
Pov Khaula
Aku merasakan sesuatu terjadi padaku.Aku seperri tidur sangat sangat panjang seperti dongeng putri salju.Tapi aku taku tak tau kenapa mimpi masa kecil itu datang dan seperti djavu aku bertemu dengan Arjuna dalam mimpiku.Tapi Arjuna seperti keluargaku sendiri.Aku merasakan kasih sayangnya amat sangat besar.
Aku selalu bermanja dengan bayangan Arjuna dalam mimpiku.Aku diperlakukan sangat amat istimewa.Aneh memang,aku juga melihat sosok Arjuna yang lain.Dia menjadi orang sholeh dalam mimpiku itu.Ia mengerjakan sholat lima waktu yang selama aku mengenalnya tak pernah sekalipun aku melihatnya.
Suatu malam dalam mimpi ku aku bermimpi bertemu ayah dan ibu.Membuatku terisak sesenggukan.Aku memangis sejadinya,mencari keberadaan dimana ayah dan ibu.Aku benar benar ketakutan.Takut yang luar biasa sampai tubuh kecilku ini bergetar.Tapi entah tiba tiba seperti ada seseorang yang mendorongku kepelukan Arjuna.Aku menangis membenamkan wajahku menumpahkan air mata pada dada bidangnya.
Tapi seketika aku mendengar suara Arjuna memanggilku,Arjuna menghuncang tubuhku sekuatnya hingga aku tersadar.Aku bangkit dari tidur sangat panjang rasanya.Mimpi mimpiku seakan hilang didepan mata.Aku memutar bola mataku menyapu semua sudut kamar ini.Aku bahkan seperti tak percaya jika aku saat ini tersadar dan berada di dalam kamar Arjuna.
Kepalaku terasa sangat sakit,amat sangat sakit.Aku memijit alis atasnya agar sedikit beekurang.Tapi tak bisa,sakit kepala ini tak berkurang sedikitpun.Aku sampai meringis sampai mau menangis.Aku lihat wajah Arjuna sangat pucat.Kenapa pikirku.Kenapa Arjuna sangat menghawatirkanku.Apa yang terjadi padaku.Kenapa aku.
Arjuna mengambilkanku obat dan meminumkannya padaku.Aku menurut,tak sanggup menolaknya karena sakit yang teramat sangat.Aku memejamkan bola mataku karena sakit ini sedikit demi sedikit berkurang setelah aku pejamkan bola mataku.Tapi aku masih tak percaya kalau aku sekarang dikamar Arjuna.
Rasanya kemaren aku dan Arjuna berada dikampungku.Kejadian terakhir aku dan Arjuna mencoba menjelaskan pada pak lek dan bulek kalau aku dan Arjuna adalah suami istri.Kemudian aku merasakan sakit kepala teramat sangat dan kemudian aku terlelap.Dan hari ini aku berada disini.Sebenarnya apa yang terjadi.
__ADS_1
Kudengar sayup sayup Arjuna menelpon seseorang.Dan benar saja aku mendengarnya.Aku memdengar segala yang dikatakan Arjuna dan sahabatnya dr.Gun.Ya aku tahu jawaban semua ini.Bagai ditimpa beban dikepalaku.Aku mendengar bahwa aku selama 2 bulan ini amnesia.Oh....Rab...2 bulan aku amnesia.Aku mencoba tenang mengatur nafasku.Seolah olah aku tidur nyenyak, sangat nyenyak.
Aku menangis dalam pejamnya mata ini.Tapi aku yakin Arjuna tak akan menyadari air mataku.Karena aku rasa ia sangat gelisah.Berbolak balik mengatur posisi tidurnya ia tak sabar menunggu matahari menggeliat menunggu aku bangun dari tidur ini.
Arjuna bangkit dari ranjnag karena sepertinya dia tak bisa tidur lagi.Aku membalikkan badanku memeluk bantal guling empuk dalam lampu tidur yang remang remang.Aku melihat Arjuna akan melaksanakan sholat.Jantungku hampir berhenti melihat pemandangan ini.Jadi semua ini selama beberapa waktu ini bukan djavu.Semua yang kulihat adalah benar.Dan benar aku amnesia selama beberapa waktu ini.
Dan Arjuna yang aku lihat adalah benar dia benar benar Arjuna.Sholatnya sangat khusyuk kudengar sayup sayup namaku Khaula Nusaiba binti Wahid disebut disana.Oh Rab....terdengar sangat indah di kuping ini.Degup jantungku sangat kencang.Hingga mau keluar.Aku yakin tak akan bisa menyembunyikan lagi rasa senang ini.Hati berbunga bunga Ya Rab...beginikah rasanya mendengar itu...
Tapi untungnya Arjuna kulihat melingkarkan tubuhnya diatas sejadah saat ia selesai berdoa.Aku rasa ia mengantuk.Tapi mataku tak lagi mengantuk.Aku sangat bersemangat.Aku terus memandangi suamiku yang kini tertidur pulas diatas sajahnya.
Entah karena gugup atau karena takut tiba tiba pikiran ino datang begitu saja.Aku tiba tiba memercikkan air sisa wudhu ini kewajah Arjuna.Aku bertingkah seolah olah aku masih aku yang sedang amnesia.Ku lihat ekspresi wajahnya kecewa,tapi aku tiba tib ingin melihat ketulusannya.Aku bermaksud ingin bermain sebentar,melihat ketulusannya.
Arjuna keluar dari kamar mandi setelah wudhu.Aku tak sabar ingin melaksanakan sholat berjamaah dengan orang yang bergelar suami ini.Senang terharu biru semua jadi satu.Bacaan sholatnya sangat fasih,aku suka dengan suaranya saat melantunkan bacaam Al Quran,merdu sekali terdengar.Arjuna sangat cepat mempelajarinya.
Aku hanyut dalam bacaan surah Al Falaq.Indah sekali dan terdengar sangat merdu.Air mataku mengalir tanpa perintah dipipi mulus ini.Tak bisa aku mengontrolnya.Kubiarkan hati ini terbuka lebar merasakan datangnya tentara Sang Rab maha kuasa memasuki seluruh reling hati ini dengan cinta suamiku.Ya...aku jatuh cinta untuk pertama kali setelah sekian lama di atas sajadah ini.
__ADS_1
Setelah selesai sholat subuh penuh dramatis di ujung doa kudengar namaku Khaula Nusaiba binti Wahid disebut kembali meski tak begitu jelas doa khusus apa yang ia panjatkan.Aku mengamininya.Aku yakin pasti doa baik yang ia tujukan khusus untukku.
Aku menarik lengan bajunya.Meminta tangan kanannya.Dan segera ku cium punggung tangannya dengan sangat hikmat.Aku tak ingin menyia nyiakan kesempatan ini.Tapi bulir air mata tak bisa kubendung.Segera kubalikkan badan ini setelah menyalaminya.
Tapi Arjuna menyadari punggung tangannya basah akan air mataku.Arjuna menahan bahuku.Aku kaan ketahuan kalau begini.Saat aku tepat berada didepannya air mata ini masih deras mengalir.Aku pecahkan tangisan ini seperti anak kecil.Aku memainkan peranku sebagai Khaula kecil.Aku katakan kalau aku sangat merindukan ayah.Aku rindu sholat berjamaah dengan ayah.
Aku berbohong.Ya aku berbohong agar peran ini tak terbongkar.Arjuna menarikku kedalam dekapannya,membenamkan wajahku yang sedang pecah menangis kepelukannya yang sangat hangat.Aku merasakan kenyamanan,sangat nyaman.Aku rasakan debaran jantungnya juga berpacu sangat cepat,sama seperti debaran jantungku yang bertalu sangat cepat.
"Jangan nangis ya...jangan sedih...aku akan menggantikan ayahmu...sampai nyawaku berhenti"kata Arjuna sambil.memelukku sangat erat dalam pelukannya aku membalas pelukan hangat itu.Pelukan yang sudah lama aku rindukan.Aku merasakan air matanya jatuh membasahi bumi pagi ini.
Oh Rab....salahkah aku membohonginya sebentar saja....aku ingin merasakan jatuh cinta setiap hari setiap jam setiap saat pada mahluk ciptaanMu tanpa ia tahu.Aku ingin merasakan ketulusannya tanpa pamrih.Ijinkan aku mencintainya juga karenaMu ya Rab...
Alhamdulillah...sls 4 bab malam sampai pagi sampai terbawa mimpi,smg suka ya kak.mohon maap klu update suka lambat.tp InsyaAllah aku usahakan update 3-4 bab ya...
semoga Allah memudahkan segala niat baik kita amin.
__ADS_1