Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Tenggelam


__ADS_3

"Pak lek...Lula bosan....Lula mau jajanan"teriak Khaula sedikit melingking sampai membuat Bagas menoleh.


Arjuna tersenyum,kemudian mengambil jajanan yang ada didalam kantong sponbun dan memberikan caki caki kepada Khaula.Kemudian melanjutkan pekerjaannya.


"Pak lek....Lula mau pulang"kata Khaula dengan suara merengek.


"Sebentar lagi ya sholehah,sebentar lagi ini selesai"Arjuna menjawab dengan sabar.


Beberapa waktu kemudian Arjuna bangkit dari kursinya,berjalan menuju tempat duduk Bagas yang tak jauh dari mejanya.


"Cek lagi bro...mohon maap karna ketidaknyamanan ini"Arjuna berkata sambil menyerahkan flasdisk kepada Bagas.


"Santai bro...tak masalah...lo gak usah canggung,gue malah salut sama lo Na"jawab Bagas sambil menerima flashdisk dari Arjuna kemudian memasangkan di laptopnya.


"Gue salut liat lu bro...lu bener bener bisa berkorban apapun demi istri lo.....malah lo sanggup kehilangan segalanya....lo jual segala aset lo hanya untuk suatu kehidupan...lu bisa jadi karyawan biasa demi ngidupin istri lo...lo jugak banyak berubah Na...gue bener bener salut...gue harus banyak belajar dari lo Na...belajar mencintai dengan tulus malah.....dengan Tuhan ngembaliin nyawa istri lo....dan Tuhan ngilangin ingatan istri lo itu luar biasa cobaan untuk lo....salut gue bro" Bagas berkata panjang lebar.


"Ssuuuuut.......gue manusia biasa bro...gue hanya ngejalanin yang Tuhan kasi buat gue.Dan sebenarnya semua salah gue sejak awal...niat pernikahan yang gue pasang sama Khaula hanya karena ingin ngebalas sakit hati karena dia ngejaga calon istri gue gak becus saat itu....tapi Tuhan kasi perasaan hancur juh lebih hancur ke gue saat Khaula yang pergi...sakit banget...gue gak bisa kehilangan Khaula untuk kedua kali."Arjuna berkata sangat pelan takut Khaula mendengarnya.


Tapi sayang Arjuna tak pernah tau Khaula mempunyai pendemgaran yang sangat tajam sampai ia bisa mendengar suara yang sangat jauh jika ia sedang memfokuskan itu,bahkan Khaula bisa berjalanan dengan mata tertutup dengan mengandalkan pendengarannya.Karena memang sejak kecil Khaula dilatih itu oleh ayahnya.


Hampir saja bulir bening yang membuat mata Khaula berkaca kaca mengalir deras jika tak mengingat ini dikantor Arjuna.Khaula mendengar segala yang dikatakan Bagas dan Arjuna.


Khaula menyimpan perkataan Bagas dan Arjuna jauh jauh.Jauh di dalam lubuk hatinya agar nanti dirumah bisa ia tumpahkan.Mengdu pada Rabnya.Khaula memang paling ahli memanajemen hati dan perasaannya.

__ADS_1


Setelah selesai Bagas memeriksa hasil pekerjaan Arjuna jam menunjukkan pukul 4 sore.Waktunya pulang kantor, Arjuna bersiap untuk pulang.


"Juna,besok pagi gue akan bawa lo persentasi sekalian ya bro"Bagas berkata sambil berjalan menuju pintu ruangan kerjanya.


"gue?"Arjuna menunjuk mukanya.


"Ia....gue pengen papi lo tau kalau lo layak"Bagas berlalu menghilang dibalik pintu kaca.


Arjuna tersenyum,kemudian memimpin Khaula meninggalkan ruangan kerjanya.


Perjalanan pulang kantor kali ini berbeda dari biasanya.Kalau biasanya Arjuna terburu buru mengemudikan mobilnya meliuk dijalan ibu kota hari ini lebih santai.Karena Khaula ada bersamanya.Khaula memejamkan matanya di dalam mobil.Sebenarnya Khaula sengaja memejamkan matanya bukan karena ia merasa ngantuk.Tapi Khaula ingin mengusir kepahitan yang ia dengar tadi.


Semakin Khaula benamkan kepahitan itu semakin datang menghunjam relung hatinya.Ia jadi ragu dengan sikapnya yang membuat Arjuna semakin susah.


Karena ia melihat Khaula masih tertidur Arjuna segera memutar balik mobilnya dan segera menuju rumah buk Silvi.


Hampir magrib Arjuna dan Khaula sampai kerumah buk Silvi.Khaula tersadar saat Arjuna ingin mengangkatnya.Khaula menyadarkan dirinya.Tak ingin Arjuna mengangkatnya.Ia merasa tak enak dilihat banyak orang di rumah buk Silvi.


"Kita dimana pak lek?"tanya Khaula pura pura tak tau


"Dirumah mamiku...yuh turun"Arjuna menggandeng Khaula melewati halaman yang dipenuhi bunga bunga dan melewati kolam renang dengan air yang biru.


Saat melewati kolam renang entah apa yang dipikirkan Arjuna Ketika buk Silvi melihat mereka sedang berjalan berua bergandengan tangan buk Silvi memanggil Arjuna.Karena perasaan kaget Arjuna reflek berbalik dan menyenggol tubuh Khaula sehingga masuk kedalam kolam renang.Mungkin karena Khaula berjalan terlalu pinggir.

__ADS_1


Tiba tiba kaki kanan Khaula keram seketika masuk kedalam kolam renang.Arjuna dan buk Silvi panik.Arjuna langsung menerjunkan dirinya kekolam renang.Melihat Khaula sejak terjatuh tak kunjung timbul.


Setelah beberapa menit mencari didasar kolam akhirnya Arjuna menemukan Khaula yang sedang berada didasar kolam,dengan susah payah Arjuna membawa Khaula keatas.Seperti di film film adegan romantis sempat terjadi didasar kolam.Arjuna sempat memberikan bantuan oksigen pada Khaula.


Tapi sayang sebelum sampai ke atas Khaula sudah merasakan lemas dan tak berdaya perlahan matanya tertutup.Antar sadar dan pingsan.Ia mendengar suara panik dari semua penghuni rumah.Ia merasakan tubuhnya digendong dengan Arjuna kedalam kamarnya sebelum akhirnya semua suara hilang lenyap.


Ia masih seperti orang mengigau,lemas seluruh tubuhnya tak bisa ia kuasai.Arjuna menyelimuti dirinya yang basar kuyup.Arjuna kemudian tak terdengar suaranya.Tubuh mungir Khaula menggigil meski sudah diselimuti dengan selimut tebal yang ada di tempat tidur Arjuna.Sampai Arjuna selesai mengganti bajunya Arjuna melihat Khaula yang sudah setengah pucat.


Arjuna lupa bahwa Khaula belum diganti pakaiannya.Arjuna hendak meminta tolong pada buk Silvi untuk mengganti pakaian Khaula tapi takut maminya akan menganggap dirinya pecundang hanya sekedar mengganti baju istri saja tak mampu.


Akhirnya Arjuna memutuskan mengganti pakaian Khaula sendiri setelah ia mempertimbangkan banyak hal.Ia mulai membuka hijab Khaula dan membuka pakaian basah yang menempel di tubuh sang istri yang menggigil karena kedinginan.


Tak bisa ia menahan hasrat keinginan untuk menyentuh keindahan yang ada dipelupuk matanya.Sangat indah,Kulit putih bersih yang Tuhan berikan pada Khaula memang benar benar membuat mata Arjuna tak bisa berkedip memandangi tubuh sang istri.


Arjuna tersadar seketika Khaula mengeliatkan tubuhnya kedinginan.Arjuna merasakan tibuh Khaula yang teramat dingin.Awalnya Arjuna menjauhnya dirinya dari tubuh Khaula setelah mengganti selimut dan sepray yang basah.Tubuh Khaula masih belum memakai pakaian karena tidak ada pakaian kering Khaula dirumah ini.Tapi tubuh mungil itu terus menggigil kedinginan.Bahkan setelah Arjuna mematikan AC.


Arjuna mendekatkan dirinya,memberanikan menyentuh kening Khaula ternyata keningnya panas.Tapi telapak tangan dan telapak kakinya sangat dingin,seperti es batu.


Arjuna menggosok gosok telapak tangannya ditelapak tangan Khaula tapi tetap saja aksinya sia sia.Khaula masih saja kedinginan.


Entah dorongan dan bisikan dari mana rayuan dihatinya muncul lagi ketika melihat leher Khaula yang mulus melihat tulang leher Khaula yang cengkung.Arjuna mendekatkan wajahnya dengan wajah Khaula tanpa jarak,mencoba mengecup bibir indah merekah milik Khaula.Tak ada penolakan saat itu.Malah terlihat Khaula menikmatinya.Arjuna mencobanya lagi sampai akhirnya ketegangan itu memuncak,mengecup bagian bagian indah milik sang istri yang hampir 6 bulan tak pernah dijamahnya.Hingga malam ini menjadi puncak keindahan dan kenikmatan kehalalan yang Tuhan berikan kepada keduanya.


Tak ada keraguan pada diri Arjuna dan tak ada reaksi penolakan dari Khaula meski ia setengah sadar karena demam akibat basah kuyup tadi.Meski mungkin Khaula tak menyadari apa yang telah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2