Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Keindahan di pagi Hari


__ADS_3

Kabar bahagia selalu tak bisa disembunyikan, terlebih kabar bahagia tentang kehamilan Khaula yang sememangnya telah dinanti nanti banyak orang orang yang menyayangi mereka. Buk Silvi bahkan sampai mengadakan doa syukuran di kediamannya dengan memanggil beberapa anak yatim piatu untuk mendoakan kesehatan Khaula dan calon cucunya.


Arjuna juga tak mau kalah menyiapan sedekah terbaiknya untuk dibagi bagikan kepada para anak yatim, fakir miskin dan para janda karena terlalu senangnya bahkan Arjuna rela mendatangi rumah anak anak yatim untuk bisa memberikan sedekahnya.


Khaula sangat sehat,begitu juga dengan bakal calon bayi yang ada di dalam rahimnya.Begitu banyak orang yang mendoakan kehamilan Khaula kali ini.Rasa mual, pusing lemah lesu kini semakin membaik. Khaula tak pernah merasa kesakitannya sebagai beban, Khaula juga tak pernah mengeluh seberapa besar meski seberapa besar rasa tak enak yang ia rasakan. Karena seperti yang telah Allah janjikan ada 7 pahala wanita hamil salah satunya Allah akan mencatat segala kesakitan ibu yang sedang hamil dengan keutamaan menghapus segala dosanya dan para malaikat akan beristigfar untuk wanita yang sedang hamil.


Arjuna melihat Khaula yang sedang duduk di beranda kamarnya dengan posisi tubuhnya setengah berbaring pada sebuah kursi panjang yang memang di disign khusus untuk Khaula yang akhir akhir ini suka menikmati udara pagi sambil bermeditasi di balkon atas kamarnya.


Arjuna menatapnya tanpa henti, dilihatnya wajah Khaula yang mulai merona merah karena terkena cahaya matahari yang mulai berlari dari ufuk timur.Sangat cantik sekali. Khaula tak menyadari keberadaan Arjuna yang sejak tadi berdiri di depan pintu memperhatikannya.


Khaula masih menutup matanya,menikmati guyuran sinar matahari pagi yang banyak mengandung vitamin D dan sangat baik untuk ibu hamil. Sementara Arjuna sang suami masih asik menatap Khaula.Bola.matanya membulat menatap lekat didalam hatinya penuh dengan doa untuk sang istri tercinta.


Khaula terlihat sangat cantik dengan gamis hijau mint ditambah hijab senada tanpa cadar , kakinya masih selonjoran. Arjuna yang semakin lama menatap semakin tak dapat menahan dirinya untuk datang menghampiri Khaula. Tak pernah pudar rasa cinta Arjuna pada Khaula sang istri. Tambah lagi saat Khaula sedang hamil seperti sekarang, rasa cintanya semakin hari semakin bertambah besar. Jiwanya seperti terikat oleh setiap hembusan nafas Khaula.

__ADS_1


Arjuna duduk dilantai tanpa alas,menempatkan dirinya disampaing kepala Khaula. Arjuna terus menatap Khaula yang matanya masih tertutup.Arjuna mengangkat satu jari telunjuknya kemudian menyentuh kening Khaula dengan posisi menyamping berdiri dengan lututnya, jarinya berselancar menyusuri kening,mata hidung dan berakhir di bibir Khaula yang bak jambu merekah. Khaula tak langsung membuka matanya.Khaula masih menutup matanya.Tapi bibir bawanya tertarik dan membentuk garis lengkung yang indah.


"Apa gerangan yang membuat suamiku sepagi ini berada disini"tanya Khaula tanpa membuka matanya.


Arjuna menempelkan bibirnya kebibir Khaula, mengecupnya lembut, hingga keduanya lupa kalau ada si calon bayi di dalam rahim yang membutuhkan oksigen, dan kemudian melepaskan diri masing sambil sama sama membuat lengkungan dibibir bawahnya.


" Semakin hari rasa cinta ini semakin bertambah buatmu"Arjuna meletakkan telapak tangan kanan Khaula di dada kirinya yang kini dirasa Khaula debarannya sungguh sangat luar biasa, dan lagi lagi membuat Khaula tersenyum sangat manis karena gombalan receh sang suami. Tapi selalu bisa membuat Khaula menunduk karena merasa malu.


"Apa kau dapat merasakannya?"Arjuna meletakkan lagi telapak tangan Khaula di dada kirinya yang bidang.


Khaula menatap Arjuna lekat.Menarik kedu tangan sang suami, mencium punggung tangan kiri dan kanan Arjuna.


"Terima kasih karena sudah menerima segala kekuranganku"pandangan mata Khaula mulai berembun, sedikit silau menatap Arjuna yang yang mulai di guyur sinar mentari pagi.

__ADS_1


"Hem...."Arjuna tiba tiba menggendong Khaula membawanya masuk ke kamar,tanpa menjawab Khaula.


"Sudah terlalu lama di luar, saatnya masuk, aku tak mau nanti matamu semakin berembun"Arjuna berkata sambil masih menggendong Khaula dan mendudukkannya di tepi ranjang.


"Tapi sepertinya kau sedikit berat kali ini"Arjuna menggoda Khaula yang tiba tiba tersenyum.


"Apakah aku harus diet?"Khaula bertanya sambil menautkan jari jemarinya pada Arjuna.


"what?diet?oh no....jangan sekali kali terlintas dipikiranmu untuk diet, aku masih sangat kuat menggendongmu meski berat badanmu 100 kilo" Arjuna menjawab sambil memperlihatkan otot otot lengannya bak Ade Ray yang sedang mempertontonkan ototnya.


"Terima kasih, terima kasih atas cinta dan perhatianmu setiap hari setiap waktu"Khaula tiba tiba mendekat.Memeluk Arjuna sangat erat.


"Hey....jangan berterima kasih,aku yang harusnya berterima kasih, karena engkau telah mengorbankan dirimu untuk mengandung anakku sayang"Arjuna membalas pelukannya.

__ADS_1


Sesaat mereka saling berpelukan,menikmati indahnya cinta dipagi hari, ditemani dengan semilir angin pagi yang masuk melewati pintu yang masih dibiarkan terbuka lebar.


__ADS_2