
ASSALAM MUALAIKUM PARA READERS SETIA KU...
JANGAN LUPA BANTU DUKUNG KARYA RECHEH KU YAπ€
DENGAN CARA TEKAN LIKE DAN VOTE SEBANYAK-BANYAK NYA...
HAPPY READING ππππππ
Segala macam pemikiran buruk melintas di pikiran Zee,dia masih berusaha mencerna dengan baik setiap ucapan yang keluar dari mulut Barack tadi rasa nya sungguh sesak ketika mengetahui bahwa laki-laki ke empat yang di sangat sayangin di kehidupan nya selain ayah fajar dan Papa Faris dan Mas Bagas itu menyimpan suatu rahasia yang begitu besar bahkan itu bersangkutan dengan kehidupan Tante dan juga Annira.
Airmata nya masih terus menetes di wajah wanita-wanita yang masih berada di dalam ruang perawatan Arum.
__ADS_1
Faris yang sejak tadi memeluk tubuh sang istri untuk menenangkan nya sambil terus menyimak semua yang di ucapkan oleh Barack.
Sebenar nya dia sudah mengetahui semua tetang masa lalu Barack tapi memang belum sempat iya bicarakan kepada Arum maupun putri sambung nya itu, ini lah sebenar nya yang Faris takud kan kalau putri sambung nya itu mengetahui tentang masa lalu kekasih nya itu yang saling berhubungan dengan keluarga ayah kandung nya.Faris tidak tega melihat putri sambung nya yang sudah di anggap seperti putri kandung nya sendiri itu sedih dan terluka mengetahui ini semua.
Zee meletakan surat di meja samping sofa yang di duduki yang sempat dia ambil di lantai saat kertas hasil tes itu jatuh tepat di bawah kaki nya.Lalu Zee mulai meninggalkan mereka semua yang ada di ruangan itu dengan air mata yang masih berlinang, sementara Barack yang melihat Zee berjalan keluar dia langsung mengikuti sang kekasih dan berusaha menggapai tangan Zee meskipun saat sudah dapat tangan nya langsung dihempaskan dengan kasar oleh Zee namun Barack tidak mau menyerah dia berusaha menarik tangan Zee dan mau tidak mau Zee pun tertarik hingga jatuh menabrak dada bidang Barack.
Namun Zee yang masih dengan keadaan kesal terus menerus memberontak,Barack memeluk tubuh kekasih nya itu dengan erat sampai mengabaikan semua tatapan orang yang lalu lalang disana yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Zee yang berada di pelukkan Barack langsung menumpahkan semua tangisan yang sejak tadi dia tahan sampai-sampai kemeja yang di pakai pria itu menjadi basah karena air mata.
Setelah beberapa saat Zee sudah mulai tenang,Zee langsung melepaskan pelukkan nya dari Barack,dan saat itu Barack langsung menggenggam tangan Zee dengan lembut dan Barack menuntun Zee untuk mengikuti langkah nya menuju mobil nya yang sudah terparkir di parkiran rumah sakit.
__ADS_1
Barack langsung membuka kan pintu mobil untuk Zee setelah Zee masuk dan duduk dengan tenang di dalam mobil nya Barack langsung memutar dan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi pengemudi,Zee masih diam tanpa mau mengatakan apa-apa dan Barack yang tau bahwa Zee masih syok dengan apa yang dia ucapkan di ruangan Bunda Arum sangat memaklumi nya bahkan Barack pasrah kalau dia harus kena Omelan atau tuntutan pertanyaan dari kekasih nya itu.
Barack langsung memakaikan sabuk pengaman di tubuh kekasih nya yang masih diam saja sejak tadi dan dia juga mulai memakai sabuk pengaman nya sendiri,lalu setelah itu dia langsung menyalakan mobil mewah milik nya untuk meninggalkan kawasan rumah sakit.
Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam tanpa ada obrolan seperti biasa nya dan beberapa kali Barack menghembuskan nafas nya secara kasar sambil sesekali melirik kearah Kekasih nya.
Sampai di sebuah taman yang cukup rindang dengan danau kecil buatan yang berada di tengah-tengah nya mobil mewah Barack berhenti.
Barack memarkirkan mobil mewahnya disana setelah itu Barack keluar dari mobil nua dan memutar untuk membuka pintu mobil sebelah nya agar kekasih nya bisa keluar dari mobil nya juga
Barack sengaja mengajak Zee kesini karena dia ingin membicarakan semua nya kepada Zee agar tidak ada salah paham lagi terhadap nya mengenai masalah ini sedangkan Zee yang menyadari bahwa dia dan Barack sudah berada di sebuah taman dan Danau favorit mereka karena Zee dan Barack sering datang ke taman ini sekedar mencari udara segar dan menikmati waktu berdua nya.
__ADS_1
Taman ini tidak begitu jauh dari pusat kota dengan begitu banyak pohon-pohon besar yang membuat kawasan ini menjadi sejuk apalagi dengan danau kecil buatan ditengah nya.
Mereka berdua sampai di bangku panjang persis didepan danau buatan itu dan Barack mengajak Zee untuk duduk di bangku panjang itu masih dengan angan yang tergenggam erat.