Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Arjuna Diserang


__ADS_3

Pagi ini langit kurang bersahabat. Langit Mendung dengan sedikit rintik hujan menghiasi pemandangan. Jam sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi.Khaula sudah siap hendak keluar kamar.Tapi masih lekat diingatannya kejadian malam tadi.Seandainya Khaula bertemu dengan Arjuna apa yang akan dikatakannya. Khaula masih berdiri didepan cermin besar di dalam kamarnya. Melihat dirinya yang sudah memadu madankan pakaian yang ia kenakan.


Dan sambil memikir mikir apa yang harus ia katakan kalau bertemu dengan tuan muda tampan itu....


Ups...geli rasanya ia mengatakan kalau Arjuna itu tuan muda tampan.Khaula terkekeh sampai sampai ia tidak sadar kalau ada suara dari balik pintu yang sudah memanggilnya.


"Neng Lula....neng Lula...."panggil bik Surti dari balik pintu sambil mengetok pintu beberapa kali dengan pelan.


"Iya bik.."jawab Lula setengah berteriak dan buru buru memakai cadarnya.


Dibukanya daun pintu kokoh berwarna putih gading.


"Neng Lula ditunggu Nyonya di ruang makan"kata bik Surti menunjuk kearah ruang makan setelah itu berlalu dalam pandannya.


"Baik bik..."jawab Khaula sembari berjalan mengikuti langkah bik Surti.


Sepanjang perjalanan pikiran Khaula bertanya tanya kenapa buk Silvi sudah menunggunya di ruang makan.Terlebih lagi ini adalah masih pagi.Apakah dirinya sedang dalam masalah karena kejadian malam tadi.


Tak butuh waktu lama akhirnya Khaula sudah tiba diruang makan.Khaula melihat buk Silvi sudah duduk di kursinya.


"Ibuk mencari saya?"tanya Khaula sedikit gugup


"Ada yang mau saya omongin La"jawab buk Silvi sambil menyunggingkan senyum diujung bibirnya.

__ADS_1


"Saya mohon maap buk kalau yang ingin ibuk omongin sama saya karena kejadian malam tadi"Khaula buru buru menimpali kata kata buk Silvi


Lagi lagi buk Silvi tersenyum.


"Saya yang salah kalau mengenai malam tadi, karena saya tidak cerita mengenai Arjuna." buk Silvi menimpali lagi dengan pandangan lurus kedepan, seperti paham dengan kegugupan yang dialami Khaula.


Khaula masih diam, tegak terpaku.tepat di samping kiri buk Silvi.


"Saya ingin kamu menjadi pengawal Arjuna"kata buk Silvi sembari memandang wajah Lula yang terperangah tak percaya dengn kata katanya.


"Kamu tidak keberatan kan?"tanya buk Silvi lagi dengan suara sedikit menekan.


Khaula masih terdiam.Tak berani untuk menolak karena sudah menandatangani kontrak, karena jelas didalam kontrak Khaula tak boleh menolak perintah yang diberikan buk Silvi.Tapi ia jugak tak bisa menerima tugas dari buk Silvi dikarenakan Khaula seorang wanita dan Arjuna seorang laki laki. Tak mungkin baginya kalau harus mengikuti kemanapun Arjuna pergi.Karena seorang perempuan tak boleh bepergian dengan seorang laki laki yang bukan muhrimnya.


"Tapi buk..sejak awal penandatanganan kontrak saya adalah pengawal pribadi ibuk, dan saya harap ibuk bisa mengerti kalau saya tidak mungkin bepergian berdua dengan seorang laki laki yang bukan muhrim"jelas Khaula panjang lebar pada buk Silvi, berharap buk Silvi bisa mengerti.


Tak ada alasan lagi untuk Khaula menolak permintaan buk Silvi.Khaula hanya menggangguk, tanda ia setuju.Buk Silvi yang melihat anggukan kepala Khaula merasa senang, lalu melanjutkan sarapannya.Sementara Khaula masih ribut bertengkar dengan pikirannya sendiri dengan merutuki nasib.


***************


Hampir 2 minggu Khaula bekerja dengan buk Silvi, sejak kejadian malam itu dimana ia memukul Arjuna tak pernah ia melihat Arjuna berkeliaran di rumah ini. Menurut buk Silvi Arjuna memang jarang pulang kerumah ini dikarenakan Arjuna memiliki apartemen sendiri.Ia lebih memilih tinggal di apartemen miliknya.karena pasti lebih nyaman.


Sama seprti hari hari lain khaula hanya mengekori kemanapun buk Silvi pergi kalau diminta.Kalau buk Silvi tak memintanya Khaula hanya duduk duduk beristirahat dikamarnya atau ditaman bunga.

__ADS_1


Tak terasa 3 Bulan sudah Khaula bekerja.Gajinya cukup besar.Dia bisa menabung pendapatannya.Karena seluruh keperluannya sudah ditanggung disini.Semua terasa begitu sangat nyaman.Karena buk Silvi begitu baik padanya.Hingga suatu saat buk Silvi menerima telp dari Arya.sahabat baik Arjuna.


Jelas sekali wajah kalut gelisah pada buk Silvi.Khaula mengemudikan mobil buk Silvi dengan kecepatan maksimal.Meliuk menerobos macetnya jalanan ibu kota sore itu.Tak henti hentinya buk Silvi meminta Khaula untuk menambah kelajuan.Untungnya Khaula memang mahir mengendrai benda petak tak beraturan ini.Dan akhirnya dengan perjuangan yang hampir memakan waktu 25 menit Khaula dan buk Silvi tiba dirumah sakit tempat Arjuna di rawat.


****************


Arjuna di serang orang yang tidak dikenal siang tadi.Entah apa sebabnya tak ada yg tau.Karena Arjuna menelpon Arya sesaat sebelum ia benar benar pingsan di jalan sepi dekat apartemennya.Untung Arya tiba tepat waktu dan nyawanya bisa tertolong.


Aku bisa merasakan kesedihan dan kekalutan buk Silvi.Ia benar benar khawatir pada Arjuna anak semata wayangnya.Air matanya jatuh tumpah ruah melihat Arjuna yang sudah terkapar setelah proses pananganan.Arjuna belum sadarkan diri saat buk Silvi terus menangis sambil menggosok gosok punggung tangan Arjuna yang sedang ditusuk jarum infus.


"Bangun Juna...mami disini..."buk Silvi terus menyeka air matanya.Sementara aku hanya diam tak berbuat apapun.Sebenarnya aku terharu, terbawa arus kesedihan buk Silvi, air mataku disudut matapun tumpah.Tapi tak ada satupun yang menyadarinya karena aku memakai kaca mata hitam dan bercadar.Aku rasa semua orang yang menyaksikan adegan ini pasti merasakan hal yang sama denganku.


Melihat betapa besar kasih sayang seorang ibu pada anaknya yang meski tidak kecil lagi. Aku cemburu pada Arjuna, dia begitu bodoh karena menyia nyiakan kasih sayang ibunya.Ibu yang sangat tulus menyayanginya.Sementara tidakkah ia sadar kalau diluar sana berapa banyak anak yang merindukan kasih sayang seorang ibu.Termasuk aku,ia aku.Seorang anak yang rindu akan belaian kasih sayang ibunya.Maka beruntunglah Arjuna.


Setelah cukup lama buk Silvi menangis disampingnya akhirnya Arjuna menggerak gerakkan jemari tangan kanannya yang sedang ditusuk jarum kecil yang menempel selang.Buk Silvi yang menyadari pergerakan anaknya senang luar biasa.Ia menyeka air matanya.


"Juna....ini mami nak...mami disini"kata buk Silvi sembari mengusap usap pipi arjuna


"mami....."panggil Juna dengan suara pelan hingga hampir tak terdengar.


"Iya sayang kamu jangan banyak bergerak, istirahat dulu"kata buk Silvi sambil menciup pipi Arjuna.


Aku hanya bisa memalingkan wajah saat itu.Tak sanggup kulihat sandiwara indah didepan mataku antara ibu dan anak.

__ADS_1


Aku rindu ibu.....


terima kasih kakak...happy reading...mohon maap jika terdapat banyak kesalahan kata atau eyd.mohon krisannya.😘


__ADS_2