Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu

Nafkah Tiga Puluh Dua Ribu
71


__ADS_3

Sementara Leha mendengar obrolan Bu Darmo dan Bu Retno membicarakan anak dan menantu nya langsung terlihat sendu dengan airmata yang terlihat mengembang di pinggir mata nya.


Zee yang melihat sang nenek menahan tangis mencoba menyentuh bahu nya dan mengelus secara lembut.


Ketika sentuhan lembut itu dirasakan oleh nenek Leha,nenek Leha sempat menoleh dan tersenyum ke arah Zee.


Nenek Leha menyelesaikan pesanan untuk bu Darmo dan bu Retno.Setelah mereka membayar pesanan nya kepada nenek Leha,kedua ibu-ibu itu pergi meninggalkan rumah nenek Leha.


"Zee,ayo masuk kedalam sayang".Ucap Nenek Leha dan kemudian nenek Leha menoleh ke arah gadis yang sepantaran dengan cucu nya yang berada di samping cucu nya.


Nenek Leha kembali tersenyum kepada gadis itu.


..."Kalau ini siapa nama nya?kamu temen sekolah Zee?.."...


Danaya yang merasa di ajak bicara oleh nenek Leha langsung menampilkan senyum manis nya.Dengan tutur kata yang lembut dan santun Danaya menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Nenek Leha.


..."Iya Nek,perkenalkan nama saya Danaya Nek,teman sekolah Zee"....


Nenek Leha langsung menganggukkan kepala nya di barengi oleh senyuman yang menghiasi wajah keriput nya setelah mendengar perkataan Danaya.


..."Ayo masuk lah,Nenek akan segera siap kan makan siang untuk kalian,Nenek tau kalian pasti belum makan kan"....

__ADS_1


..."Iya Nek,hihi...hihi....kebetulan sekali kalau begitu nek,kami tidak akan nolak".Ucap Zee sambil memperlihatkan gigi putih yang tersusun rapi....


Mereka bertiga masuk kedalam dan meletakkan tas sekolah mereka di sofa ruang tamu.


sedangkan Nenek Leha berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan.


Zee dan Danaya melangkah kan kaki nya ke arah Dapur berniat ingin membantu sang nenek.


..."Nek,biar kami bantu ".Ucap Zee dan Danaya secara bersamaan....


Nenek Leha tersenyum ke arah Zee dan Danaya .


..."Enggak apa-apa nek,kami memang berniat membantu kok"....


Zee dan Danaya mulai membawa tiga piring,lauk dan tempat nasi untuk di letakkan di atas meja kayu dan Nenek Leha juga tak mau hanya berdiam diri saja beliau ikut juga membawa tiga buah gelas yang berisi air putih.


Setelah semua siap mereka bertiga mulai menyantap makan siang ala kadar nya di meja makan.


Walau hanya menyantap Gado-gado,telur dadar dan sambal terasi berserta kerupuk membuat Zee dan Danaya sudah sangat lahap memakan nya.


Nenek Leha yang sesekali memperhatikan mereka di buat tersenyum.Ada rasa syukur yang terus di ucapkan kepada allah karena masih memberikan seorang cucu yang begitu menyayangi nya walaupun Nenek Leha sadar sudah banyak menyakiti mereka namun mereka dengan tangan terbuka ikut merangkul dan menemani nenek Leha di usia nya yang sudah senja ini.

__ADS_1


..."Alhamdulillah,nikmat mana yang mampu aku dustakan ya allah".Ucap Zee setelah menghabiskan makanan yang ada di atas piring nya....


^^^"Mau nambah lagi Zee,ini masih ada telur dadar nya satu potong ?..".Tanya Nenek Leha.^^^


..."Tidak usah Nek,terima kasih perut Zee sudah kenyang sekali nanti kalau di paksakan malah jadi muntah"....


Nenek Leha membalas dengan anggukan kepala nya saja,dan tak lama langsung menoleh kearah Danaya yang sudah menyelesaikan makan nya.


..."Danaya silakan tambah lagi nasi dan lauk nya"....


..."Iya Nek,makasih hihi..hihi..hihi...".Ucap Danaya yang langsung mengambil sepotong telur dadar yang masih tersisa diatas meja....


Zee yang melihat kelakuan sahabat bar-barnya itu hanya bisa mengelengkan kepala nya saja.


..."Nel,Danaya Mah jangan di tawari buat nambah nasi nya,nanti nasi dan lauk Nenek habis di makan Danaya ha..ha..ha..ha..".Goda Zee....


..."Hi..hi...hi...habis masakan Nenek Leha top markotop sih".Ucap Danaya dengan mulut yang masih penuh makanan....


..."Enggak apa-apa kalau habis nanti nenek akan masak lagi yang terpenting kalian kenyang ".Ucap Nenek Leha....


Setelah makan siang mereka selesai ,Zee berserta Danaya membantu membereskan dan membersihkan meja makan dan piring kotor yang mereka gunakan.

__ADS_1


__ADS_2