Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Kesiangan


__ADS_3

Hari indah telah dilalui keduanya, menikmati indahnya cinta karena Allah, menikmati indahnya penantian panjang muhasabah cinta.Arjuna masih memandang wajah indah Khaula yang kini berada dalam dekapannya.Hatinya merasa puas karena mengetahui cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.Ia kini sangat yakin kalau Khaula sudah miliknya seutuhnya.


Arjuna mengecup lembut punggung Khaula yang putih mulus yang kini berada di dekapannya.Khaula mengeliat,menarik sebagian tubuhnya menjauh dari Arjuna.Tapi Arjuna berhasil membawanya kembali kedalam dekapan hangatnya.


Senyum hangat Khaula terpancar dari bibirnya yang indah,seindah pagi ini. Meski jam sudah menunjukkan pukul 11 pagi tapi kedua sejoli yang masih dipenuhi dengan berjuta bunga dihatinya masih belum mau beranjak dari kasur empuk yang menjadi saksi indahnya bahtera cinta.


Tok tok tok....


Terdengar suara pintu diketuk seseorang dibalik pintu....


Khaula menggeliatkan tubuh mungilnya,Arjuna pun tersadar karena gerakan kecil tubuh Khaula.


"Ssssuuut"Arjuna menutup bibir Khaula dengan telunjuk kanannya


"Siapa?"Arjuna bertanya sambil membetulkan posisi duduknya di kasur.


"Saya den....ibuk nanya den Juna sama neng Lula baik baik aja kan?"terdengar suara bibik dari balik pintu dengan nada sedikit khawatir.


"Em....iya bik...kami baik baik aja...nanti habis sholat zuhur saya sama Lula turun ya bik...kami akan makan siang sama mami"Arjuna berkata sambil sedikit teriak agar bibik mendengarkan suaranya.


"Maap...."Khaula berkata dengan suara lembut dengan posisi masih berbaring.


Arjuna tersenyum,"Maap?buat apa?"


"Karena membuat kita berada disini sampai hampir waktu zuhur"kata Khaula dengan wajah polosnya sambil memperlihatkan jam weker yang ada di samping tempat tidurnya.

__ADS_1


Arjuna mendekat kearah Khaula


"Baiklah....apa kau benar benar merasa bersalah?"Arjuna bertanya sambil.memasang wajah serius dan mendekatkan tubuh kekarnya disamping Khaula yang sedikit menarik tubuhnya agar tak berdekatan dengan Arjuna.


Khaula mengangguk,tak menjawab.Ia hanya menggigit ujung bibirnya yang merah.Tapi bukan hanya bibirnya yang merah meronah,wajah Khaula pun ikut merah padam karena Arjuna mulai menggodanya lagi.


Arjuna mengecup pipi Khaula yang merah padam dengan sangat mesra.


"Ih....apaan sih...."Khaula memukul manja punggung Arjuna.


"Astagfirullah...sudah azan zuhur"Khaula bangkit dari kasur dengan menutup sebagian tubuhnya dengan bad cover sontak menjadi saling tarik tarikan dengan Arjuna yang saat itu juga menarik ujung bad cover yang ada ditubuhnya.


"Hei...stop"Khaula berteriak


"Apanya yang lucu?" Khaula bertanya dengan tatapan serius


"Ok baik...kau akan memakainya duluan"Arjuna berjalan mendekat ke arah Khaula yang berada tepat diujung pintu kamar mandi.


"Awas ya kalau macam macam?"Khaula secepat kilat memasuki kamar mandi tanpa melihat kearah belakang.


Beberapa waktu kemudian Khaula dan Arjuna sudah siap melaksanakan sholat zuhur berjamaah dengan khikmat.Memanjatkan doa bersama mencapai keluarga sakinah mawaddah warohmah.


Setelah sholat berjamaah Arjuna dan Khaula turun dari kamar Arjuna yang berada di lantai dua.Tapi sebelum Khaula melangkahkan kakinya ke balik pintu Arjuna menarik tangan Khaula.


"Lula tunggu...."

__ADS_1


"Kenapa?"Khaula bertanya dengan nada penasaran


"Apa kau yakin akan turun?"Arjuna menggenggam jemari mungil Khaula


"Maksudmu?"Khaula memasang wajah bodoh


"Kalau mami bertanya apa yang akan kita katakan"Arjuna bertanya dengan wajah serius


Khaula menggelengkan kepalanya.


"Entahlah...."Khaula melanjutkan langkah kakinya.Memasang kemantapan didalam dirinya menuruni tiap anak tangga dengan gandengan tangan Arjuna.


Buk Silvi senang sekali melihat keduanya menuruni anak tangga dengan saling menggenggam jemari satu sama lain.Buk Silvi mandang ke arah suaminya dengan pandangan yang memberi syarat.Mereka sama sama pura pura tak melihat kehadiran dua sijoli yang sedang dikelilingi bunga bunga cinta.


"Mi...pi....maap menunggu lama..Juna mengajak Lula sholat zuhur berjamaah dulu"Arjuna melepas ketegangan yang ada di dalam dadanya.


"Bagus dong...."Buk Silvi melempar senyum sangat manis pada keduanya.


"Ayo makan...nanti lauknya keburu dingin"pak Adhitama membuka suara melepas kecanggungan Arjuna dan Khaula.


Arjuna mempersilahkan Khaula duduk tepat disampingnya,kemudian Khaula melayani Arjuna dimeja makan membaktikan dirinya sebagai seorang istri.


Buk Silvi dan pak Adhitama yang melihatnya turut senang melihat Arjuna dan Khaula,berarti hubungan keduanya sudah membaik.


Kejadian dimeja makan membuat buk Silvi dan pak Adhitama yakin kalau rumah tangga Arjuna anak semata wayang mereka sudah sangat baik.Mereka juga tak lupa bertanya mengenai kesehatan Khaula yang Alhamdulillah sudah sangat baik.Perbincangan panjang di meja makan tadi sudah sangat membuktikan kepada buk Silvi dan pak Adhitama bahwa mereka tak perlu khawatir lagi kini dengan rumah tangga Arjuna dan Khaula.

__ADS_1


__ADS_2