
Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 wib.Saat Khaula merasakan sesutu menimpa perutnya.Ia membuka matanya pelan.Khaula menolehkan kepalanya kesebelah kirinya.Ternyata lelaki sok imut yang sok manja yang tadi malam memaksanya masih betah berada disampingnya.Tanpa disadari kepalanya berbantal lengan kekar nan berotot milik Arjuna.Khaula memandangi wajah indah yang ada di hadapannya.Sangat indah.Sampai ia terhanyut dalam angan angan indah berharap nona Tiara jangan pernah kembali.
Khaula tak ingin apa yang ia rasakan pada saat ini akan sirna.jika ini adalah sebuah mimpi ia ingin terus terlelap dalam indahnya impian pulau kapuk...tapi jika ini adalah kenyataan ia ingin berdoa kepada Rabnya dengan doa yang sebenar doa jika selama ini ia pernah melakukan sedikit pahala maka ia ingin menukar pahala seumur hidupnya untuk sesuatu yang indah dihadapannya.
Mungkinkah setelah beberapa jam ini Khaula sudah mulai jatuh cinta.....jatuh cinta untuk yang pertama kalinya selama hidupnya....jatuh cinta pada kekasih halalnya...kekasih yang Tuhan kirim lewat ketidaksengajaan.Sungguh hebat kisah yang di tulis Rabnya.Kisah yang tak pernah ia pikirkan.Kisah yang tak pernah ia bayangkan meski hanya dalam mimpi.
Khaula terus memandangi wajah Arjuna lekat lekat....ia ingin nanti saat masanya tiba
..saat nona Tiara kembali ia telah mematri wajah indah ini didalam hatinya.Hingga tak ada satupun laki laki didunia ini yang bisa menghapusnya.Seperti janjinya didalam qalbunya disaat ucapan ijab qabul dilafazkan bahwa meski pernikahan ini dianggap sebagai permainan oleh Arjuna tetapi sebaliknya oleh Khaula...ia telah menetapkan memantapkan kisahnya saat kata SAH keluar dari mulut para saksi pernikahannya.
Arjuna tiba tiba menggeliatkan tubuhnya.Mungkin lengan kanannya yang kekar itu terasa pegal.Karna lebih 6 jam menopang kepala Khaula yang masih lengkap dengan hijabnya.Khaula langsung reflek memejamkan matanya kembali.Mengatur nafasnya agar terlihat seperti orang yang masih tidur pulas.Sandiwara Khaula berhasil.Arjuna yang membuka matanya pelan melihat Khaula yang masih terlihat pulas tertidur tersenyum manis.Berganti Arjuna yang kini memandangi wajah indah dihadapannya.
Dipandanginya wajah Khaula dalam dalam...sedalam perasaan nyaman saat ia memeluk Khaula saat ini.Lengan Arjuna melingkari pas di pinggangnya yang mungil,apa yang membuat wanita ini terlihat sangat cantik bahkan saat ia sedang tertidur...gumam Arjuna didalam hati.
Tiba tiba ia teringat pada Tiara.Hampir 3 tahun ia menjalin hubungan dengan Tiara.Meski awalnya ia dijodohkan kemudian lama kelamaan ia merelakan hatinya untuk mencintai Tiara...tapi sangat berbeda dengan perasaan nyaman saat ia berada dengan Khaula.Ia bahkan bisa nyaman berada didekat Khaula hanya butuh waktu sangat singkat.
Arjuna memeluk Khaula sangat erat...dan ia memejamkan kembali matanya.Berharap suatu saat ini ia bisa benar benar bisa menjadi suami yang sesungguhnya.Suami yang dicintai dan dikasihi Khaula.Karena terlalu erat pelukan Arjuna Khaula yang berpura pura tidur menggeliat.Ia harus mencari cara untuk bisa lepas dari pelukannya.Karena Khaula teringat bahwa dirinya malam ini kehilangan sesi curhatnya kepada Rabnya.Karena tadi sewaktu ia terjaga jam sudah menunjukkan pukul empat lewat.
Khaula menggeliat sekali lagi...menjauhkan tangan kekar yg melingkari tubuhnya dengan berpura pura baru saja terjaga.Khaula menjauhkan wajah Arjuna dengan telapak tangannya.Kemudian bangkit dengan duduk ditepi ranjang sebentar.Dan melangkah cepat kekamar mandi.Ada lebih kurang 20 menit Khaula berada dikamar mandi.Arjuna terus memandangi jam dinding dikamarnya dan pintu kamar mandi setelah Khaula benar benar meninggalkannya.Tapi yang ditunggu tak kunjung muncul dari balik pintu kamar mandi.
Karena merasa gelisah dan tak nyaman akhirnya Arjuna bangkit dari tidurnya dan kemudian duduk ditepi ranjang.Tak lama Khaula keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap.Khaula terlihat sangat cantik dengan memakai gamis berbahan denim dengan potongan kembang bertingkat.Arjuna belum pernah melihat Khaula memakai pakaian ini.Karena dulu Khaula selalu memakai jaket...sepatu bots cadar dan kaca mata hitam untuk menutupi wajahnya.
Arjuna benar benar merasa sangat puas karena selama dua hari ini ia melihat Khaula seperti wanita lain yang belum pernah ia kenal sebelumnya.
__ADS_1
"Siapa yang mengijinkanmu pergi meninggalkanku sebelum aku bangun"Arjuna berkata dengan nada ketus pada Khaula yang sedang sibuk membentang sajadah karena ingin melaksanakan sholat subuh.
"Tak perlu meminta ijin padamu wahai suamiku jika Rabku sudah memanggilku"jawab Khaula sambil tersenyum.
Arjuna memalingkan wajahnya sembari memasang wajah manyun.
"Apakah kau mau melaksanakan sholat berjamaah bersama istrimu ini wahai suamiku"tambah Khaula sambil memasang wajah menggoda.
Arjuna tak menyahut sedikitpun.Ia hanya beranjak mengayunkan langkahnya kekamar mandi.Sementara Khaula melaksanakan sholat subuhnya.Menghadap sang Khalik.Memohon petunjuk memohon ampunan.
Setelah selesai mandi Arjuna melihat Khaula yang sedang berdoa.Menadahkan kedua tangannya tepat diatas dadanya.Bibirnya terlihat komat kamit seperti sedang membaca mantra.Sesekali Khaula menyeka buliran air mata yang melewati pipi mulusnya.Arjuna semakin penasaran.Apa yang sedang dilakukan Khaula.Lama Arjuna menunggu Khaula.Suara kicauan burung mulai terdengar dari celah celah jendela dan pintu kamarnya yang menuju balkon.Arjuna berniat untuk membuka jendela dan pintu kamarnya yang menuju balkon saat Khaula selesai sholat dan mulai merapikan sajadah serta mukenanya.
"Bolehkan aku meminta tangan kananmu?"Khaula berkata sambil berjalan menuju Arjuna.
Arjuna merasa sangat heran.Ia sampai terpaku beberapa detik.Sementara Khaula tersenyum malu atas apa yang ia kerjakan.Khaula langsung memalingkan tubuhnya dan ingin berlalu.
Tapi lagi lagi Khaula kalah cepat karena Arjuna telah berhasil menggapai pergelangan tangannya"mau kemana?"tanya Arjuna sambil menggenggam pergelangan tangan Khaula dengan erat.
"ehm...mau turun, membantu bik Asih buat nyiapin sarapan"jawab Khaula sambil mengembangkan senyumnya...seperti kembangnya kembang ditaman.
"Siapa yang mengijinkanmu mencium punggung tanganku"Arjuna bertanya sambil menautkan alis matanya yang bak semut beriring.
"Bukankah kemaren kau berjanji akan melakukan hal hal baik untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajibanku sebagai seorang istri"jawab khaula dengan wajah sangat manis.
__ADS_1
"Kalau begitu bukankah setelah kau mendapatkan hakmu kau juga harus melakukan kewajibanmu?"Arjuna bertanya kembali seolah olah ada maksud lain.
"Maksudmu?"Khaula balik bertanya.karena tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan Arjuna padanya.
"Kewajibanmu taat pada suami bukan?"tanya Arjuna lagi.Yang tambah membuat Khaula menautkan alisnya.
"hem..."jawab Khaula sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
Arjuna menunjuk pipi kiri dan pipi kanannya...
Khaula mengangkat bahunya memberi isyarat tak mengerti.
Arjuna terus menunjuk pipi kirinya.
"Maksudmu?"tanya Khaula yang benar benar tak mengerti.
"Apa kau benar benar tak mengerti apa maksudku wahai istriku?"tanya Arjuna dengan memajukan posisi tubuhnya lebih dekat kearah Khaula tapi masih terus menggenggam pergelangan tangan kanan Khaula.
Khaula tak menjawab.Khaula hanya menggelang gelengkan kepalanya...kemudian beberapa detik kemudian bibir Arjuna sudah mendarat pada pipi kanan dan kiri Khaula.
Betapa terkejutnya Ihaula, sampai kedua pipinya berubah warna menjadi kemerahan.Seperti orang yang sedang memakai blush on...Khaula mematung.Jantungnya serasa mau lepas.Sementara Arjuna kemudian berlalu membuka jendela dan pintu kamar yang menuju balkon.Meninggalkan Khaula yang masih belum bisa bernapas.
terima kasih yang sudah baca.mohon kritik dan sarannya.mohon maap kalau terdapat bnyak kesalahan dan typo.happy reading kakak😘
__ADS_1