Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Rasa Yang Sama


__ADS_3

Sejak kejadian pagi tadi saat Arjuna mendaratkan bibirnya di pipi mulus Khaula sampai saat ini jam sudah menunjukkan pukul 8.00 wib Arjuna belum juga kelihatan batang hidungnya turun dari kamarnya dilantai dua.Sementara Khaula sudah selesai membantu bik Asih untuk memasak dan menyiapkan sarapan pagi.Khaula sesekali memanjangkan lehernya untuk sekedar menoleh kebelakang siapa tau yang ditunggunya sudah turun untuk menyantap sarapan bersama.


Khaula meminta bik Asih untuk memanggil tuannya di kamar.Karena Khaula takut sarapan yang sudah susah payah disediakan akan menjadi mubazir.Karena Arjuna tidak suka memakan makanan yang sudah dingin.Tak lama kemudian si bibik muncul lagi kehadalan Khaula.


"Gimana bik...mau turun?"tanya Khaula was was kalau kalau Arjuna malah betah berlama lama diatas.


"Katanya sebentar lagi turun neng"kata bik Asih, kemudian berlalu menuju kamarnya yang berada dekat dengan ruang dapur.


Tak lama kemudian terlihatlah sosok yang dari tadi ditunggunya dengan langkah gontai dari atas tangga.Pesona wajahnya dipagi ini luar biasa.Membuat Khaula tak berkedip melihatnya.


"apa yang kau masak pagi ini"kata Arjuna sambil menduduki kursi yang sudah disiapkan oleh Khaula.


"Apa yang ingin kau makan?aku akan membuatkannya lagi"kata Khaula buru buru melangkahkan kakinya bergeser beberapa langkah ingin menjauh dari Arjuna, tapi sebelum Khaula bisa menggeser tubuhnya Arjuna sudah menarik pergelangan tangan Khaula sampai ia tersentak dan terduduk tepat diatas pangkuan Arjuna.


Betapa malunya Khaula, lagi lagi ia merasakan perasaan sama seperti sebelumnya jika berdekatan dengan lelaki yang telah hampir menguasai hatinya beberapa hari ini.Khaula menggenggam tepi gamisnya sangat erat saat Arjuna memulai aksinya mendekatkan wajahnya dengan wajah Khaula.Seperti biasa Khaula memalingkan wajahnya.Membuang kegugupan yang mulai menyerangnya.


Arjuna memulai aksinya.Ia memainkan jari jemarinya di pipi mulus milik Khaula yang kini berwarna merah muda.Wajah Khaula sudah merah padam saat ini.Jantungnya pun berdetak tak sesuai irama.Seperti gendrang yang akan berperang.Bertalu meronta seperti akan keluar dari sarangnya.Apa yang akan Khaula lakukan.Ia hanya bisa memejamkan kedua bola matanya setelah ia melemparkan pandangan kearah lain tak bereaksi.Khaula masih tak bisa mengontrol dirinya.


Sementara Arjuna terlihat sangat menikmati perbuatannya.*A*pa kau benar benar seperti anak anak yang masih sangat polos.gumam Arjuna didalam hati karena melihat tingkah sang istri yang wajahnya merah padam dan detak jantungnya nyaris terdengar di telinga Arjuna.


Arjuna berkali kali menahan rasa ingin tertawanya ketika melihat ada manik kristal di punggung tangan khaula yang masih dalam kondisi tergenggam.Bola mata Khaula juga masih terpejam.Padahal sudah cukup lama Khaula terduduk cantik di pangkuan Arjuna.


"Apa kau sangat menikmati duduk seperti ini wahai istriku"tanya Arjuna menggona Khaula yang terlihat kaku seperti patung yang ada di etalase.

__ADS_1


Khaula membuka matanya.Memicingkan kearah Arjuna yang sedang asik memandanginya.Kemudian bergegas bangun berjalan cepat menjauh dari sang suami yang memang terlihat sangat menikmati keadaan.


"Hei....kau mau kemana....kau harus melayaniku makan terlebih dahulu"Arjuna berkata setengah berteriak kepada Khaula yang berjalan cepat meninggalkannya di meja makan yang belum memulai sarapannya.Arjuna mengetuk ngetuk pelan garpu dan sendoknya pada piring yang sudah tersedia di hadapannya.


Karena kesal mendengarkan bunyi suara gaduh dari sendok garpu dan piring yang dipukul pukulkan Arjuna akhirnya Khaula datang menghampiri sang suami yang sengaja membuatnya sangat kesal.


Khaula berdiri disamping Arjuna yang masih terus memainkan alat makannya.


Arjuna menoleh ke arah Khaula.


"Apa kau tak ingin melayaniku istriku?"tanya Arjuna dengan menatap istrinya intens.


Khaula memasang wajah manyun, merasa kesal dengan sikap suaminya yang seperti anak kecil.Padahal sang suami sengaja membuatnya sangat kesal.Arjuna menganggapnya sebagai obat stres.Meski Khaula sangat kesal ia tetap mengambilkan sang suami nasi goreng buatannya tadi bersama bik Asih didapur dengan telur mata sapi dan lalap.Kemudian meletakkannya di hadapan sang suami yang sudah memegang sendok dan garpu.


"Duduklah..dan sarapan bersamaku.Aku tak nyaman melihatmu berdiri disampingku.Sama seperti kau berdiri disamping mami saat masih menjadi pengawal pribadi mami"katanya panjang lebar.


Tanpa basa basi Khaula langsung beranjak,berpindah ke kekursi yang ada disamping kiri depan Arjuna.


Khaula hanya diam,mengamati sang suami yang makan sangat lahap pagi ini.


"Makanlah bersamaku pagi ini, karena nanti siang aku ada kerja.Aku tak akan pulang menemanimu makan siang"kata Arjuna sambil terus mengunyah makanannya didalam mulut.


Khaula mengambil sarapannya.Mengisi kedalam piringnya dan mulai menyantapnya....

__ADS_1


bagus kalau kau tak pulang,bahkan aku mengharapkan itu,gumam Khaula didalam hati sambil tersenyum kecil sendiri.


"Kau pasti sangat senang karena aku tak pulang siang ini"Arjuna berkata membuat Khaula menahan salivanya.Merasa Arjuna seperti dukun yang tau isi hatinya.Khaula tak menjawab hanya diam, dan terus mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.


sepanjang sarapan Khaula tak mengeluarkan suaranya meski Arjuna terkadang berkata sesuatu padanya.Setelah Khaula selesai ia menata meja makan agar segera rapi kembali dan Arjuna masih berada di meja makan sambil membaca koran dan kadang menyeruput kopi susu yang disediakan sang istri.


Setelah selesai beberes meja Khaula melanjutkan mencuci peralatan makan yang tadi dirinya dan arjuna gunakan.Setelah hampir selesai tiba tiba ia dikagetkan dengan seseorang yang melingkari tangannya pada pinggang rampingnya.Khaula hampir saja terlompat karena perasaan terkejutnya.


"Apa masih lama?"tanya Arjuna sambil terus melingkari kedua tangan kekarnya diperut ramping sang istri dengan lembut sambil menopangkan dagunya pada bahu belakang Khaula.


"Ini sudah selesai"jawab Khaula sambil menahan beban perasaan kaget dan deg degan...meski Khaula sekarang sudah mulai belajar terbiasa dengan gerakan gerakan romantis sang suami.


"Baiklah...aku akan menunggumu di depan"kata Arjuna setelah itu mencium bahu belakang Khaula yang membuat Khaula menahan nafasnya.


Tak lama kemudian Khaula berjalan menuju ruang depan apartemennya,dan benar saja Arjuna sudah menunggunya lengkap dengan tas kerjanya yang berwarna hitam.Arjuna tersenyum sangat manis menyambut sang istri.Sedangkan Khaula merasa salah tingkah karena tatapan sang suami yang sangat intens.


"Baiklah aku berangkat"kata Arjuna setelah Khaula sampai dihadapannya.


"Bolehkah aku meminta tangan kananmu?"tanya Khaula agak ragu


"Ha?"Arjuna mengangkat tangan kanannya kehadapan.


Dengan cepat Khaula mengambil tangan kanan suaminya kemudian mencium punggung tangannya dengan gerakan refleks Arjuna mencium kening Khaula dengan lembut.Adegan luar biasa yang membuat keduanya merasakan getaran aneh didalam dadanya.Membuat darah keduanya berdesir seperti ada sesuatu yang sedang menjalar dialiran darahnya yang melewati setiap denyutan nadinya kemudian Arjuna berlalu menghilang dibalik pintu yang dicat berwarna putih tulang....

__ADS_1


terima kasih buat pecinta Khaula dan Arjuna.happy reading mohon maap karena masih banyak terdapat kesalahan dan typo.terima kasih.smg kita semua dalam keadaan sehat wal afiat.mohon kritik dan sarannya ya kakak....🤗😘


__ADS_2