Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Mainan Untuk Khaula


__ADS_3

Seisi rumah menjadi heran akan tingkah Khaula setelah sadar.Arjuna teringat dengan seorang teman akrabnya di ibu kota.dr.Gunawan,SP.SB Teman satu kost saat Arjuna kuliah di kuar negeri dulu,dan dr.Gun begitu mereka menyapanya masih sering berkomunikasi dengan Arjuna, terlebih Arjuna salah seorang donatur pada klinik dr.Gun untuk anak- anak yang bermasalah dengan mental.


Dengan sigap Arjuna mengambil ponselnya,mencari nomor telpon dr.Gun dan kemudian menyambungkannya.Sementara pak Ahmad dan buk Ratih tengah sibuk melayani Khaula yang sedang merengek.


tut....tut...terdengar suara sambungan telfon Arjuna.


"Hallo...."terdengar suara seseorang di ujung telpon.


"Hallo Gun...ini gue...Juna"Arjuna berkata dengan suara agak cemas.


"Yes bro....ada apa?tumben lo nelpon bro"jawab dr.Gun


"Gun gue mau nanya sesuatu.....tadi istri gue tiba tiba pingsan...setelah itu dia kehilangan nafasnya....tapi setelah beberapa menit dengan bantuan nafas dia sadar....tapi gue ngerasa aneh bro....setelah sadar dia malah bertingkah seperti anak kecil yang usianya sekitar 5 atau 6 tahun...."Arjuna menghentikan kata katanya.Arjuna melihat Khaula yang kini sedang menangis keras.


"Gun....tolongin gue...."terdengar suara mengiba dari mulut Arjuna.


"Hey...sabar bro....denger gue baik baik...istri lo bakal baik baik saja...denger penjelasan gue bro....."dr Gun menguatkan Arjuna.


"Juna....sebelum ini apa istri lo pernah mengalami depresi,kecelakaan berupa cedera kepala..atau tekanan secara psikologis?"dr.Gun bertanya dengan nada selidik.

__ADS_1


"Hem.....iya.....setahun lalu dia pernah kecelakaan dan pernah koma beberapa bulan....dan beberapa waktu lalu dia juga tertekan secara mental karena kelakuan gue Gun"Arjuna menjawab dengan nada lemah.


"Okay....apa yang terjadi em...maksud gue situasi apa yang dialami istri lo sebelum dia pingsan"tanya dr.Gun lagi


"ceritanya......."Arjuna menceritakan kronologis kejadian sevelum Khaula pingsan tadi.


"Ow...ketemu....ini akibat dari emosi istri lo yang gak bs dikontrol terus membuat dia kehilangan oksigen di dalam paru parunya sehingga dia kehilangan nafas bro...itu karena tekanan psikis dari istri lo yang luar biasa yang gak bisa ditahan di dirinya,kemudian memang dia sudah punya penyempitan penyempitan saat kejadian kecelakaan tempo dulu bro.Pada saat lo masukin oksigen di paru2 yang mengembang akhirny aliran darah keotak terganggu....itu yang membuat ingatannya kemudian terganggu...lo tenang aj bro biasanya amnesia jenis ini akan segera pulih dengan perlahan"jelas dr.Gun panjang lebar membuat Arjuna sedikit tenang.


"Tapi apa yang harus gue lakukan"tanya Arjuna lagi.


"gini aja bro...lu sebutin lo lg dimana....gue akan segera otw kesana...kebetulan gue hr ini dan besok libur"jawab dr.Gun pada Arjuna yang membuat Arjuna lega.


Arjuna berjalan menuju pak Ahmad dan buk Ratih.Air mata disudut bola matanya tiba tiba menetes mengaliri pipinya yang ditumbuhi rambut rambut halus.Arjuna menyeka air matanya cepat.


"Pak...Buk...malam ini teman Juna akan datang...dia seorang dokter spesial bedah syaraf, kita akan tau apa yang terjadi pada Lula."Arjuna berkata dengan nada pelan sambil menahan gejolah di hatinya melihat istrinya merengek seperti anak kecil.


"Lula....apapun yang Lula inginkan akan mas Juna beliin ya,sekarang Lula tenang dulu,mas Juna pergi beli boneka ya"Arjuna berkata dengan lemah lembut pada Khaula sambil membelai kepala Khaula.


"Pak..Buk...Juna ke kota dulu nyari mainan masak masakan sama boneka buat Lula biar Lula bisa diem"Arjuna pamit kemudian berlalu.

__ADS_1


Khaula yang mendengar kata kata Arjuna seketika diam dan masuk kekamarnya.


"Lula mau nunggu dikamar ya pak lek...bulek...sampai pak lek tadi datang"


Pak Ahmad dan bu Ratih hanya terpaksa tersenyum melihat Khaula.Tak mengerti apa yang terjadi pada Khaula.Mereka berharap Khaula bisa sembuh seperti semula.Paling tidak sekarang mereka tau bagaimana perasaan Arjuna pada Khaula.


Hampir 1 jam Arjuna keluar.Azan Magrib sudah berkumandang.Pak Ahmad pamit pada istrinya untuk sholat berjamaah di mesjid.Sementara Khaula masih berbaring di kamarnya.Setelah itu buk Ratih menunaikan sholat magrib tanpa membangunkan Khaula.


Terdengar suara pintu berdecit saat buk Ratih selesai melempar salam di rakaat terakhir sholat magribnya.Arjuna muncul dari balik pintu.Buk Ratih sengaja sholat di depan ruang tengah didepan kamar Khaula.Dia berjaga jaga kalau Khaula akan menangis seperti tadi lagi.


Arjuna datang dengan membawa beberapa kantong yang berisi mainan masak masakan dan boneka berbagai bentuk.Arjuna lupa menanyakan mainan apa yang Khaula mau.Telinga Khaula begitu tajam sampai ia langsung mendengar suara langkah Arjuna yang baru saja muncul dari balik pintu.


"Wah....ini mainan buat Lula semua ya pak lek"Khaula mendekat pada Arjuna yang membawa beberapa kantong mainan.


"Iya Lula..ini buat Lula semua"Arjuna menjawab dengan menyerahkan semua kantong yang dibawanya.Termasuk ada beberapa jajanan anak anak yang dibeli Arjuna.


Khaula tiba tiba langsung memeluk erat tubuh kekar Arjuna yang sontak membuat Arjuna melotot.Belum hilang rasa kaget Arjuna,Khaula tiba tiba mencium pipi Arjuna yang tumbuh rambut rambut halus.Arjuna sampai hampir mau berhenti berdetak jantung Arjuna.


Seandainya kau lakukan ini disaat kau sedang menjadi Khaula dewasa...Khaula istriku....pasti aku akan sangat senang Lula....gumam Arjuna dalam hatinya.Tapi paling tidak kejadian ini bisa mengobati sedikit rasa frustasi di dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2