
Jam sudah menunjukkan pukul 12.15 siang, sebentar lagi akan berkumandang azan zuhur.Buk Ratih sedang berkemas barang barang yang akan di bawa ke ibu kota.Buk Ratih dan pak Ahmad akan ikut menemani Khaula.Sementar dr.Gun masih sibuk menelpon rekan sesama dokternya untuk berkonsultasi permasalahan Khaula.
Arjuna pula sedang menelpon pengacaranya untuk menjual semua aset yang ia miliki untuk menunaikan nazarnya.Arjuna jugak menelpon buk Silvi mami tercintanya.Menceritakan segala yang ia alami saat ini.Buk Silvi sangat mendukung Arjuna.Apapun keputusan Arjuna.
Siang itu memang menjadi hari yang sangat melelahkan buat Arjuna.Ia harus mengemudikan mobilnya dari kampung Khaula ke Ibu kota.Kurang lebih hampir 11 jam ia mengemudikan mobil.
Jam menunjukkan pukul 1 dini hari ketika Arjuna pak Ahmad buk Ratih dan Khaula sampai di apartemen Arjuna setelah mengantarkan dr.Gun kerumahnya.Arjuna sudah menelpon bik Asih untuk menyiapkan kamar pak Ahmad dan buk Ratih.Arjuna juga sudah bercerita tentang keadaan Khaula saat ini.
Bik Asih sampai tak kuasa membendung air matanya saat melihat Khaula yang kelakuannya seperti bocah.Khaula sedikit heran melihat sekelilingnya.Tapi ia masih saja bergelayutan di lengan kekar sang suami.Khaula tak nyaman dengan pemandangan di sekitarnya.Ketika pak Ahmad dan buk Ratih sudah memasuki kamar tidurnya Khaula masih saja bergelayutan dengan Arjuna.Arjuna yang mengantarkan Khaula di kamar lamanya tiba tiba tak ingin masuk kekamar penuh kenangan itu meski ia tak tau perasaan apa itu.
Khaula merengek sejadinya ingin bermalam di kamar Arjuna.
"Lula maunya bobok ama pak lek aja ya...ndak mau sendiri....Lula takut hantu"katanya sambil memeluk erat tubuh Arjuna.
Arjuna tak bisa menolaknya,mana mungkin ia rela menolak permintaan sang istri meski ia tau akan ada guncangan dijiwa Khaula jika memasuki kamar itu.Akhirnya Khaula mengikuti Arjuna sampai kekamarnya yang berada dilantai dua apartemen.
Arjuna dengan sangat hati hati membawa Khaula sampai ke atas ranjang.Arjuna tak membiarkan Khaula melihat segala sudut ruangan dengan jelas.Arjuna sengaja menghidupkan lampu tidur saja.Karena memang sudah sangat lelah Khaula akhirnya langsung tertidur lelap sesaat setelah merebahkan tubuhnya di kasur empuk.
Arjuna membelai kepala Khaula yang masih terbungkus hijab.Arjuna membuka cadar Khaula,memperhatikan wajah istrinya yang mungil,Arjuna menyentuh hidung Khaula yang sangat mancung seperti bulek bulek Arab,menyentuh bibirnya yang tipis tapi sangat indah dipandang,Jantungnya berpacu cepat saat itu.Arjuna menyunggingkan senyum tipis.Mematikan pikiran piciknya.Ia tak ingin mengambil kesempatan atas situasi ini.
Arjuna mendekatkan wajah ya di wajah Khaula sangat dekat,hingga ia bisa mendengarkan suara nafas sang istri,menyentuh hidup Khaula dengan hidungnya yang sama sama bangir kemudian mengecup kening Khaula dengan sangat pelan.Mengucapkan selamat malam pada sang istri.Menyelimuti Khaula dengn selimut hangat.Kemudian Arjuna bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sedari tadi sangat merasakan lelah.
Setelah itu Arjuna segera beristirahat merebahkan dirinya disamping Khaula yang sudah sangat lelap dimakan mimpi.
__ADS_1
********
Burung berkicau bersahut sahutan,mataharipun sudah mulai menggeliatkan dirinya.Khaula bangun dari mimpi indahnya.Berjalan menuju kamar mandi.Arjuna tersadar saat suara pintu kamar mandi ditutup sangat keras.Tapi Arjuna masih sangat ngantuk sehingga ia memejamkan kedua bola matanya lagi.
Beberapa menit kemudian Khaula keluar dr kamar mandi dan sudah berpakaian rapi.Arjuna tersadar saat Khaula membuka handel pintu.Arjuna sangat kaget melihat penampilan Khaula yang keluar dari dalam kamar mandi.Arjuna sampai membesarkan netranya,meneguk salivanya.Tak percaya melihat Khaula memakai pakaiannya yang masih ia tinggalkan dulu.
"Lula...."Arjuna memanggil dengan wajah heran.
Khaula menoleh.Melihat Arjuna dengan pandang sinisnya.
"Apa?"tanya Khaula dengam suara cemprengnya kemudian memelototkan.matanya.
Arjuna berjalan menuju Khaula yang berada di depan ranjangnya sedang membetulkan jilbab yang ia kenakan.
"Ih...pak lek apaan sih keliling kelingin Lula....kata Ayah yang dikelilingi itu ka'bah...kan Lila bukan Ka'bah"Khaula berkata sambil menarik lengan Arjuna.
Huft........
Arjuna menarik nafas panjang membuangnya perlahan.
Hampir saja jantungnya berhenti berdetak saat melihat Khaula keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaiannya yang dulu.
Tapi untunglah suara cempreng dan gaya bahasa Khaula membuat Arjuna lega,ternyata Khaula masih belum sadar,sehingga jantungnya tak jadi putus.Bukan Arjuna tak senang dengan kesembuha. Khaula,Arjuna hanya merasa kaget.
__ADS_1
"Pak lek kenapa"tanya Khaula melihat Arjuna menggosok gosok dadanya.
"Gak kenapa napa sayang...hanya kaget...kamu dapat baju ini dimana?"Arjuna menelisik Khaula
"Lula ambil dilemari disana"Khaula menunjuk ke arah kamar mandi
"Abis baju Lula basah...tadi Lula ngompol"Khaula menjawab sambil menunjuk ranjang yang tadi ia tiduri.
Arjuna membuka lebar netranya.
"Oh My God"Arjuna menepuk keningnya kemudian meraba pakaiannya juga yang basah.Kemudian Arjuna segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah hampir bau pesing meninggalkan Khaula yang masih sibuk membetulkan jilbab yang ia gunakan yang dianggapnya sangat kebesaran.
Hampir 20 menit Arjuna dikamar mandi setelah selesai ia keluar dengan pakaian rapi.Wajahnya terlihat sangat tampan.
"Pak lek....ini siapa?"Khaula menunjuk ke arah bingkai poto yang terpajang disudut kamar.
"Oh...ini istri pak lek"jawabnya terbata melihat ekspresi wajak Khaula
"Namanya siapa?kok mirip Lula....dia dimana?ikut ibu Lula ya?"tanya Khaula lagi sambil memainkan ujung jilbabnya.
Arjuna tak menjawab,ia hanya tersenyum sangat manis.Membuat Khaula datang menghampirinya.
"Besok Lula mau pakai kaya gitu ya pak lek...Lula mau jadi istri pak lek"kata Khaula sambil memeluk erat Arjuna,yang dibalas dengan pelukan yang sangat hangat oleh Arjuna tanpa jawaban.
__ADS_1