Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Semangkuk Mie Rebus


__ADS_3

Suasa malam yang tegang sudah berubah menjadi pagi yang indah dengan kicauan burung dan pemandangan langit yang masih tertutup kabut. Khaula sangat menyukai suasana pagi ini. Terlihat jelas di wajahnya sejak awal bangun pukul 4 pagi tadi sampai sekarang jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi Khaula masih saja menyunggingkan senyumannya. Entah apa yang ada dipikirannya. Ia masih duduk di dalam kamarnya,dengan pakaian tidur yang terbuat dari bahan sutra.Rambut ikalnya tergerai indah bak mayang mengurai.


Jauh pandangannya, menerawang berlari diantara kabut kabut hawa dingin di ujung langit. Mungkin karena Khaula merasa sangat puas ketika ia melihat wajah Arjuna tadi malam ketika Amar dan buk gedenya datang. Ada rasa senang yang tak dapat ia ungkapkan dengan kata kata. Ada rasa bahagia jauh direlung hatinya. Paling tidak Khaula dapat melihat ada sedikit kecemburuan di hati Arjuna. Itu sudah lebih dari cukup buatnya.


Sementara dekat dengan kamarnya sudah ada seseorang yang sejak selesai sholat subuh sudah berada di luar rumah. Hanya sekedar untuk mencari angin segar pagi ini. Karena hampir satu malam suntuk bola matanya tak dapat terpejam dengan nyenyak. Karena hatinya seperti dibakar oleh perasaan cemburu yang tak dapat ia ungkapkan dan tak dapat ia katakan pada siapapun.


Arjuna melangkahkan kakinya berjalan tanpa tujuan dihalaman rumah Khaula,hanya berjalan jalan memutari halaman rumah Khaula seperti orang sedang tawaf. Sesekali ia menendang batu yang ada dihadapannya.Wajah tampannya sedikit kacau pagi ini.Jambang yang mengelilingi wajahnya tampak sembrautan. Sebenarnya Arjuna menunggu Khaula keluar dari kamarnya. Arjuna mendengar saat Khaula bangun tadi pagi untuk berwudhu. Tapi setelah Khaula masuk kedalam kamarnya tak ada tanda tanda Khaula akan keluar.


Arjuna ingin mengatakan sesuatu pada Khaula. Sesuatu yang membuat sebak di dadanya. Tapi bagaimana Arjuna akan mengatakan pada semua orang bahwa Khaula adalah istrinya.Itu semua membuat Arjuna benar benar merasa kacau. Amat sangat kacau. Sampai wajahnya benar benar frustasi.


Jam sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi,Khaula sudah siap dengan gamis dan cadarnya. Khaula hendak keluar dari kamar sebelum pintu kamarnya diketuk seseorang dibalik pintu.


"Tok tok tok"


"Iya sebentar" jawabnya,kemudian berjalan membuka pintu kamarnya.


"Iya bulek"tambah Khaula sambil memanjangkan lehernya sedikit keluar.

__ADS_1


"La....bulek sama pak lek mu mau ke Yayasan Tunas Ilmu...mau nganter sodakohnya anak lanang yo,kamu kalau mau masak ya kepasar dulu karena ndak ada apa apa dirumah"kata bulek kemudian berlalu dari pandanganku.


Khaula menarik nafas lega,karena Khaula mengira kalau Arjuna juga pasti ikut bersama dengan pak lek dan buleknya. Khaula melepas cadarnya,dan keluar kamar berjalan menuju dapur. Ia ingin melihat bahan makanan apa yang bisa ia olah untuk menghilangkan rasa lapar yang melandanya.


Tak biasanya ia merasa lapar.Itu mungkin karena hari ini Khaula tidak melaksanakan puasa. Lagi pula mungkin karena asam lambungnya sedang tidak bersahabat itu membuat perutnya merasa lapar. Khaula melihat ada telur ayam dan mie instan di dapur. Tak menunggu lama Khaula langsung mengolahnya.Disaat mie instan siap untuk disantap tiba tiba saat Khaula sedang membawa mangkuk berisi mie panas Arjuna masuk dari balik pintu.


Tanpa basa basi Arjuna mengambil alih mangkuk berisi mie panas tersebut dari tangan Khaula,yang membuat Khaula hampir saja terpental karena ulahnya.Arjuna membawanya menuju meja makan yang disusul oleh Khaula secepat kilat.


"Hay....itu milikku"pekik Khaula sambil berjalan mengikuti langkah Arjuna yang kini sudah duduk di kursi dan siap untuk menikmati mie rebus yang masih ngepul.


"Maaf tuan...apa kau lupa?aku dan kau jelas berbeda"timpa Khaula kemudian menggeser mangkuk mie nya kehadapannya yang memilih duduk tepat di samping kanan Arjuna.


"Maaf Nyonya....tapi aku harap kau tidak lupa..bagaimana semangkuk mie milikmu ini bisa menjadi milikku juga"Arjuna berkata sambil menggeser mangkuk mie yang ada dihadapan Khaula kehadapannya.


"Hey...apa maksudmu?"tanya Khaula menggeser mangkuk mie kehadapannya lagi namun kali ini Khaula menahannya dengan tangannya.


"Mie ini menjadi milikku....karena kau yang memilikinya....apapun yang menjadi milikmu adalah milikku...karena kau masih milikku"Arjuna menggeser paksa mangkuk mie panas yang ada didepan Khaula yang kali ini tak berkutik sedikitpun.

__ADS_1


Ada rasa aneh yang menjalar disekujur tubuh Khaula mendengar itu.Perasaan senang kah?atau perasaan benci dan sakit hati.Khaula terdiam. Tak mampu berkata,tenggorokannya seolah tercekik oleh kata kata Arjuna.Sementara Arjuna dengan sangat nikmat dan sangat santai menikmati mie rebus buatan Khaula yang masih bergelar istrinya.


Khaula ingin beranjak bangun saat kalah cepat dengan tangan kekar Arjuna yang sudah menggenggam erat pergelangan tangan kirinya, membuat Khaula tercegat untuk bangkit. Arjuna menggeser posisi mangkok mie rebus yang ada di hadapannya sedikit kekanan sehingga berada di tengah tengah antara dirinya dan Khaula. Sementara tangan kanannya masih mencengkram lengan kiri Khaula.


"Makanlah bersamaku....aku rasa mie ini terlalu banyak porsinya untuk perutku" Arjuna melihat intens kearah Khaula.Khaula membuang pandangannya kesembrang arah untuk menghindari kegugupannya.


"Aku tak lapar lagi"jawab Khaula menelan salivanya. Arjuna tau Khaula berbohong.


"Paling tidak tetaplah duduk di sampingku sampai semangkuk mie ini habis"pinta Arjuna dengan melepaskan cengkraman tangannya pada pergelangan tangan Khaula


Terlihat Khaula memijit pelan pergelangan tangannya yang sedikit memerah. Arjuna hanya sesekali meliriknya. Hatinya merasa senang,karena Khaula menurutinya dan tak meninggalkannya.Sebenarnya Khaula ingin sekali bangkit dari kursi dan meninggalkan orang yang sudah merebut mie rebusnya. Tapi entah apa yang merasukinya ia malah memilih untuk duduk sambil memijit pelan pergelangan tangannya yang sedikit merah.Rasa lapar yang tadinya menyerang juga tiba tiba lenyap seiring dengan perasaan aneh didalam hatinya.


Sejujurnya Khaula sudah berusaha untuk melupakan sosok laki laki yang membuat hatinya luluh lantak. Tapi sejak kedatangan Arjuna yang tak diketahuinya membuat rasa itu muncul serta merta dan membuatnya tumbuh kembali. Tapi Khaula tak ingin dirinya jatuh dalam lubang yang sama dua kali. Ia berusaha mengendalikan hati dan perasaannya pada Arjuna.


Saat ini sebenarnya lebih mudah bagi Khaula untuk bisa membalas demdam pada Arjuna karena apalagi sejak kedatangan Amar malam tadi. Terlihat jelas ada gurat cemburu di wajahnya. Itu yang membuat Khaula bisa tidur sangat nyenyak malam tadi berbeda dengan Arjuna yang tidak bisa tidur semalaman suntuk karena kedatangan Amar karena rasa cemburu seperti air yang mendidih menggelegak yang ingin menyemburkan kesakitannya.


Happy reading...mohon votenya.Like koment share please...trm ksh bnyak.lop yu😘

__ADS_1


__ADS_2