Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Pernikahan


__ADS_3

Kupanjangkan leherku melihat keadaan diluar kamar sangat kacau.Semua orang seperti sibuk tak menentu.Arjuna melemparku dengan vas bunga yang ada di meja depan kamarku.Tapi entah kemana arah lemparannya.Sementra buk Silvi menenangkan Arjuna aku sibuk melacak ponsel Tiara.Tapi anehnya tak bisa.Rupanya Tiara pergi dengan meninggalkan ponselnya dikamar.


Hampir satu jam semua orang sibuk.Pikiranku sakit.Mataku berpendar.Ini pasti karena aku terlalu lelah beberapa hari ini.Aku duduk dipojokan tangga.Tiba tiba kulihat Rita beserta suaminya dan pak Dodi datang dari arah luar.Rita memeriksa segala ruangan sepertinya Rita mencariku.Benar saja setelah Rita melihatku duduk dipojokan tak berdaya Rita berlari menghampiriku memelukku erat.Tubuhku lemah, tapi aku nyaman dengan pelukan ini.Pelukan yang membuatku tenang, kueratkan pelukanku, dan tangisanku pecah saat pak Dodi meminta maap pada Arjuna yang terlihat putus asa.Bukan hanya kepada Arjuna pak Dodi juga meminta maap kepada buk Silvi berkali kali.Kali ini aku melibatkan orang orang yang tak bersalah karena keteledotanku.


Khaula yang dulunya tak pernah lemah...tak mengakui kekalahannya kali ini sedang lemas tak berdaya.Padahal bom besar pernah menghantam dirinya sampai semua tubuhnya remuk.Sampai koma berkali kali.Tapi kali ini berbeda.Khaula benar benar jatuh.Berkali kali Rita membetulkan posisi pelukannya karena aku terlalu lemah.


Tak ada titik terang dimana Tiara berada.Sementara pernikahan yang tadinya berlangsung pukul 10 telah diundur menjadi pukul 14 siang.Hanya sisa 1 jam menjelang pukul 14 siang.Orang orang suruhan pak Adhitama dan pak Dodi serta orang suruhan Arjuna sedang sibuk mencari keberadaan Tiara.


"Kita sudah tak punya banyak waktu"kata buk Silvi.


"Apa yang harus kita lakukan mi...Arjuna tak mau media mempermalukan kita.Mami tau kan sejak dulu media selalu saja mencari kejelekan keluarga kita agar mereka bisa menjatuhkan perusahaan Juna perusahaan papi dan menurunkan papi dari parlemen."kata Arjun dengan mengusapkan kedua telapak tangan dimukanya yang sudah terlihat sangat kusut.


"Kalau gitu pernikahan ini harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,kita harus mencari mempelai wanitanya meski bukan Tiara"kata buk Silvi sambil mengusap punghung Arjuna untuk menenangkannya.


"Siapa mi...siapa?"tanya Arjuna sedikit berteriak.

__ADS_1


"Kejadian ini terjadi karena kesalah dan keteledoran Khaula maka Khaula yang akan menggantikan posisi Tiara menjadi mempelai wanitanya"jelas buk Silvi menunjuk kearah Khaula.


DEG.....


Degup jantung Khaula serasa mau berhenti mendengar perkataan buk Silvi.


Khaula terdiam.Mulutnya tercegat, tak dapat berkata apapun.Ia menelan salivanya,yang dikatakan buk Silvi ada benarnya.Semua ini salahku,keteledoranku,maka hanya aku yang akan membayarnya,membayar dengan sangat mahal.Gumam Khaula dalam hati.


Arjuna melihat kearahku.Aku tak berani menatapnya.Aku takut melihat wajahnya.Seperti akan menerkamku.Mencabik cabik mukaku yang masih tertutup cadar.


Perundingan mulai dilakukan.Buk Silvi mulai menelpon rekanannya untuk mengurus segala surat surat.Aku mengajukan sebuah persyaratan kepada buk Silvi. aku tetap memakai cadar saat perniakahan.Buk Silvi dan Arjuna menyetujui persyratanku.Kemudian Arjuna mengajukan beberapa persyaratan padaku salah satunya aku tak boleh mengajukan cerai sampai Tiara berhasil ditemukan.Aku menyetujui persyaratan yang diajukan Arjuna dengan sangat terpaksa.Tak bisa untuk mundur.Nasi sudah menjadi bubur.Aku terjepit karena kesalahanku,keteledoranku dan aku harus membayar mahal untuk itu.


MUA terkenal negeri ini mulai melukis diwajahku.Hanya tersisa 30 menit sebelum akad nikah dilaksanakan berbarengan dengan resepsi pernikahan digedung pencakar langit disamping apartemen ini. Tamu undangan sudah mulai ramai berdatangan.Pernikahan yang awalnya berlangsung pukul 10 wib dan dihadiri oleh orang tua dan kerabat berpindah jam menjadi pukul 14 wib sejalan dengan resepsi pernikahan.


Akhirnya selesai wajahku di dempul sana dempul sini"perfect"kata Atikah sang MUA hits sejagad raya."Kamu penganting wanita tercantik yang pernah aku temui"tambahnya.Aku hanya tersenyum, dan mengucapkan terima kasih.Kemudian aku memakai cadar menutup wajahku.Mataku tak bisa kututup dengan kaca mata kali ini.Tak perlu kontak lens juga karena bolak mataku berwarna kecoklatan sangat indah luar biasa.

__ADS_1


Atikah sang MUA membawaku keluar dari kamar.Menyerahkanku pada buk Silvi yang menungguku didepan pintu kamar bersama Rita sejak tadi."Perfect"kata buk Silvi barengan sama Rita.Mereka kompak saling tatap kemudian menghampiriku yang mulai ketakutan.


Arjuna sudah terlebih dahulu menuju ruangan pernikahan.Kemudian aku menunggu disuatu ruang dibalik pintu.


"Antahtuka wazzawajtuka......"suara pak KUA terdengar jelas di telingaku karena memakai pengeras suara...tubuhku limbung...seperti terbang mencari siempunya raga..hingga terdengar suara "SAH"dari beberapa orang bersamaan...ah...riwayatku sudah tamat hari ini.Mimpi apa aku semalam gumamku.Rita terus menemaniku tak berbicara.Rita tau benar aku terpukul.Kemudian buk Silvi masuk menjemputku melewati pintu kaca menerobos megahnya dekorasi penuh bunga bernuansa putih gading dan gold.Sangat serasi dengan pakaian yang kupakai saat ini.


Pelan tapi pasti kulangkahkan kakiku yang lunglai menuju meja pernikahan.Arjuna melihatku dengan pandangan yang tak dapat aku deskripsikan.Segala ritual dilakukan layaknya pernikahan sungguhan.Pak Dodi sebagai pengganti keluargaku.Karena keluargaku tak sempat ku kabarkan.Karena pernikahan ini tak seharusnya terjadi.


Setelah prosesi akad nikah selesai dengan segala ritualnya kami duduk diatas podium besar yang bernama pelaminan yang bernuansa penuh bunga....memulai dengan mengembangkan senyuman semanis mungkin meski setiap orang tak pernah tau karena senyumku tersembunyi dalam cadar ini.Beberapa jam kami menyalami para tamu undangan yang silih berganti sampai menjelang magrib.


Tak lupa segala macam pose saat acara poto yang diarahkan potografer ku ikuti meski terpaksa.Meski semua gaya yang diarahkan sebenarnya semua merugikanku.Aku harus rela berpelukan, menempelkan tanganku di dadanya,sampai pose Arjuna mencium pipiku....ah sangat memalukan dan membuatku stres.Sesaat aku mencuri pandang kerah Arjuna yang sedang melayani tamunya dari luar kota.Dia sangat tampan dengan rambut nya yang disisir kebelakang saat itu rapi sekali jambang jambang kecil menghiasi pipinya.Dipadukan dengan jas berwarna gold sangat cocok dengan kulitnya yang sangat putih bersih hingga berwarna kemerahan pada saat ia marah atau kelelahan.Ah...dosakah aku yang mencuri pandang pada orang yang sudah sah menikahiku?tapi sayang pernikahan ini hanya sementara sampai nona Tiara kembali.


Tapi yang namanya pernikahan tetap pernikahan.Tak ada permisi dimata Allah..aku mengikhlaskan diriku...jiwa dan ragaku dalam pernikahan ini.Apapun landasan pernikahan ini.


Mohon kritik dan sarannya ya kakak....like dan komennya...trm ksh karena sudi membaca...mohon maap masih bnyak terdapat typo dan kesalahan.

__ADS_1


mohon maap tak dapat update setiap hari....skl lg terima kasih.😘


__ADS_2