidak meneteskan air mata nya namun buru-buru dia menghapusnya agar Annira tidak melihat nya.


Zee teringat masa kecil nya dengan kedua saudara nya yang dahulu sangat jarang sekali merasakan makanan lezat,bahkan tak jarang Zee dan Kedua saudara nya itu hanya memakan nasi putih yang di kepalkan menggunakan plastik yang nasi nya itu di taburkan garam apabila akhir bulan tiba,karena ketika Akhir bulan tiba Bunda nya sudah tak ada uang lagi untuk membeli lauk pauk.


Tetapi sekarang Zee sangat bersyukur karena Zee dan kedua saudara kandung nya beserta Bunda Arum bisa merasakan hidup berkecukupan setelah bertemu dengan Papa Faris.


Dan jujur Zee juga sangat bersyukur setelah mengenal Papa Faris,sang Bunda tidak pernah lagi terlihat sedih dan murung bahkan semenjak menikah Zee tidak pernah mendengar Ayah sambung nya itu memaki dan berteriak kepada sang Bunda,berbeda dulu ketika bersama Alm Ayah kandung nya.

__ADS_1


__ADS_2