
Siang telah berganti senja...langit yang tadinya terang sekarang merundukkkan sinarnya.Warnanya sangat indah, jingga....
aku suka warna langit ketika sedang berwarna jingga, hanya saja hari ini berbeda.Aku takut, takut karena aku teringat akan ucapan Arjuna tadi siang.Apa benar di akan melakukan itu...
Hm....aku tak bisa tenang kalau terus memikirkan ini, aku akan meditasi.Gumamnya.
Kemudian Khaula segera memposisikan tubuhnya seperti orang yang sedang duduk bersila,dan memulai meditasinya.Menarik nafas pelan dari hidung...dan menghembuskannya pelan dari mulut
sssstssssstssst.....
Hampir 15 menit sudah meditasi dilakukan.Tubuhnya sudah berkeringat.Tapi belum bisa Khaula mengendalikan hatinya.Sampai akhirnya ia mendengar suara azan magrib diluar sana.Ia buka matanya yang tadi tertutup.Betapa kagetnya setelah matanya terbuka sempurna ternyata Arjuna berada tepat didepannya.
Hampir saja ia melompat karena terperanjat.
"Apa yang sedang kau lakukan"Arjuna bertanya pada Khaula yang saat itu sedang ingin kabur karena malu takut Arjuna melihat segala yang ia lakukan.Tapi ia kalah telak.Karena Arjuna sudah dapat menagkap pergelangan tangan kanannya.
"Bukan apa apa?"jawabnya.mengalihkan pandangannya.
"Baiklah..."Arjuna melepaskan tangan Khaula dan tersenyum.Seperti menggodanya.
Dengan cepat khaula berlari masuk kekamar mandi dan menguncinya.Jantungnya hampir lepas rasanya.Apa yang ada didalam kepala Arjuna.Kenapa sejak pagi dia selalu menggodaku.Merasa sangat senang melihat aku sengsara.Gumam Khaula di dalam hatinya.
Seperti biasa Khaula sholat magrib dengan sangat kusyuk.Banyak doa yang ia sampaikan pada sang penguasa jagad raya.Ia curahkan segalanya.Segala keluh kesahnya.Ia tumpahkan segalanya.Sampai ia merasa puas.Setelah itu ia membaca Al Quran dan disambung sholat isya.Sementra Arjuna entah kemana perginya setelah mengganggunya tadi sore.
*A*ku ikhlas dengan apapun yang terjadi didalan pernikahan ini, aku serahkan segala kepadamu ya Rab..aku hanyalah seorang hamba,seperti aku seorang istri...yang hanya bisa taat,apapun yang dikehendaki suamiku,seperti Engkau yang berkehendak kepadaku,tak ada niat dihatiku untuk menganggap pernikahan ini sebagai mainan,semoga Engkau melimpahkan keberkahan pada rumah tanggaku ya Rab....amin...
doa penutup saat sholat isya Khaula malam itu.
Setelah selesai sholat isya Khaula tak keluar kamar.Ia merasa lelah.Ia ingin langsung tidur dan beristirahat.Tapi ia tiba tiba teringat pada kata kata Arjuna siang tadi.Tubuhnya bergedik membayangkan apa yang akan terjadi.Sebenarnya ada hal lain yang Khaula takutkan.Ia takut akan benar benar jatuh dalam kubangan cinta tak bertepi.Karena apabila Tiara kembali maka Arjuna akan segera mencampakkannya.Begitu pikirnya.tapi entahlah...apakah itu hanya sekedar pikirannya saja.
__ADS_1
Tok tok tok....suara pintu di ketok seseorang di luar sana.
Khaula bangkit dari sofa yang sejak tadi membawanya mengawang.Khaula berjalan menuju pintu dan membukanya,dilihatnya bik Asih sedang menunggu
"kenapa bik?"tanya Khaula keheranan.Karena tak biasanya bik Asih menyusulnya kekamar.
"Tuan muda menyuruh bibik memanggil neng Lula"jawab bik Asih kemudian meninggalkannya.
Khaula belum sempat bertanya kenapa Arjuna memangginya.
Khaula berjalan mengikuti bik Asih menuju ruang keluarga.
Ternyata ada buk Silvi yang kini menjadi mertuanya.Dari jauh buk Silvi sudah mengembangkan senyumannya.Khaula membalas senyumnnya.
Menyalami buk Silvi dan mencium punggung tangannya.Khaula duduk disamping buk Silvi.Setelah melihat kode buk Silvi dengan menepuk sofa yang berada disebelahnya.
"Baik buk..."Khaula menjawab agak ragu.Ada apa gerangan.
"Apa Arjuna memperlakukanmu dengan tidak baik?"buk Silvi terus mencercanya dengan pertanyaan selanjutnya.
Khaula tersenyum dan menganggukkan kepalanya"em...tidak buk...Arjuna sangat baik terhadap saya"jawab Khaula sambil melirik Arjuna.Arjuna ikut tersenyum.
"Apa kamu yakin sayang?" buk Silvi bertanya lagi untuk meyakinkan.
"Iya buk"jawab Khaula cepat.
"Apa Arjuna sudah memberikanmu kartu kredit untuk keperluanmu?"tanya buk Silvi lagi
"Iya sudah buk"jawab Khaula...ternyata pemberian Arjuna tadi pagi itu karena suruhan ibunya.Bukan atas kesadarannya sendiri.
__ADS_1
"Harusnya mami kawatir padaku,bukan pada Khaula.Apa mami lupa dia pernah memukulku sampai aku harus dirawat karena luka memar didadaku"Arjuna menimpali dengan kepala yang mengangguk angguk seperti orang ingin pamer.
"hahahahaha...."buk Silvi tertawa keras.Khaula sampi heran melihatnya.Khaula juga merasa tak enak kalau harus mengingat peristiwa itu.
"Harusnya kamu malu Juna kalau sekarang kamu berkata begitu....mami malah ingin Khaula bisa menghajarmu kalau kau memperlakukannya dengan tidak baik."jawab buk Silvi mengejutkan Khaula.Karena ia berpikir bahwa buk Silvi akan membela anak kandungnya.
"What?mami..."Arjuna memicingkan kelopak matanya pada sang mami.
"Mami tak perduli...sekarang Khaula sudah menjadi istrimu.Seorang suami harus bisa memperlakukan istrinya sebagai ratu....dan ya mami percaya Khaula akan sangat mampu memperlakukanmu sebagai raja...karena Khaula adalah wanita berakhlak baik, dan dia sangat mengerti aturan dalam agamanya.jadi mami tak perlu harus menghawatirkanmu"jelas buk Silvi panjang lebar yang membuat Arjuna memainkan ekspresinya yang sangat kesal dengan sang mami.
"Dan ya...satu lagi...karna Khaula sekarang istrimu berarti Khaula adalah putri mami,dan kau harus tau kalau mami sangat menginginkan seorang putri sejak dulu....sekarang mami mendapatkannya...jadi kalau kau berlaku tidak baik pada putriku...maka kau akan tau bagaimana kejamnya mami akan memperlakukanmu"buk Silvi berkata sangat serius dengan menunjukkan jari telunjuknya pada Arjuna, yang kemudian membuat Arjuna menelan salivanya.
Khaula tersenyum.Melihat wajah Arjuna yang sudah terlihat seperti kepiting rebus.Sangat jelek sekali.Dia pasti sangat marah dengan sang mami tapi dia tak dapat melawannya.
"Lula...kalau Arjuna memperlakukanmu tidak baik kamu telp mami..nanti mami akan segera datang"kata buk Silvi pada Khaula.
"Iya mi...terima kasih"kata Khaula membalas mengelus lembut tangan buk Silvi.
Seandainya semua tentang pernikahan ini benar...dan nona Tiara tidak akan kembali lagi maka Khaula adalah wanita yang sangat beruntung karena disayangai oleh ibu mertuanya..yang tidak semua wanita bisa merasakannya.Ada goresan luka di hati Khaula jika mengingatnya.Tapi ia tetap berusah untuk tersenyum.
"Lula...mami baru menyadari betapa cantiknya dirimu tanpa cadar dan tanpa sarung tangan" buk Silvi membelai wajah Khaula lembut.Arjuna yang mencuri pandang diujung sana sambil memainkan ponselnya tersenyum.
Khaula hanya diam menunduk.."Betapa beruntungnya Arjuna...karena mendapatkanmu"buk Silvi terus memandangi Khaula.Kali ini Khaula benar benar salah tingkah.
"Mami kira wajahmu sangat jelek, dan kulitmu hitam karena pekerjaanmu dan hobimu"tambah buk Silvi.
Senyum Khaula benar benar mengembang kini.Ia melirik kearah Arjuna.Tapi Arjuna masih menunduk memainkan ponselnya.Kenapa Khaula merasa ia ingin diperhatikan Arjuna saat buk Silvi memuji kecantikannya.Sementara diujung sana Arjuna seorang playboy kelas kakap yang sangat ahli...mengetahui kalau Khaula sedari tadi melihat kearahnya.*K*au memang sangat cantik istriku.Aku memang seorang laki laki beruntung meski dengan aku mendapatkanmu dengan cara yang tidak semestinya....Arjuna berkata dalam hatinya....menyebut Khaula dengan istriku...apakah Arjuna mulai mengakui Khaula istrinya....
terima kasih kakak....happy reading...mohon maap karena masih bnyak kesalahan eyd dan typo....mohon krisannya...😘
__ADS_1