Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
108


__ADS_3

Akhirnya mau tidak mau Zee dan Vanya diantarkan pulang oleh Barack dan Mama Hanna.


Mereka akhir nya bangkit dari kursi dan langsung melangkahkan kaki nya menuju parkiran dimana mobil Barack berada,Zee yang notaben nya sedang dalam keadaan cedera mau tidak mau berjalan sambil di papah oleh Barack walaupun pada awal nya Zee menolak namun akhir nya membuat Zee menyerah karena mau menolak bagaimana pun Barack pasti akan memaksa nya.


Tatapan aneh beserta bingung yang di tunjukkan kepada mereka dari para pengunjung dan pegawai Kafe pun ditanggapi dengan cuek oleh Barack sementara Zee sudah menahan malu akibat sikap Barack kepada nya.


Sampai mereka di depan mobil milik Barack,Barack mulai membukakan pintu samping kemudi untuk Zee sedangkan Mama Hanna dan Vanya duduk di belakang.


Kalau di lihat-lihat Barack dan Zee seperti pengantin baru,apalagi sikap Barack yang posesif kepada Zee membuat para pegawai perempuan dan pengunjung perempuan menatap nya iri.


Sementara Putra sang Asisten mengikuti mobil Barack yang mulai keluar dari wilayah Kafe menuju kediaman Zee.

__ADS_1


Karena pada saat Putra menghubungi Bagas,untuk memberitahukan bahwa Barack memaksa mengantar Zee pulang dan fia juga menceritakan bahwa Zee lah yang men-long ibu dari Barack akhir nya Bagas memerintahkan kepada Putra untuk mengikuti mobil Barack dari belakang menuju kediaman nya.


Sementara di sebuah taman yang terdapat danau buatan dan air mancur disana sepasang muda mudi yang baru saja jadian siapa lagi kalau bukan Bagas dan Naya.


Saat mobil Bagas sampai di taman itu Bagas langsung menarik tangan Naya agar mengikuti nya menuju kursi yang berada di depan Danau yang di tumbuhi pepohonan rindang.


Bagas mengajak Naya Duduk di kursi itu sambil tak lepas tangan nya terus menggenggam tangan wanita yang baru saja menjadi kekasih nya.


..."Aku lagi kepengen menikmati angin sore bareng kamu".Ucap Bagas....


..."Ck,dari pada duduk disini malah masuk angin mendingan aku balik aja ke Kafe untuk kerja lagian aku kan baru Resign hari senin bukan sekarang".Ucap Naya yang baru saja ingin beranjak dari kursi nya....

__ADS_1


Namun lagi-lagi Bagas malah menahan nya dan alhasil Naya malah jatuh diatas pangkuan Bagas dan itu membuat jarang kedua nya begitu dekat bahkan wangi papermint yang keluar dari mulut Bagas begitu terasa di indera penciuman Naya.


Naya yang berusaha untuk turun dari pangkuan Bagas malah ditahan oleh Bagas agar tetap dalam keadaan seperti ini.


..."Kamu enggak denger ya omongan aku kalau mulai detik ini Asisten ku sudah menyerahkan suray pengunduran diri mu dari Kafe Pelangi dan mulai saat ini kamu sudah sah menjadi kekasih sekaligus Asisten pribadi ku jadi kemana pun aku pergi kamu harus selalu ada di samping ku".Ucap Bagas dengan Nada yang lembut....


Naya yang mendengar perkataan Bagas tentu saja ingin mengajukkan protes karena dia tidak terima kalau Bagas dengan seenak nya mengatur kehidupan nya apalagi lelaki didepan nya ini bilang kalau kita sepasang kekasih,sungguh Naya sangat amat kesal sekali karena perkataan Bagas barusan.


Memang nya mau di kemana kan kekasih seksi nya itu dan lagian Naya tak mau di anggap menjadi seorang wanita perebut pacar orang.


..."Jangan Ngaco deh Mas,kita tuh hanya se......".Belum Naya menyelesaikan perkataan nya Bagas sudah lebih dulu membungkam bibir mungil Naya yang sejak tadi sudah membuat di gemas sekaligus candu akan benda kenyal yang di miliki oleh Naya....

__ADS_1


Bagas ******* bibir Naya dengan lembut bahkan Bagas sengaja mengigit sedikit bibir Naya agar Naya membuka mulut nya dan Bagas dengan lembut terus ******* dan memperdalam ciuman nya.


__ADS_2