
*Ada dua jenis manusia...pertama mereka yang mencari tapi tidak bisamenemukan....dan kedua mereka yang menemukan tapi masih menginginkan lebih....
Ali bin Abi Thalib
Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit....
Ali bin Abi Thalib*
Setelah Rania berkata pada semua suasana hening seketika.Arjuna tak sedetikpun melihat pada Rania.Ia terus berada disisi istrinya.Sementara Khaula masih terdiam,menekan dada kirinya dengan telapak tangannya untuk sekedar menekan nyeri di jantungnya hatinya.Pandangannya masih menunduk lemah.Meski sebenarnya ia hampir saja merasa lemah dan menyerah dengan keadaan.
"Bagaimana Juna...kamu dengar bukan...Rania tulus"buk Silvi berkata sambil menatap kedua sejoli yang sedang berada dalam keadaan terpuruk karena tekanan darinya.
"Maapkan Juna mami....apapun dan bagaimanapun keadaan Lula...Juna tak akan pernah menduakan Lula....meski Lula harus hidup dengan kemandulan seumur hidupnya...atau bahkan jika Lula harus mati sekalipun Juna tak akan pernah menikahi Rania....."suara Arjun bergetar sambil memeluk erat sang istri yang menbuat sang istri mendongakkan kepalanya,melihat Arjuna dengan perasaan haru biru,matanya mulai memanas menggenangkan bulir bening yang jatuh bersamaan melewati pipi mulusnya.
Diujung sana terlihat buk Silvi dengan wajah tak percaya dengan jawaban Arjunanya.Rania tak kalah malu mendengar jawaban Arjuna ia tertunduk menarik nafas panjang,padahal ia mengira selama ini Arjuna yang dikenalnya sangat baik padanya akan tertarik pada kecantikannya.Tapi Rania salah,hari ini ia melihat wajah indah mendekati sempurna milih Khaula tanpa cadar meski sedikit pucat tetap terlihat indah untuk dipandang.
"Mami Juna minta maap...Juna kira perbincangan ini sudah selesai dan jangan pernah mami memulainya lagi,karena jawaban Juna akan sama mami...sekali lagi Juna minta maap"
"Juna..Lula....maapin Rania..."Rania tersenyum sakit,meski sakit ia tetap tersenyum untuk menutupi rasa malunya.
Khaula bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju Rania.
"Rania....kamu gadis yang baik...Allah akan segera mengirimkan laki laki yang baik untukmu"Khaula menarik Rania kedalam pelukannya.Entah apa yang dirasakan Rania,ia malah terisak saat berpelukan.
"Terima kasih Lula...Rania minta maap karena sudah membuat Lula sakit"Rania berkata sangat jujur.Raut wajahnya menampakkan penyesalan yang bersungguh sungguh.
Buk Silvi masih mematung,berdiri salah tingkah.Khaula menyadari sikap tak enak buk Silvi.Khaula menghampirinya dan langsung memeluknya erat.
"Mami...Lula minta maap...Kalau mami merasa kecewa sama Lula...Lula minta maap karena Lula tak bisa menjadi menantu yang baik...Lula minta maap karena kekurangan Lula...."Khaula berbisik dengan suara lirih pada wanita paruh baya yang dipeluknya erat,membuat wanita yang berada dipelukannya serta merta membalas pelukannya dengan erat.Tangis keduanya pecah dan saling berpelukan melepas kecanggungan melepas sesak di dada masing masing.
__ADS_1
"Mami minta maap Lula..."Suara buk Silvi bergetar dan kemudian ia memeluk Khaula lagi...
---------------
Seminggu telah berlalu,Khaula tetap masih belum memperlihatkan dirinya baik baik saja.Suhu tubuhnya tidak panas,tapi terkadang ia menggigil sudah beberapa kali Arjuna memanggil dokter pribadinya tapi belum juga ada hasilnya.Terakhir Arjuna meminta dokter pribadinya untuk membuat medical chek up untuk Khaula,agar ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
"Sayang...hari ini kita akan pergi ke klinik dr.Friska, untuk mengetahui hasil lab urin dan darahmu"Arjuna mengelus pipi merona Khaula lembut.
"Em..."Khaula membuka kelopak matanya pelan.Melihat sang Arjunanya sudah siap untuk berangkat.
"Apa harus sekarang?"Khaula bertanya dengan suara serak khas suara orang bangun tidur
"He em..."Arjuna menjawab dengan dehemannya,sambil tersenyum melihat wajah istrinya yang semakin lama diperhatikan semakin menggemaskan.Arjuna menundukkan wajahnya hingga tak berjarah pada wajah yang kini memerah karena malu,beberapa saat kedunya menikmati pemandangan indah dikedua bola matanya.Aroma nafas keduanya saling bertabrakan yang mengalir sampai pada sukma dijiwanya.
"Bersiaplah....supaya secepatnya kita mengetahui kira kira penyakit apa yang mampir dalam tubuh kuat seorang Khaula Nusaiba sang wanita tangguh"Arjuna berkata sambil mengacak acak ubun ubun Khaula yang membuat sang wanitanya tersenyum kecut tapi tetap saja sangat menggemaskan dimata Arjuna.
"Apa yang kau fikirkan sayang?"Arjuna menggenggam jemari kanan Khaula sambil terus masih menatap jalanan sore itu.
"Entahlah...seandainya..."
"Apapun itu....aku percaya Allah maha besar....apa yang Ia berikan yang terbaik"Arjuna memotong kata kata Khaula seketika sebelum Khaula menyelesaikan kata katanya.
Khaula menatap Arjuna dalam dalam dan tersenyum.Dihatinya tak henti mengucap syukur karena Tuhan telah memberikannya suami yang luar biasa.
"Terima kasih karena telah berada disampingku dalam keadaan apapun"Khaula berkata dengan suara lirih.Ia mengecup punggung tangan Arjuna yang sedari tadi tak lepas menggenggamnya.
"Kata eyang ** Habibi...cinta sejati itu memandang kelemahan,lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai"
Arjuna berkata mantap sambil mengacak ubun ubun istrinya yang ditutupi hijab.
__ADS_1
Setelah mobil yang di kendarai meliuk melekuk menembus keramaian jalan di sore yang hangat itu akhirnya mereka sampai di sebuah klinik yang tak terlalu besar milik dr.Friska dokter keluarga Adhitama.Kemudian setelah mobil terparkir rapi mereka segera menuju ruangan dr.Friska.
"Silahkan...."dr.Friska mempersilahkan keduanya masuk saat melihat keduanya sampai diujung pintu sambil merekahkan senyuman.
"Bagaimana hasilnya dokter"Arjuna bertanya secepat kilat sebelum nafasnya normal berdetak setelah menaiki tangga dari lantai satu.
dr.Friska tersenyum"Sabar Juna..."dr.Friska masih melempar senyuman.
"Maap dok...saya terlalu bersemangat"Arjuna mengelus dadanya,kemudian menatap sang istri.
"Kami sudah menerima hasil tes darah dan urin dari laboratorium"dr Friska memulai pembicaraan setelah ia melihat Arjuna sedikit tenang.Sementara Khaula meski gugup tapi ia berusaha tenang.
"Semua hasil lab ini tak menunjukkan ada penyakit serius di dalam tubuh Lula...hanya butuh istirahat yang banyak...makan makanan berkhasiat yang cukup dan jangan melakukan aktifitas fisik yang berat karna memang Khaula mengalami anemia akut asam lambung yang tinggi...mungkin karena stres yang berlebih...tapi so far bisa segera sehat dan pulih...nanti akan saya kasi vitamin jugak"
jelas dr.Friska pada keduanya, yang membuat keduanya merasa lega.
"Dok...apa karena asam lambung yang tinggi membuat saya terkadang mual dipagi hari"Khaula bertanya dengan nada serius pada dr.Friska.
dr.Friska tersenyum sangat manis pada Arjuna dan Khaula.Kemudian ia menyodorkan sebuah amplop coklat kepada kami.
"Bukalah....ini hasil tes urin kemaren saya mau ke kamar kecil sebentar"dokter Friska kemudian meninggalkan kedua pasangan tersebut diruangan yang serba putih itu.Kedua saling berpandangan.
Ada rasa cemas dihati keduanya.Apa yang ada didalam amplop coklat yang diberikan dr.Friska tadi.
-----------
Happy reading kakak....trm ksh masukannya...smg suka ya kak ceritanya...smg bisa setiap hari update...
mohon kritik dan sarannya...
__ADS_1