
Arum sempat ragu saat ingin membuka pintu itu namun seketika dia menguatkan hati nya untuk tetep membuka pintu nya dan mencari tau siapa wanita yang sedang menangis didalam sana.
Ceklek....
Pintu itu dibuka secara perlahan oleh Arum dan Arum mencoba melangkahkan kaki nya masuk kedalam ruangan yang berbentuk seperti kamar dan disana terdapat seorang wanita berbaju putih yang sedang menangis di atas ranjang dengan tatapan yang membelakangi Arum.
Arum mencoba berjalan mendekat kearah wanita itu dan Arum memberanikan diri untuk menyentuh pundak wanita itu.
..."Assalam mualaikum mba"....
Wanita itu tidak menjawab melainkan menoleh ke arah Arum dan seketika tubuh Arum membeku melihat wajah wanita itu.
Sementara wanita itu langsung berdiri dan berjalan ke hadapan Arum lalu dia tiba-tiba saja langsung memeluk Arum sambil menangis tersedu-sedu,Sedangkan Arum masih membeku dengan apa yang baru saja dia lihat,dan saat ini juga dia ingin sekali berbicara namun mulut nya terasa kelu.
Tetapi wanita itu masih terus memeluk Arum sambil menangis.
__ADS_1
..."Hiks...hiks...maafkan Sari Mba,Hiks...hiks..maafkan Sari".Ucap Wanita itu....
Ya..wanita itu adalah Sari mantan adik ipar dari Arum tepat nya adik kandung Fajar mantan suami nya.
..."Sa...Sari,kamu masih hidup?.."Tanya Arum dengan nada terbata-bata....
Karena sejujur nya dia tidak percaya bahwa yang sedang memeluk nya adalah mantan adik ipar nya yang sudah tiada.
Namun akhir nya Arum pun memberanikan diri untuk berbicara kepada Sari,Tapi Sari sama sekali tidak menjawab pertanyaan Arum dia malah melepaskan pelukkan nya dan tersenyum ke arah Arum dan tak lama kemudian Sari menuntun Arum menuju ranjang.Arum yang masih dalam keadaan syok pun akhir nya mengikuti langkah Sari,sampai di dekat ranjang mereka duduk di pinggir ranjang,duduk secara berhadap-hadapan dan Sari pun masih terus mengenggam tangan mantan kakak ipar nya tersebut.
..."Mba,terima kasih karena Mba Arum dan keluarga sudah menjaga Annira putri ku,terima kasih Mba sudah menanggap Annira seperti Putri Mba sendiri,Sari titip Annira ya Mba hiks..hiks...dan tolong Sari Mba untuk mempertemukan Annira dengan keluarga Ayah kandung Annira hiks..hiks..".Ucap Sari....
..."Arum..."...
..."Ma..Mas Fajar"....
__ADS_1
Fajar mendekat kearah mereka dan tak lama Fajar sudah berada di hadapan Arum.
..."Rum,kenapa kamu ada disini,ini bukan tempat mu Rum"....
..."Aku...Aku...".Ucap nya dengan nada terbata-bata....
..."Pergilah Rum,tempat mu bukan disini kasihan anak-anak dan suami mu Rum,mereka semua pasti mengkhawatirkan kamu".Ucap Fajar....
Suara Arum seperti tidak bisa keluar padahal dia sangat ingin berbicara dan dia juga sangat bingung dengan semua ini,yang dia ingat terakhir kali nya dia berada di dalam kamar nya.
Namun tak lama Arum mendengar suara Adri yang memanggil diri nya Bunda sambil menangis dan di susul Suara Vanya dan Zee yang menangis serta Bagas dan Faris yang juga memanggil diri nya.
Dengan wajah bingung Arum menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari anak-anak nya dan suami nya tapi sama sekali dia tidak bisa melihat mereka namun suara mereka begitu jelas terdengar di telinga nya.
Arum lalu menoleh ke arah Sari dan Fajar yang saat ini sedang berdiri sambil tersenyum ke arah nya.
__ADS_1
..."Pergilah Rum...Pergilah...".Ucap Fajar....
Dan tak lama Arum langsung melihat cahaya putih yang sangat terang di samping nya,seketika langkah kaki nya seperti terayun untuk masuk kedalam cahaya itu,tapi saat diri nya sudah berada di depan cahaya itu Arum sempat menoleh ke arah Sari dan Fajar tetapi ternyata mereka berdua sudah tidak ada,Saat itu juga Arum langsung memutuskan melangkahkan kembali kaki nya masuk kedalam cahaya itu dan tiba-tiba saja dia langsung tersadar.