
Setelah selesai adegan mengharu biru selepas sholat subuh Arjuna dan Khaula turin kebawah.Menuruni anak tangga.Arjuna dengan telaten memimpin tangan Khaula seperti layaknya seorang ayah yang benar benar menjaga anaknya takut jatuh.Sementara Khaula sangat menikmati perannya.Dengan menurut saja perintah Arjuna seperti seorang anak perempuan yang sholehah.
Sudah ada buk Ratih dan pak Ahmad di dapur beserta bik Asih.Sepertinya mereka sedang sibuk untuk menyiapkan sarapan pagi ini.
"Assalamualaikum...."Arjuna menyapa
"Wa alaikum salam"jawab mereka serentak sambil menoleh ke arah Arjuna dan Khaula yang baru akan memasuki ruang dapur.
"Lula.....sudah bangun?"buk Ratih berjalan menghampiri Khaula
"Iya bulek...."jawab Khaula cengar cengir
"Tumben?"kata buk Ratih sambil mengelus kepala Khaula lembut setelah Arjuna mendudukkan Khaula dikursi makan.
"Iya buk...Lula bangun tadi mau sholat subuh katanya.
Buk Ratih tersenyum.Pak Ahmad juga tersenyum.
"Anak Sholehah"tambah pak Ahmad.
"Lula rindu ayah"tiba tiba Khaula bersuara sambil memasang muka melas.
Arjuna tiba tiba langsung menarik Khaula ke dalam dekapannya.Arjuna membenamkan kepala Khaula dalam dada bidangnya.Tak berkata kata tapi terus memeluknya dengan erat.Seolah mengerti dengan perasaan Khaula.
Adegan ini disaksikan pak Ahmad buk Ratih dan bik Asih yang terheran heran.Seolah Arjuna dan Khaula ingin mengungkapkan sesuatu dari adegan ini.Kali ini Khaula terbawa suasana karna hangatnya pelukan Arjuna.Kehangatan yang menjalar keseluruh tubuhnya.Kehangatan yang belum pernah ia rasakan.Darahnya berdesir hingga naik keubun ubun yang diikuti dengan kencangnya degupan suara jantungnya bertalu.
__ADS_1
Khaula mulai sesak dengan perasaannya sendiri.Ia menjauhkan dirinya dari Arjuna dengan mendorongnya sedikit kasar sampai Arjuna yang saat itu sedang terhanyut merasakan kaget.
"Tapi pak lek bukan ayah...."Khaula bersuara dengan wajah cemberut agar mereka yang menyaksikan adegan ini tidak melihat wajahnya yang mulai memerah.
"Lula....aku akan menggantikan tugas ayahmu sebagai seorang ayah....aku akan menjagamu,aku akan memberikan apapun sama seperti yang ayahmu lakukan,apapun itu akan aku lakukan untukmu"Arjuna berkata sambil menggenggam erat jemari Khaula yang sekarang mulai dingin karena perasaannya.Tapi sayangnya Arjuna belum menyadarinya.
Khaula menarik jemarinya menjauh karena takut Arjuna segera menyadarinya.Kemudian meneguk salivanya.Khaula memasang wajah cemberut.
"Lula mau makannya disuapin kaya ayah suapin Lula....Lula mau jalan jalan kaya ayah bawak Lula jalan jalan dan beliin Lula mainan yang banyak...."Khaula berkata dengan suara cemprengnya.Khaula memang lebih dekat dengan sang ayah dari pada ibunya.
"Ok...nanti kita jalan jalan ya,sekarang kita sarapan dulu"kata Arjuna sambil menuangkan segelas teh hangat untuk Khaula.
Pak Ahmad buk Ratih dan bik Asih hanya tersenyum tipis melihat adegan ini.Tetlihat dan terdengar sangat manis.Terlebih Arjuna terlihat sangat kebapakan membuat bik Asih jadi angkat bicara.
"Sabar ya den Juna....anggap aja sekarang lagi latihan ngemong....siapa tau besok lusa ada rejeki...kalau neng Lula sudah sembuh bisa punya anak"bik Asih berkata sambil menaruk sepiring nasi goreng buatannya yang sangat nikmat.
"iya den...bibik selalu mendoakan den Juna dan neng Lula..."jawab bik asih kemudian menyiapkan jus oren,dan cemilan kecil.
"pak...buk...tadi malam........"Arjuna menceritakan kejadian tadi malam yang dialami Khaula pada pak Ahmad dan buk Ratih hingga kejadian tadi pagi.Sambil menyuapi Khaula dengan nasi goreng buatan bik Asih.Sementara Khaula hanya menikmati suapan suami tercintanya sambil mendengarkan cerita yang suaminya ceritakan pada pak lek dan buleknya dengan ekspresi wajah polos tanpa dosa seperti bocah sambil bermain main.Khaula benar benar aktris yang handal,tapi ia lupa sehebat hebatnya ia berakting pak Ahmad seperti menangkap sesuatu dari dirinya meski seolah tak menghiraukannya.
Sejak pagi itu Khaula benar benar memanfaatkan Arjuna kemanapun dimanapun.Arjuna harus pergi setelah menyuapi Khaula sarapan pagi,pulang sebelum Khaula makan malam.Arjuna juga harus tetap membawa Khaula untuk okupasi terapi seminggu tiga kali kerumah sakit.Setelah pulang dari okupasi terapi Arjuna akan membawa Khaula untuk pergi berjalan jalan ke mall atau sekedar kepasar atau kemanapun yang diinginkan Khaula.
Arjuna benar benar dengan ucapannya.Ia melakukan apapun yang menjadi keinginan Khaula.Pak Ahmad dan buk Ratih hanya bisa melihat segala kejadian didepan matanya,menjadi saksi bisu atas kejadian ini.Menyaksikan bagaimana seorang Arjuna bersungguh sungguh dengan ucapannya.Menunaikan janjinya pada Khaula.
Karena semua miliknya sudah habis terjual untuk menunaikan nazarnya saat itu Arjuna jadi bekerja di perusahaan papinya sebagai pegawai biasa.Sungguh perjuangan luar biasa bagi Arjuna selama 3 bulan terakhir ini.Tapi tak pernah sedikitpun terdengar suara mengeluh dari dirinya.Siang itu setelah terapi Khaula meminta Arjuna untuk ikut kekantornya.Karena pak Ahmad dan buk Ratih tidak ikut ke terapi Khaula siang itu Arjuna menyetujui permintaan Khaula.
__ADS_1
Sepanjang lorong jalan dan lift banyak yang memperhatikan Arjuna dan Khaula yanh saat itu membawa boneka monyet yang berukuran sangat besar.Ada apa gerangan yang terjadi dengan mereka atau apalah yang dipikirkan mereka yang melihat.Tapi Arjuna tak memperdulikannya.Arjuna terus memimpin tangan Khaula sampai keruangannya.
Arjuna baru saja tadi pagi diangkat menjadi seorang asisten manajer pemasaran di perusaan papinya ini setelah lebih kurang 3 bulan ia menjadi pegawai biasa karen akerja kerasnya.Arjuna baru saja tadi pagi memindahkan barang barangnya keruangan ini,ruangan yang hanya ada dirinya dan manajer pemasaran yang tak lain sahabatnya sendiri Bagas.
Saat Arjuna sampai diruangan Bagas sudah kembali kekantor setelah jam istirahat siang.
"Gas...maap...gue harus bawa Lula kesini....karena kalau gue antar Lula dulu takutnya tak keburu untuk tugas persentasi lu yang harus gue siapin sore ini"Arjuna berkata saat masuk keruangan melihat Bagas sudah duduk di kursinya.
Bagas tersenyum"Ia bro santai aja....tak masalah..."Bagas meneruskan pekerjaannya.
"Lula....kamu duduk disini dulu ya...aku mau kerja...jadi anak baik ya sholehah"Arjuna menyiapkan kursi untuk Khaula didepan mejanya.
"Lula mau duduk disitu...Lula takut"jawab Khaula sambil menunjuk disamping kursi Arjuna.
"Ok...tak masalah..."Arjuna berkata sambil mengambil nafas panjang.
Bagas melihat kearah Arjuna dan Khaula.Melihat kesabaran Arjuna saat menghadapi istri yang kelakuannya seperti anak kecil.Bagaslah yang meminta papinya Arjuna untukmenjadikan Arjuna asisten manajer setelah asistennya cuti melahirkan,karena Bagas melihat kesungguhan Arjuna selama menjadi karyawan biasa di bagian pemasaran.
Sementara Khaula sangat puas melihat Arjuna yang menuruti segala segala keinginnanya.Melihat Arjuna tengah serius bekerja di depan layar komputer Khaula tiba tiba memandangi poto pernikahan Arjuna dan dirinya.Timbul rasa jahil didalam dirinya.
"Pak lek....itu poto siapa?Kata Khaula sambil menarik ujung kemeja Arjuna.
Arjuna mengehentikan jemarinya yang sedang sibuk menekan benda pipih didepannya.
"Ow...itu poto aku sama istriku"jawab Arjuna kemudian melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kaya mirip Lula ya pak lek"Khaula berkata sambil memainkan boneka monyetnya.
Arjuna tak menjawabnya terus melanjutkan pekerjaannya.