
Beberapa gaya Khaula Nusaiba sang penembak, pemanah, pesilat ulung....
********
Aku dan pak Usman tiba didepan pintu yang yang katanya apartemen sang tuan muda.Beberapa angka dan hurup yang ditekan pak Usman pada benda pipih yang berada sejajar dengan ukuran tinggi pak Usman masih segar dalam ingtanku sebelum akhirnya sipintu ajaib itu terbuka.Pak Usman mungkin belum tau kalau aku mempunyai ingatan yang kuat.
Aku melangkahkan kakiku gontai lemas.Seperti tak dapat melangkah masuk.Beberapa kali aku merasakan luar biasa kemegahan apartemen ini.Gaya arsitekturnya hampir mirip dengan rumah buk Silvi.Warna putih gading mendominasi ruangan ini dengan karpet berwarna merah maron sungguh membut sekeliling yang kupandangi luar biasa.
"Kenapa lo masih bengong disana"suara Arjuna meneriaki ku dari ujung tangga menuju lantai dua apartemen ini.
Aku tersadar.Tapi aku tak berkata kata.Masih berdiri tegak mematung.
"Kamarmu di bawah tangga ini"Arjuna menunjuk kamar yang tepat berada dibawah tangga.
Kenapa aku selalu mendapatkan kamar dibawah tangga ya gumamku.
Tiba tiba seorang wanita paruh baya datang dan menyambutku.
"Neng lula...kenalkan ini bik Asih,yuk bibik antr neng Lula ke kamar"wanita itu menarik tanganku.Aku heran bukan kepalang.Wanita ini mengenali namaku.Apakah lelaki aneh itu yang menceritakannya.
Aku hanya menuruti wanita paruh baya itu.Sewaktu aku akan meninggalkan pintu kuliat Arjuna lagi lagi memandangiku seperti tak biasa.Seperti ada sesuatu.Tapi apa pikirku.
"Kalau butuh apa apa silahkan bilng bibik ya neng.jangan sungkan"kata bik Asih.Aku hanya mengangguk.Tak berkata, kemudian bik Asih meninggalkanku.
__ADS_1
Karena sudah masuk waktu sholat asar aku pergi membersihkan diri.Mandi dan berwudhu.Kemudian melaksanakan sholat asar.Aku tak tau ternyata saat aku sedang melaksanakan sholat asar Arjuna membuka pintu kamarku.Aku sholat tepat menghadap cermin besar dikamarku yang berada persis didepan pintu kamarku.Arjuna melihat wajahku.Melihat betapa indah Allah menciptakan alis mataku dan hidungku betapa indah Allah menciptakan bibirku kalau kata orang orang aku seperti keturunan orang palestine.Mungkin karena ibuku masih mengalir keturunan arab,dan ayahku indonesia raya.
******
Arjuna terkejut bukan kepalang.Ia tak menyangka kalau kamar Khaula tidak dikunci.Apa yang dilihatnya benar benar membuatnya bergedik.Ternyata Tuhan menciptakanmu sungguh sempurna.Pantas saja kalau kau menutupinya.Agar tidak ada laki laki didunia ini yang tergelincir karena melihat kecantikanmu.gumam Arjuna dalam hati.
Khaula terlalu khusyuk dalam sholatnya sampai ia tak sadar kalau Arjuna melihatnya sedang sholat.Setelah selesai sholat seperti biasa khaula langsung mengaji.
Setelah melihat wajah Khaula yang sangat indah Arjuna merasa gelisah.Arjuna mondar mandir didalam kamarnya.Ia bingung.Kenapa perasaannya seperti ini.Setelah hampir magrib Arjuna keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah.Tiara menelponnya.Tiara sudah pulang.Arjuna ingin mengenalkan Tiara apa Khaula.
Ternyata Tiara belum sampai setelah Arjuna berada diruang keluarga.Arjuna mendengar suara Khaula saat itu.Ia mencari sumber suara.Ternyata Khaula berada didapur dengan bik Asih, diam diam Arjuna mencuri dengar pembicaraan Khaula dengan bik Asih.
"Memang neng Lula bisa masak apa?"tanya bik Asih.
"Ih...bibik mah meragukan saya?"tanya Khaula balik dengan bik Asih dengan logat sunda.
"Bukan neng....tapi kan bibik liat penampilan neng kaya begini"bik Asih menunjuk Khaula yang sudah sangat ready dengan baju jaket sepatu bots hijab dan cadarnya.
"Bik Asih...perempuan itu kodratnya di dapur.Jadi bagaimanapun penampilan seorang perempuan dia tetap harus pandai memasak kata ibu saya bik...karena seorang laki laki akan betah dan sayang sama istri yang pintar memasak."Tiba tiba Khaula terkekeh sendiri setelah itu hihihhihi....."itu kata ibu saya ya bik"
*********
Arjuna yang mencuri dengar pembicaraan bik Asih dan Khaula tiba tiba terkejut mendengar suara Tiara yang sudah masuk ke dalam aprtemen.Arjuna meninggalkan Khaula dan bik Asih yang asik dengan pembicaarannya.Arjuna datang menghampiri wanitanya dan menyambutnya dengan pelukan hangat dan ciuman pipi.Tiara hendak menyapa bibir Arjuna tapi entah bagaimana Arjuna reflek menolaknya.Kemudian segera memanggil bik Asih dan menyuruhnya memanggil Khaula.
Khaula datang berjalan menuju Arjuna yang disampingnya sudah berada seorang perempuan cantik bohay bak model.Sangat cantik tapi wajahnya sangat indonesia, dengan kulit sawo matang.
"Ini Khaula...pengawal pribadi mami yang mulai saat ini akan menjadi pengawalmu, karena aku dan mami tidak mau kalau kalau terjadi hal hal yang tak di inginkan denganmu sampai menjelang pernikahan kita"Arjuna berkata pada wanitanya sambil memeluk pinggang wanitanya.
Khaula hanya sekedar membungkukkan badannya tetapi tidak melihat kearah mereka yang sedang seperti amplop dan prangko sedang menempel.Untungnya Khaula sedang memakai kaca mata jadi meski ia melemparkan pandangannya kesegala arah tak akan ada orang yang akan mengetahuinya.
"Apa yang bisa ninja ini lakukan"tanya Tiara dengan sombongnya.
Ingin Khaula membungkam mulut perempuan sombong ini.Tapi apakan daya sekarang perempuan ini majikannya.Ia harus patuh. Arjuna yang sudah tau dan pernah mendapatkan pukulan dari Khaula saat itu langsung menarik wanitanya dan memeluknya seterusnya membelai pipi wanitanya"sayang apa itu perlu?bukankah aku sudah pernah bilang kalau dia cukup handal"kata Arjuna.
"Tapi aku ingin melihatnya sendiri.Seandainya itu benar sayang"si wanita sedikit merengek dengan suara manjah..
__ADS_1
Khaula berang mendengarnya.
"Aku akan membidik apel diatas kepalaku sendiri nona kalau kau butuh pembuktian.
"Lakukan lah"jawab Tiara dengan sombongnya.
Arjuna sedikit takut mendengar kata kata Khaula dengan membidik apel diatas kepalanya sendiri.Apa yang akan dilakukan Khaula pikirnya.Khaula datang dari dapur dengan membawa sebuah apel dan pisau kecil yang diambil dari selah sepatunya.
Bola mata Arjuna melotot seketika.Wanita ini benar2 liar biasa menyimpan pisau dikakinya.
Khaula menarok sebuah apel dikepalanya dengan hati hati kemudian ia membidikkan pisau kecil yang ada di tangnnya kearah tembok yang berjarak sekitar 10 meter didepannya dengan gerakan cepat kemudian pisau yang tadi dibidiknya dengan serta merta berbalik arah ke arahnya menuju apel diatas kepalanya dan benar benar mencap tepat di tengah tengah buah apel.
Arjuna menahan salivanya.Melihat aksi luar biasa.Seperti sedang menonton pertunjukan.Benar benar luar biasa, sedangkan Tiara hanya mengangkat bahunya."Baiklah aku percaya" Tiara menarik Arjuna dan duduk bermanja manja dipangkuannya.
Khaula merasa puas, paling tidak wanita aneh itu tidak akan meremehkannya lagi, dengan memperlihatkan aksinya seperti tadi.
"Hay...kau...sini"Tiara memanggil Khaula yang masih mematung berdiri didepan Arjuna dan Tiara tapi sesuangguhnya Khaula tak memandangi mereka.Khaula mendekat.
"Ada yang bisa saya bantu nona?tanya Khaula sambil membungkuk.
"Kenapa kau memakai kaca mata hitam.Padahal ini didalam ruangan.aku tidak suka melihatnya, buka kaca matamu"titah Tiara
"Aku mohon maap nona.mataku juling.Jadi aku harus selalu memakai kaca mata.Aku takut orang lain akan terganggu dengan mataku yang cacat"Khaula menjawab dengan cepat.Karena setiap kali orang orang bertanya pasti ia akan menjawab seperti itu.Khaula terbiasa memakai kaca mata hitam atau coklat atu biru atau hijau setip kali keluar dari kamarnya.
Tiara berjalan mendekati Khaula.Khaula merasakan kalau Tiara akan berbuat jahil padanya dan akan melepaskan kaca matanya. Dengan sangat sigap dan dengan ancang ancang matang saat tepat Tiara mencabut kaca mata yang dikenakan Khaula langsung menyatukan kedua bola matanya yang berwarna hitam kecoklatan ditengah mendekati hidungnya.Tiara kaget melihatnya....kemudian menyerahkan kaca matanya.
Arjuna terkekeh di belakang Tiara.Karena Arjuna pernah melihat mata indah itu dua kali.Pertama disaat Khaula memukulnya dirumah maminya dan tadi sore disaat Khaula sedang sholat asar.Arjuna tau betul Khaula hanya berpura pura.
"Bagaimana dengan penutup wajahmu"Tiara menunjuk cadar yang dikenakan Khaula.
"Aku memakainya karena aku mengalami kecelakaan hebat saat aku berada di negera paman sam nona.Wajahku hancur.Hidungku rusak parah dan mulutku menjadi tak beraturan.Apa kau ingin melihat wajah burukku juga nona?"tanya Khaula dengan nada pasti.
Tiara bergedik.Seperti orang yang merasakan kegelian."Baiklah kau bisa mengenakannya"kata Tiara sembari meninggalkan Khaula dan Arjuna diruangan megah itu.Khaula menarik napas lega.Sementara Arjuna tersenyum melihat tingkah Khaula.dia tau benar bahwa perempuan bercadar ini sangat sempurna.Sangat cantik luar biasa.
Terima kasih.Happy reading kakak.mohon krisannya, mohon maap masih banyak typo dan eyd.😘😘
__ADS_1